Rawan Terkoreksi, Indeks Kamis Bergerak Terbatas

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Rabu sore kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil ditutup menguat 7,883 poin (0,20%) ke level 3.860,461. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat tipis 0,989 poin (0,15%) ke level 657,701.

Kondisi ini bertolak berlakang dengan perdagangan yang kurang semarak ditengah investor masih menunggu perkembangan krisis utang eropa. Oleh karena itu, berikutnya indeks Kamis diproyeksikan masih bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Indeks sendiri akan bergerak di level 3.850-3.858.

Perdagangan kemarin, transaksi asing pun sepi, hingga tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 18,122 miliar di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 170.583 kali pada volume 7,823 juta lot saham senilai Rp 3,656 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Semen Gresik (SMGR) naik Rp 350 ke Rp 11.150, Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 22.350, Surya Esa (ESSA) naik Rp 350 ke Rp 2.675, dan Indocement (INTP) naik Rp 250 ke Rp 17.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.050 ke Rp 57.600, Unilever (UNVR) turun Rp 800 ke Rp 22.950, Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 9.400, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 21.350.

Perdagangan sesi I, indeks BEI menguat 12,139 poin (0,31%) ke level 3.864,717. Sementara Indeks LQ45 naik 2,907 poin (0,44%) ke level 659,619. Saham-saham lapis dua di sektor aneka industri memimpin penguatan pasar. Pasalnya, kemarin saham-saham sudah terkena koreksi yang cukup dalam.

Sedangkan saham-saham unggulan di sektor komoditas terkena tekanan jual dan rata-rata menjadi top losers. Aksi jual kembali dilakukan investor lokal. Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 108.533 kali pada volume 4,477 juta lot saham senilai Rp 1,746 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 118 saham turun, dan 82 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mayora (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 22.350, Surya Esa (ESSA) naik Rp 300 ke Rp 2.625, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 48.900, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 11.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 600 ke Rp 21.150, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 34.050, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 58.300, dan Sona Topas (SONA) turun Rp 300 ke Rp 2.500.

Pada awal perdagangan indeks BEI dibuka naik 10,36 poin atau 0,27% ke posisi 3.862,94. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,65 poin (0,40%) ke level 659,36. "Minimnya sentimen domestik baru yang cukup kuat membuat indeks BEI bergerak seiring bursa regional," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, perdagangan Rabu secara teknikal indeks sudah diperkirakan akan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat, pada kisaran 3.830-3.875 poin. "Perkembangan seputar krisis hutang Eropa, terutama seputar lelang obligasi Italia dan mekanisme pembarian dana talangan untuk memperkuat perbankan Spanyol, dapat memberikan sentimen terhadap indeks," jelasnya

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng meNGUAT 3,09 poin (0,02%) ke level 18.875,65, indeks Nikkei-225 NAIK 28,43 poin (0,33%) ke level 8.565,15 dan Straits Times melemah 13,22 poin (0,48%) ke level 2.783,35. (bani)

BERITA TERKAIT

Indeks Perilaku Peduli Lingkungan

Oleh: Evelyn Suleeman, Dosen di FISIP-UI Baru-baru ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengembangkan Indeks Perilaku Peduli Lingkungan (IPPL) …

Pemerintah dan BI Perlu Bergerak Cepat dan Tepat - Antisipasi The Fed,

    NERACA   Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus melakukan langkah antisipasi dengan cepat, tepat, dan akurat…

Trafic Light Arteri Yos Sudarso Terbatas

Jam operasinal traffic light arteri Yos Sudarso, Semarang, tepatnya di depan rumah duka Thiong Hwa Iewa menjadi terbatas sejak adanya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

WTON dan WEGE Raih Kontrak Rp 20,22 Triliun

NERACA Jakarta – Di paruh pertama 2018, dua anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatatkan total kontrak yang akan…

Gelar Private Placement - CSAP Bidik Dana Segar Rp 324,24 Miliar

NERACA Jakarta – Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnis, PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) berencana melakukan penambahan modal tanpa…

Luncurkan Dua Produk Dinfra - Ayers Asia AM Bidik Dana Kelola Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta –  Targetkan dana kelolaan atau asset under management (AUM) hingga akhir tahun sebesar Rp 350 miliar hingga Rp…