Dapat Order Dari Pemerintah, Nipress Targetkan Pendapatan Tumbuh 30%

Neraca

Jakarta – Produsen komponen otomotif PT Nipress Tbk (NIPS) menargetkan pertumbuhan pendapatan sepanjang tahun sekitar Rp750 miliar atau tumbuh 30% dibandingkan pendapatan tahun lalu sebesar Rp579,224 miliar.

Direktur Operasional Nipress Richard Tandiono mengatakan, target itu diluar aktivitas perseroan baru-baru ini, seperti adanya penunjukkan untuk memasok baterai mobil listrik,”Pertumbuhan pendapatan 30% akan disokong dari proyek mobil listrik nasional pemerintah yang dimulai pada tahun depan,”katanya di Jakarta, Rabu (13/6).

Menurutnya, adanya proyek memasok baterai mobil listrik akan mendongkrak kinerja perseroan pada tahun 2013 diluar pendapatan normal perusahaan. Namun sayangnya, perseroan belum bisa menghitung berapa kontribusi proyek tersebut.

Richard mengakui saat ini sekitar 60% produksi perseroan diekspor ke 80 negara. Hal itu karena kebutuhan baterai (aki) di luar negeri lebih besar dibandingkan dengan pasar domestik. "Pangsa pasar domestik hanya mewakili 40%," ucapnya.

Oleh karena itu, Richard mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Dia mengilustrasikan selama jumlah mobil hanya bertambah 7-8%, maka pendapatan perseroan diperkirakan tidak sejalan (inline) dengan pertumbuhan penjualan mobil tersebut.

Kendati demikian, perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada 2011 masing-masing sebesar 44,48% dan 40,82%, atau mencapai Rp579,224 miliar dan 17,831 miliar. Meningkatnya permintaan dari pelanggan itu berkat berangsur-angsur pulihnya krisis ekonomi global.

Proyek Mobil Listrik

Asal tahu saja, PT Nipress Tbk menyatakan kesiapannya untuk memproduksi baterai jenis Lithium Perro Phosphate yang rencananya digunakan mobil listrik nasional. Perusahaan swata nasional ini membutuhkan waktu enam bulan untuk merealisasikan baterai tersebut."Di tahap awal, kita bisa merealisasikannya dalam waktu enam bulan paling cepat," ungkapnya.

Awalnya, baterai jenis lithium ini baru akan diproduksi oleh Nipress 2015 mendatang menyusul belum ada permintaan domestik. Kemudian, rencana pembuatan baterai lithium dipercepat menyusul adanya mobil listrik nasional tersebut. Oleh sebab itu, perseroan mendukung dan siap untuk memasok baterai mobil listrik nasional, “Kami sudah mengatakaan kepada pak Menteri kalau kami bisa memproduksinya, sehingga April 2013 mobil listrik nasional diproduksi massal maka bisa langsung digunakan," paparnya.

Sebagaimana diketahui, mobil listrik nasional akan diproduksi secara masal sebanyak 10.000 mobil pada April 2012, sehingga Nipress juga akan menyesuaikan kebutuhan baterai dengan jumlah mobil listrik tersebut.

Menyoal prototipe mobil listrik nasional yang diprediksi keluar pada Agustus 2012, ia mengakui baterai untuk mobil tersebut akan diimpor. (bani)

BERITA TERKAIT

Anabatic Raih Pendapatan Rp 3,14 Triliun

Hingga September 2017, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) meraih pendapatan usaha sebesar Rp3,14 triliun atau naik dibandingkan dengan pendapatan usaha…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…

FAST Targetkan Penjualan Rp 6 Triliun di 2018

NERACA Jakarta - PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menargetkan penjualan sebesar Rp6,03 triliun pada 2018 atau tumbuh 10,% dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…