Hingga Mei, Biaya Eksplorasi Berau Capai US$ 3,85 Juta

PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) telah menghabiskan dana sebesar US$ 3,85 juta untuk eksplorasi sampai dengan Mei 2012. Untuk tahun ini, perseroan menganggarkan dana sebesar US$ 15,66 juta untuk ekplorasi.

Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu kemarin. Dijelaskan, perseroan akan menggunakan dana itu untuk eksplorasi di 13 lokasi tambangnya.

Di Lati, realisasi dana eksplorasi sudah mencapai US$ 113.611 dari anggaran sebesar US$ 3,43 juta. Lalu di Gurimbang belum ada dana yang keluar, berarti anggaran sebesar US$ 1,2 juta masih utuh.

Selanjutnya, Parapatan menghabiskan dana US$ 9.678. Binungan 1-4 sudah menghabiskan US$ 803.282. Bingungan 5-6 menghabiskan US$ 1.368 dan eksplorasi di Binungan 7 sudah menghabiskan US$ 65.244.

Sementara Binungan 8 (Kelay 1) menghabiskan dana US$ 765.090, Binungan 10 (Kelay 3) menghabiskan dana US$ 1,37 juta, dan Sambarata B-1 menyedot dana US$ 41.139. Selanjutnya Sambarata B East sebesar US$ 665.004 dan Sambarata B West sebesar US$ 20.887. Terakhir, Punan menghabiskan biaya sebesar US$ 125.

Sebagai informasi, perseroan memfokuskan penjualan batu bara sekira 70-75% produksinya untuk ekspor. Adapun tujuan ekspor tersebut ke China dan India, “Kita anggarkan buat lokal 25-30%," kata Direktur Utama BRAU Rosan P Roslani.

Dia menargetkan, produksi batu bara pada 2012 mencapai 23 juta ton. Sementara untuk harga batu bara, dia memprediksi berada pada kisaran US$ 79-US$ 80 per ton. Hingga kuartal I-2012, kontrak yang sudah diperoleh sebanyak 19,88 juta ton batu bara. Kontrak itu setara dengan 85% dari target perusahaan. Sementara sisanya sebanyak 15% akan dialokasikan untuk dijual langsung (on spot). (bani)

BERITA TERKAIT

Demi 18 Juta Wisman, Kemenpar Bakal Perbanyak Diskon Wisata

Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis bisa mendatangkan setidaknya 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini, atau sekitar 90 persen dari…

OJK Catat Penyaluran KUR di Papua Capai Rp940 miliar

      NERACA   Jayapura - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada…

Vivendi Investasi US$ 500 Juta - Global Mediacom Rencanakan IPO Anak Usaha

NERACA Jakarta – Teka teki siapa yang berniat invetasi MNC Group, akhirnya terbuka juga informasi. PT Global Mediacom Tbk (BMTR)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Fajar Surya Wisesa Melesat 136,1%

Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,405 triliun atau naik 136,1% dibanding periode…

Lagi, Comforta Raih Top Brand Award

Di awal tahun 2019 ini, Comforta Spring Bed kembali meraih penghargaan Top Brand Award. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin,…

BPD Bank Kalsel Rencanakan IPO di 2020

Bila tidak ada aral melintang, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan atau Bank Kalsel rencanakan melakukan penawaran umum saham perdana…