Hingga Mei 2012, Produksi AALI Meningkat 6%

NERACA

Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) hingga Mei 2012 mencatat produksi minyak sawit mentah (CPO) sebesar 514.979 ton atau meningkat 6% dibandingkan dengan periode yang sama 2011 sebesar 485.889 ton.

Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin. Kata Investor Relation AALI, Rudy Limardjo, pada periode yang sama, produksi Tandan Buah Segar (TBS) perseroan juga meningkat 6,1% atau mencapai 1,97 juta ton, dibanding periode yang sama sebelumnya. "Produksi yang dihasilkan berasal dari area Kalimantan yang meningkat 8,9%, disusul area Sumatera sebesar 4,9% dan area Sulawesi naik 3,7 %,”katanya.

Terkait kinerja keuangan hingga kuartal I-2012, perseroan mencatatkan laba periode berjalan senilai Rp 390,58 miliar. Angka itu turun 42,75% dibandingkan dengan periode yang sama 2011 yang sebesar Rp 682,23 miliar.

Penurunan laba AALI terjadi seiring dengan penurunan pendapatan bersih sebesar 6,52% menjadi Rp 2,58 triliun, dibanding periode yang sama 2011 senilai Rp 2,76 triliun. Selain itu, penurunan ini juga dipicu oleh kenaikan beban pokok pada kuartal I-2012 menjadi Rp 1,84 triliun, dibanding periode yang sama 2011 senilai Rp 1,68 triliun.

Hingga akhir Maret 2012, total aset perseroan mencapai Rp 10,83 triliun, atau meningkat dibandingkan kuartal I-2011 yang senilai Rp 10,20 triliun. Sebagai informasi, pada 2011, AALI mencatatkan laba bersih mencapai Rp 2,4 triliun atau naik 18,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2,1 triliun.

Peningkatan laba bersih tersebut didorong pendapatan bersih yang juga mengalami kenaikan sebesar Rp 1,9 triliun. Pendapatan bersih Astra Agro Lestari mencapai Rp 10,77 triliun atau meningkat 21,8% dibanding pendapatan bersih tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 8,843 triliun. Besaran pendapatan tersebut belum termasuk beban pokok pendapatan yang juga meningkat menjadi Rp 6,83 triliun dari sebelumnya di tahun 2010 sebesar Rp 5,23 triliun.

Total aset per 31 Desember 2011 tercatat sebesar Rp 10,204 atau meningkat Rp 1,41 triliun (16,06%) bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mampu mencapai Rp 8,79 triliun.

Untuk tahun 2012, anak usaha Group Astra ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp1,7 triliun. Belanja modal ini akan digunakan untuk memenuhi pengembangan bisnis antara lain sebesar 45% untuk perawatan tanaman yang belum bisa menghasilkan pada area seluas 45.000 hektar.

Kemudian, 33% dari dana itu digunakan perseroan untuk membangun pabrik baru, sedangkan sisanya 32% untuk perbaikan sarana dan prasarana. Sementara itu pada 29 Mei lalu AALI telah membagikan dividen Rp 995 per saham kepada para pemegang sahamnya yang diambil dari laba bersih tahun buku 2011.

Pembagian dividen tersebut diperhitungkan dengan dividen interim sebesar Rp 300 per saham yang telah dibayarkan pada 10 November 2011. Sedangkan sisanya yang sebesar Rp 695 per saham dibayarkan mulai 29 Mei 2012 lalu. (didi)

BERITA TERKAIT

Laba Bersih Peruri Melesat Hingga 424,80%

NERACA Jakarta - Perum Peruri mencatat perolehan laba bersih pada kuartal tiga 2017 sebesar Rp283,16 miliar atau naik 423,80% dibandingkan…

Produksi Beras Lebak Capai 261.797 Ton

Produksi Beras Lebak Capai 261.797 Ton NERACA Lebak - Produksi beras di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sampai Oktober 2017 mencapai…

Kementan Dorong Peningkatan Produksi Kopi Arabika

Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian mendorong peningkatan produksi kopi jenis arabika di sejumlah kawasan karena merupakan komoditas ekspor yang sangat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pegadaian Bakal Rilis Obligasi Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta –Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya di tahun depan, PT Pegadaian (Persero) akan menerbitkan surat utang (obligasi) senilai…

Bidik Akademisi, Citilink Gandeng ILUNI UI

Maskapai berbiaya murah (LCC) Citilink Indonesia kembali mengadakan kerjasama dengan organisasi alumni perguruan tinggi, kali ini dengan ILUNI UI (Ikatan…

KSEI Catatkan SID di Pasar Capai 1.09 Juta

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Frederica Widyasari Dewi mengungkapkan, jumlah investor yang tercatat di KSEI naik signifikan.…