Melatih Motorik Halus dan Kasar pada Anak

Sabtu, 16/06/2012

NERACA

Bermain pada saat kecil memang sangat menyenangkan, namun bermain pada waktu kecil tidak hanya membuat bahagia tetapi akan membantu merangsang anak lebih lincah dan terampil dalam melatih motorik halus dan kasar, ujar Psikolog Anak Fabiola Priscilla Mpsi, Sabtu (9/06), di Jakarta.

Namun lebih dari itu Fabiola mengatakan, interaksi antara orang tua dan anak pada saat bermain, “mendorong terjadinya value transfer atau proses pengenalan nilai-nilai positif kepada anak seperti sikap saling menghargai, sportivitas, toleransi, tidak mudah menyerah, semangat kerja sama dan pertemanan, yang lambat laun membantu anak dalam mengembangkan karakter dan kepercayaan dirinya,” tuturnya.

Dia memberikan contoh seperti permainan Athletic. “Si anak akan mencoba berlari melewati rintangan di mana yang tidak mungkin dia dapat untuk lompat, namun karena dia ingin menuju ibunya yang menunggu di garis finish maka dia tidak akan mudah menyerah dan terus mencoba lagi. Ketika dia berhasil, tentunya rasa bangga meliputi dan membuat dia lebih percaya diri.”

Marketing Manager Bebelac Vera Amalia menambahkan, setiap anak adalah sang juara bagi ibunya. Bebegames merupakan wujud ekspresi cinta ibu dan anak karena melalui pendampingan pada saat bermain, anak dapat merasakan kasih sayang. "Anak merasakan kebahagiaan dan ketulusan yang diungkapkan orang tuanya,” tuturnya.

Dia mengatakan dengan membawa semangat Olimpiade di London tahun ini, Bebelac akan mempersembahkan Stadion Permainan Anak Terbesar Pertama di Indonesia di Plaza Barat Senayan, Jakarta pada 15 Juli mendatang.

Bukan hanya di Jakarta saja Bebelac akan mengadakan acara ini, namun di daerah lain seperti kota Solo, Surabaya, dan Medan. Dengan permainan yang sangat meyenangkan bagi anak-anak Bebelac akan mengadakan beberapa games seperti Athletic Games, Gymnastic Games, Triathlon, Ball Games dan Race Games, tuturnya.

Melatih Motorik Halus Dan Kasar Pada Anak

NERACA

Bermain disaat kecil memang sangat menyenangkan, namun bermain diwaktu kecil tidak hanya membuat bahagia tetapi akan membantu merangsang anak lebih lincah dan terampil dalam melatih motorik halus dan kasar, ujar Psikolog Anak Fabiola Priscilla Mpsi, Sabtu (9/06), di Jakarta.

Namun lebih dari itu Fabiola mengatakan, interaksi antara orang tua dan anak pada saat bermain, “mendorong terjadinya value transfer atau proses pengenalan nilai-nilai positif kepada anak seperti sikap saling menghargai, sportivitas, toleransi, tidak mudah menyerah, semangat kerja sama dan pertemanan, yang lambat laun membantu anak dalam mengembangkan karakter dan kepercayaan dirinya,” tuturnya.

Dia memberikan contoh seperti permainan Athletic, “si anak akan mencoba berlari melewati rintangan dimana yang tidak mungkin dia dapat untuk lompat, namun karena dia ingin menuju ibunya yang menunggu di garis finish maka dia tidak akan mudah menyerah dan terus mencoba lagi. Ketika dia berhasil, tentunya rasa bangga meliputi dan membuat dia lebih percaya diri.”

Marketing Manager Bebelac Vera Amalia menambahkan, “Setiap anak adalah sang juara bagi ibunya. Bebegames merupakan wujud ekspresi cinta ibu dan anak karena melalui pendampingan pada saat bermain, anak dapat merasakan kasih sayang, kebahagiaan dan ketulusan yang diungkapkan orang tuanya,”

Dia mengatakan dengan membawa semangat Olimpiade di London tahun ini, Bebelac akan mempersembahkan Stadion Permainan Anak Terbesar Pertama di Indonesia di Plaza Barat Senayan, Jakarta pada 15 Juli mendatang.

Bukan hanya di Jakarta saja bebelac akan mengadakan acara ini, namun di daerah lain seperti kota Solo, Surabaya, dan Medan. Dengan permainan yang sangat meyenangkan bagi anak-anak bebelac akan mengadakan beberapa games seperti Athletic Games, Gymnastic Games, Triathlon, Ball Games dan Race Games, tuturnya.