Term Deposit Valas Dinilai Belum Efektif - Dalam Jangka Pendek

NERACA

Jakarta-- Peraturan Bank Indonesia (BI) terkait term deposit valas dinilai belum memberikan pengaruh yang significan dalam jangka pendek. Alasanya tergantung dari kebutuhan ekspor. “Pemberlakukan term deposit valas yang sudah berlaku kemungkinan dalam jangka pendek tidak efektif. Karena kebutuhan eksportir terhadap valas sangat terengaruh oleh likuiditas valas di pasar," kata analis valuta asing Rully Nova di Jakarta, Rabu (13/6)

Diakui Rully, tidak dapat dipungkiri mengenai tingkat suku bunga yang ditawarkan oleh BI dalam peraturan tersebut sangatlah menarik. Bahkan, suku bunga di Indonesia lebih kompetitif dibanding negara tetangga yaitu Singapura dan pasar di luar negeri lainnya. "Tapi eksportir tidak hanya melihat itu, mereka juga lihat likuiditas pasar,” tambahnya.

Masalahnya, kata Rully, kebutuhan akan valuta asing itu tidaklah mudah untuk mendapatkannya. “Pemenuhan valuta asing untuk memenuhi valas mereka, itu yang selama ini yang sulit," ucapnya

Rully memberikan alasanya terkait kesulitan tersebut, berasal dari produk valuta asing yang tersedia, terutama untuk kebutuhan domestik yang menurutnya beragam. Sebagai contoh jika dibutuhkan valas sejumlah beberapa juta dolar untuk tiga bulan kedepan, hal tersebut pastinya tidak bisa langsung terpenuhi oleh perbankan domestik.

Sebagai informasi, pekan lalu BI melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) nomor 14/5/2012 tentang Perubahan atas Peraturan Bank Indonesia nomor 12/11/PBI/2010 tentang operasi moneter, menerbitkan peraturan ini untuk mengatur tentang bank untuk menyimpan kelebihan likuiditas dolarnya ke Bank Sentral.

Transaksi term deposit valas ini, memiliki jangka waktu tujuh, 14 dan 30 hari dan terhitung sejak satu hari setelah tanggal setelmen sampai dengan tanggal jatuh waktu. "Atas term deposit valas, Bank Indonesia memberikan bunga," demikian diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution.

Jika bank membutuhkan valasnya sebelum jatuh tempo, term deposit valas yang disimpan di Bank Sentral juga dapat dicairkan sebelum tanggal jatuh waktu baik keseluruhan maupun sebagian. "Term deposit valas dapat dialihkan menjadi transaksi swap jual USD terhadap rupiah," tambahnya.

BI menambahkan, jika bank yang akan melakukan transaksi term deposit valas tidak dapat memenuhi kewajiban setelmen dan menyebabkan batalnya transaksi, maka bank dapat dikenakan sanksi berupa teguran tertulis dan kewajiban membayar yang dihitung atas dasar suku bunga Fed fund yang berlaku ditambah 200 bps dikalikan nominal transaksi.**cahyo

BERITA TERKAIT

ICW: 2018 Momentum Krusial Dalam Demokrasi Indonesia

ICW: 2018 Momentum Krusial Dalam Demokrasi Indonesia NERACA Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan tahun 2018 adalah periode momentum…

OJK Belum Terima Dokumen Rights Issue PADI

Gembar gembor PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang bakal mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk lewat penerbitan saham…

Peran Masyarakat dalam Sukseskan Hajatan Demokrasi

Oleh : Putri Sisilia, Mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nusa Bunga Selamat datang Tahun 2018. Tahun yang mungkin…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

“Bubble” Bitcoin Berbahaya Bagi Stabilitas

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali mengingatkan larangan keras untuk bertransaksi dengan mata uang krypto, salah…

BTN Syariah Luncurkan Aplikasi Fintech Khusus Santri

      NERACA   Bogor - Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. terus menggelar kemitraan…

Laba Bank Jatim Tumbuh 12,7%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) mencatatkan kinerja yang positif. Bank…