CIMB-Principal IDX30 Tawarkan Kemudahan investasi - Targetkan Dana Kelolaan Rp100 Miliar

NERACA

Jakarta - PT CIMB-Principal Asset Management akan meluncurkan produk reksa dana CIMB-Principal Index IDX30 paling lambat pada Agustus 2012 mendatang. Peluncuran tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada investor dalam berinvestasi di reksa dana dengan harga terjangkau.

Direktur Utama PT CIMB-Principal Asset Management, Reita Farianti mengatakan, tidak hanya harga yang terjangkau, investor juga bisa dengan mudah berinvestasi di reksa dana karena mudah dipelajari dan transparan karena portofolio di IDX30.

“Selain itu, investor memiliki kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil sesuai dengan indeks saham. Reksa dana ini merupakan salah satu dari lima reksa dana yang akan kami terbitkan. Tiga reksa dana terproteksi dan dua reksa dana terbuka," ujar Reita di Jakarta, Selasa (12/6).

Dia juga mengatakan, return reksa dana CIMB-Principal IDX 30 tersebut akan mengacu perkembangan indeks saham. Perseroan menargetkan dana kelolaan sebesar Rp2 triliun sampai akhir 2012. Hingga kini, dana kelolaan reksa dana mencapai Rp1,6 triliun dari 17 produk reksa dana.

Proses reksa dana CIMB-Principal IDX30 ini diharapkan efektif pada Juli-Agustus 2012. "Jika Bapepam-LK memberikan pernyataan efektif minggu ini, reksa dana segera kami luncurkan satu bulan setelah pernyataan efektif dari Bapepam-LK atau sekitar bulan Juli dan paling lambat awal Agustus tahun ini," tegasnya.

Minimal Rp100 ribu

Dengan demikian, target dana kelolaan perseroan mencapai Rp50 miliar-Rp100 miliar sepanjang tahun ini yang diperoleh dari produk reksa dana tersebut. Adapun minimal investasi di reksa dana tersebut sebesar Rp100 ribu.

Reita menambahkan, pihaknya menggunakan IDX30 ini sebagai underlying asset dalam CIMB-Principal. Harapannya memberikan range product yang lengkap bagi masyarakat. "Semoga ini akan memenuhi kebutuhan investasi dan komitmen kami dalam mengembangkan pasar modal Indonesia," urai dia.

Sebagai informasi, PT CIMB-Principal Asset Management menandatangani kerja sama penggunaan Indeks IDX30 dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin. Hal ini merupakan sejarah bagi IDX30 yang baru diluncurkan pada 23 April 2012 lalu, sebab PT CIMB-Principal Asset Management menjadi manajer investasi (MI) yang pertama menggunakannya.

Indeks IDX30 adalah kumpulan saham unggulan yang konstituennya merupakan bagian dari indeks LQ45. Indeks ini dapat menjadi acuan untuk berinvestasi pada saham dengan likuiditas tinggi dan kapitalisasi besar.

Setiap enam bulan sekali akan dilakukan evaluasi untuk IDX30, seperti halnya LQ45, sehingga ada potensi saham-saham yang ada di IDX30 bisa berubah. Selain itu, dalam pemilihan komponen IDX30 juga memperhatikan aspek kualitatif seperti kondisi keuangan, prospek pertumbuhan, serta faktor lain sebagai kelangsungan usaha perusahaan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar

Pemkot Serang Targetkan Penerimaan Non-PBB Rp56,936 Miliar NERACA Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, Banten, pada 2018 menargetkan penerimaan dari…

MIKA Sisakan Dana IPO Rp 401,13 Miliar

NERACA Jakarta - PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) masih mengantongi sisa dana hasil penawaran umum perdana saham alias initial…

Superkrane Raih Kontrak Baru Rp 40 Miliar - Garap Dua Proyek PLTU

NERACA Jakarta – Di sisa akhir tahun 2018, PT Superkrane Mitra Utama Tbk (Superkrane) belum lama ini mengantongi dua kontrak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…