Bangun Pelabuhan di Jambi, Golden Energy Kuras Rp 750 Miliar

NERACA

Jakarta - Jakarta - Emiten tambang Grup Sinarmas, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) telah menggunakan dana hasil penawaran umum saham perdana (IPO) senilai Rp 750 miliar hingga kuartal pertama 2012 untuk pembangunan pelabuhan di Jambi dan hauling road (jalan masuk ke area front penambangan). "Dana tersebut telah digunakan untuk pembangunan pelabuhan di Jambi dan hauling road. Kami mengharapkan proyek ini selesai akhir tahun 2012," kata Sekretaris Perusahaan GEMS, Sudin, di Jakarta, Selasa (12/6).

Dia menjelaskan, kapasitas bongkar muat di pelabuhan Jambi tersebut diperkirakan mencapai 1 juta ton dan Bungati sebesar 4-5 juta ton. Saat ini kapasitas yang existing sebesar 3-4 juta ton. Sementara itu, lanjutnya, sisa dana IPO yang senilai Rp 1,5 triliun akan digunakan untuk belanja modal dan modal kerja.

Dikatakan Sudin, tahun 2012 ini perseroan menargetkan penjualan sebesar 10 juta ton baru bara. Dari penjualan tersebut, sekitar 4 juta ton telah dikontrak kepada GMR Singapura. Sudin mengatakan, penjualan batu bara perseroan sekitar 30% untuk pasar domestik dan sekitar 60% untuk pasar ekspor pada 2012."Selama ini penjualan batu bara kami ke Cina, India, dan Thailand," jelasnya.

Selain itu, perseroan tahun ini juga mengharapkan dapat merealisasikan akuisisi tambang batu bara. Perseroan mengincar pulau Sumatra dan Kalimantan untuk akuisisi tambang batu bara agar sinergi dengan wilayah tambang batu bara Perseroan.

Namun sayangnya, Sudin belum dapat menjelaskan lebih detail rencana akuisisi tersebut. "Akuisisi belum ada yang matang. Realisasi akuisisi tambang batu bara diharapkan dapat selesai tahun ini namun kami belum ada budgeting dana untuk akuisisi tersebut," tukasnya.

Bagikan Dividen

Sementara itu hasil RUPST GEMS menyetujui pembagian dividen 2011 sebesar Rp 203,82 miliar dari laba bersih 2011 senilai Rp 284,77 miliar. Rinciannya adalah, pembagian sisa dividen 2011 sebesar Rp 33,82 miliar atau sebesar Rp 5,75 per saham.

Sebelumnya perseroan telah membagikan dividen interim sebesar Rp 170 miliar pada tahun lalu. Sisa laba bersih 2011 senilai Rp 79,95 miliar digunakan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur modal perseroan dan sisanya Rp 1 miliar sebagai dana cadangan."Kami membagikan dividen cukup besar karena kami masih memiliki sisa dana penawaran umum saham perdana cukup besar. Sisa dana penawaran umum saham perdana Rp 1,5 triliun. Pembayaran dividen dilakukan kemungkinan awal Agustus 2012," ujar Sudin.

Kinerja Kuartal I-2012

PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 100,4 miliar pada kuartal I-2012. Naik 49,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 67,7 miliar.

Naiknya laba ini seiring dengan penjualan bersih yang mengalami penguatan menjadi Rp 909,4 miliar dari sebelumnya Rp 599,8 miliar. Laba bruto juga naik Rp 255,65 miliar dari sebelumnya Rp 205,7 miliar.

Golden Energy Mines mencatatkan produksinya sebesar 1,462 juta ton selama kuartal pertama tahun 2012. Angka tersebut mewakili pertumbuhan sebesar 50% apabila dibandingkan dengan periode pertama di tahun 2011. Volume penjualan Perseroan juga naik menjadi 1,769 juta ton.

Selain itu, pendapatan bunga perusahaan naik jadi Rp 22,6 miliar dari sebelumnya Rp 1,8 miliar. Perseroan juga mencatatkan keuntungan kurs sebesar Rp 3,34 miliar, sebelumnya dari pos ini pihaknya mencatatkan kerugian Rp 1,57 miliar.

Kemudian beban bunga perseroan juga mengalami penurunan menjadi Rp 386 juta, padahal sebelumnya perseroan menghabiskan sebesar Rp 8,6 miliar. Alhasil, laba sebelum pajaknya naik jadi Rp 134,88 miliar dari sebelumnya Rp 109,4 miliar.

Di sisi lain, posisi kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp 1,6 triliun pada akhir Maret 2012, naik signifikan dari posisi di akhir Maret 2011 yang hanya sebesar Rp 50,9 miliar. Jumlah aset perseroan juga naik menjadi Rp3,6 triliun pada akhir kuartal I-2012, naik dari Rp 3,32 triliun pada akhir kuartal I tahun lalu. (didi)

BERITA TERKAIT

PGL Bangun Hunian di Kelapa Gading

PGL Bangun Hunian di Kelapa Gading NERACA Jakarta - Permata Graha Land (PGL) membangun hunian di Kelapa Gading dengan harga…

WIKA Suntik Modal Wika Serang Panimbang - Raih Pinjaman Rp 894 Miliar

NERACA Jakrta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memperoleh fasilitas pinjaman dari dua PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT…

Pengusaha Didakwa Suap Dirjen Hubla Rp2,3 Miliar

Pengusaha Didakwa Suap Dirjen Hubla Rp2,3 Miliar NERACA Jakarta - Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adi Putra Kurniawan didakwa menyuap Direktur…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Nindya Karya Berencana Go Public di 2018

Bila tidak ada aral melintang, PT Nindya Karya (Persero) akan melakukan penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering…

Banyak Manfaat IPO - Perusahaan di Jambi Didorong Go Public

NERACA Jambi - Mendorong perusahaan lokal go public, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jambi menggelar roadshow dan mengedukasi manfaat…

Obligasi Dalam Negeri Diminati Investor Asing

Analis pasar modal dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa instrumen investasi obligasi di dalam negeri masih diminati investor…