Dana Penghematan Untuk Benahi Aset BUMN

NERACA

Jakarta—Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui dana hasil penghematan anggaran 2012 sebesar Rp31,471 miliar akan digunakan untuk penataan dan pengawasan aset-aset BUMN. "Ini usulan dari Komisi VI yang menghendaki kalau penghematan itu untuk penataan aset negara, misalnya pendataan aset-aset hingga penyelesaian bilamana ada sengketa," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta,12/6

Menurut Dahlan, penataan aset BUMN saat ini tengah ditangani oleh Wakil Menteri BUMN. Wamen BUMN sedang membuat pemetaan aset-aset tersebut agar dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik oleh BUMN yang fokus pada aset tersebut, misalnya hotel dan rumah sakit.

Lebih jauh Dahlan menambahkan anggaran Kementerian BUMN sudah kecil. Namun ia menghendaki adanya penghematan di sejumlah pos. Bahkan dicontohkannya, penghematan biaya perjalanan dinas sekitar Rp12 miliar menjadi Rp18 miliar karena rapat dapat dilakukan melalui pesan BlackBerry (BBM).

Selain itu, penghematan juga dilakukan di pos honorarium. Artinya, pejabat tinggi di Kementerian BUMN yang menjadi anggota dalam suatu kegiatan tidak mendapatkan honorarium.

Pada 2012, pagu Kementerian BUMN Tahun 2012 sebesar Rp111,26 miliar, dari rencana semula Rp142,46 miliar. Pengurangan pagu sekitar Rp31,42 miliar ini diambil dari pos-pos sebagai berikut, pertama, pengurangan kegiatan rapat koordinasi sebesar Rp9,1 miliar atau 28,96%. Kedua, pengurangan dari pos perjalanan dinas dalam negeri sebesar Rp4,6 miliar atau 14,58%. Ketiga, pengurangan dari pos perjalanan dinas luar negeri sebesar Rp3,1 miliar atau 9,98%. Keempat, pengurangan dari pos belanja jasa konsultan/pihak ketiga yang kurang prioritas Rp13,5 miliar atau 43,06%. Kelima, pengurangan dari kegiatan-kegiatan lain (honor, ATK, dan lain-lain) sebesar Rp1,1 miliar aau 3,42%.

Pada 2013 mendatang, pagu indikatif Kementerian BUMN Tahun 2012 sebesar Rp142,688 miliar menyusul surat bersama Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional dan Menteri Keuangan nomor 0096.M.PPN/03/2012 dan S-214/MK.02/2012 tanggal 30 Maret 2012. **cahyo

BERITA TERKAIT

Tekan Efisiensi, Holding BUMN Tambang Tidak Efektif

NERACA Jakarta –Keputusan pemerintah yang akan membuat holding BUMN sektor pertambangan masih dinilai skeptis dari pelaku pasar dan justru dinilai…

Suku Bunga 4,25% untuk Dorong Investasi

  NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menyatakan suku bunga acuan sebesar 4,25 persen sudah…

BCA Serahkan Donasi Rp850 juta untuk UNICEF

      NERACA   Jakarta - Memperingati hari anak sedunia yang jatuh tanggal 20 November, PT Bank Central Asia…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Dibuat Konservatif, Kemenkeu Ingin APBN 2018 Tak Direvisi

      NERACA   Jakarta - Kementerian Keuangan menyatakan akan mengupayakan agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018…

Lewat Teknologi, Syngenta Ingin Kembangkan Pertanian Indonesia

  NERACA   Jakarta - Terbatasnya lahan pertanian di Indonesia, serta tuntutan akan pangan yang berkualitas menjadi salah satu tantangan…

Indeks Kemudahan Berbisnis Di Jakarta Turun Dua Peringkat

    NERACA   Jakarta - Indeks Kemudahan Berbisnis (Ease of Doing Business/EoDB) yang baru dirilis Asia Competitiveness Institute (ACI)…