Iuran Dikhawatirkan Kendalikan OJK

NERACA

Jakarta---Pembayaran iuran untuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dibebankan kepada industri jasa keuangan dikhawatrikan bisa mengendalikan lembaga pengawas tersebut. "Hanya ditakutkan iuran dari industri jasa keuangan itu bisa mengendalikan lembaga," kata Calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Yunus Husein di DPR, Jakarta, Rabu.

Yunus menjelaskan sejumlah negara di dunia ada yang menarik iuran dari industri jasa keuangan seperti Hong Kong dan Australia untuk mendanai lembaga pengawas jasa keuangannya.

Namun, mantan Ketua PPATK mengatakan di beberapa negara tersebut juga tidak dipungkiri terjadi pengendalian dan pemilihan dalam hal pengawasan oleh lembaga. "Cuma mereka bisa juga jadi mengontrol. Seperti misalnya, saya sudah kasih lembaga pengawas duit, kalau tidak benar ya (lembaga pengawas) dimarahin. Malah di Australia, jika ada industri jasa keuangan tidak senang dengan orang tertentu maka mereka tidak mau diperiksa oleh orang itu," jelas.

Selain itu, kekhawatiran lain menurut Yunus adalah dengan iuran kepada industri jasa keuangan akan membebankan dana pembiayaan (cost of fund) industri.

Yunus mengkhawatirkan dampak pembebanan tersebut bisa meningkatkan bunga kredit yang lebih tinggi atau pun inflasi yang meninggi. "Jika ada aturan yang jelas dan transparan, seharusnya tidak pengaruhi independensi OJK. Harusnya bisa kita laksanakan, namun orang 'kita' terkadang bisa profesional, terkadang juga seolah-olah tidak profesional," tukasnya

Berdasarkan pasal 37 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan, ditetapkan bahwa OJK bisa mengenakan iuran kepada pihak yang melakukan kegiatan di sektor jasa keuangan. Pihak yang melakukan kegiatan pun diwajibkan untuk membayar iuran tersebut dan menjadi penerimaan bagi OJK. **mohar

BERITA TERKAIT

OJK Belum Terima Dokumen Rights Issue PADI

Gembar gembor PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang bakal mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk lewat penerbitan saham…

OJK Dukung Penerbitan Market Standard Repo - Perdalam Pasar Keuangan

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penerbitan "Market Standard" untuk transaksi "Repurchase Agreement" (Repo) atas efek bersifat utang…

OJK Edukasi Nabung Saham Hingga Nagari - Dorong Minat Investasi Saham

NERACA Padang  - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat (Sumbar) menyosialisasikan gerakan nabung saham hingga ke tingkat nagari atau desa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Menkeu Upayakan Bunga Kredit Ultra Mikro Diperkecil

      NERACA   Sumut - Pemerintah berupaya memperkecil suku bunga Kredit Ultra Mikro untuk semakin memberi manfaat besar…

Gopay Diminta Ikuti Aturan QR Code

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengingatkan PT Dompet Anak Bangsa yang membawahi layanan sistem pembayaran digital…

Pemerintah Serap Rp25,5 triliun dari Lelang SUN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana Rp25,5 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN) untuk…