Total Kucuran Kredit PIP Capai Rp464 Miliar - Ke Daerah

NERACA

edan--- Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mengungkapkan telah merealisasikan total pinjaman sekitar Rp464,431 miliar hingga 28 Mei 2012. Adapun pinjaman ini untuk membantu pemerintah daerah membangun infrastruktur layanan publik maupun percepatan perekonomian daerah. "Sudah Rp464 miliar lebih yang kita kucurkan, baik di Jawa, Sumatera, Sulawesi bahkan sampai ke NTT,” Kepala PIP Soritaon Siregar di Medan,11/6

Menurut Soritaon, sejauh ini paling besar pinjaman diberikan kepada pemerintah provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai mencapai Rp190 miliar. “Itu untuk pembangunan Rumah Sakit," tegasnya

Soritaon menegaskan, pemerintah daerah di seluruh Indonesia berhak atas bantuan pinjaman ini. Karena, pada hakikatnya PIP disiapkan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor strategis. "Keberadaan kami menutup celah ketiadaan anggaran daerah. Kami akan terus melakukan sosialisasi, sehingga tidak lagi perlu ada alasan keterbatasan dana yang menghambat pertumbuhan perekonomian," tambahnya

Di Sumatera Utara, jelas Soritaon, keberadaan PIP ini akan sangat potensial, karena selama ini infrastruktur dianggap sebagai persoalan krusial untuk melepaskan Sumut dari belenggu kemandekan ekonomi. "Masyarakat Sumut pasti sudah lelah menyuarakan pembangunan infrastruktur, tapi kita juga harus mengerti karena pemerintah daerah kekurangan anggaran. Nah untuk itu, kita membuka seluas-luasnya kesempatan untuk memulai pembangunan, apalagi ada rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus, yang tentunya harus di support dengan infrastruktur," jelasnya

Diakui Soritaon, pemerintah daerah sering menghadapi kendala dalam mengajukan pinjaman ke Pusat Investasi Pemerintah terutama dalam memberikan hasil studi kelayakan atas proyek infrastruktur yang hendak dibangun. "Feasibility Study menjadi syarat utama permohonan pinjaman Pemda ke PIP," terangnya

Studi kelayakan ini, menurut Soritaon lagi, bisa dibuat dengan melibatkan perguruan tinggi di daerah masing-masing. Dalam studi tersebut, Soritaon menuturkan, pertanyaan mendasar yang perlu dijawab adalah bagaimana dampak ekonomi dari ada atau tidak adanya proyek infrastruktur tersebut.

Soritaon mencontohkan rencana proyek untuk membangun atau mengembangkan pasar tradisional. Studi kelayakan itu harus bisa memberikan data valid tentang keberadaan pasar tersebut akan mewujudkan sebuah sentra industri perdagangan. "Secara sederhananya, studi ini bisa menjawab bahwa proyek pasar ini penting" tuturnya

Dalam memberikan pinjaman ke Pemda, PIP tidak semata-mata bertujuan mencari manfaat finansial, tetapi juga memperhatikan manfaat ekonomi, sosial dan lainnya yang dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat. "Jadi bunga pinjaman yang kami terima bukan untuk biaya operasional PIP, melainkan untuk kami pinjamkan lagi ke pemda-Pemda lain," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Ironis, Kelola Anggaran Daerah Belum Efektif dan Efisien - DANA TRANSFER DAERAH MENINGKAT

Jakarta – Sejak otonomi daerah digulirkan, kemandirian pemerintah daerah dalam mengelola anggaran daerah menjadi harapan besar bagi pemerintah pusat bisa…

Tiga Kabupaten di Jateng Terapkan Obligasi Daerah - Danai Pembangunan Infrastruktur

NERACA Semarang - Pemerintah daerah di 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah (Jateng) didorong untuk menggunakan obligasi sebagai salah…

Graha Layar Prima Raup Untung Rp 4,26 Miliar

NERACA Jakarta - PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) membukukan pendapatan sebesar Rp 592,56 miliar per 30 September 2017. Besar…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Motif MUFG Akuisisi Saham Danamon Dinilai Belum Jelas

      NERACA   Jakarta - Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) dikabarkan berniat mengakuisisi 40% saham PT Bank Danamon…

Ada Kemungkinan The Fed Naikkan Bunga di Desember

    NERACA   Jakarta - Federal Reserve AS berada di jalur untuk menaikkan suku bunga acuannya pada Desember, meskipun…

BPJS dan BJB Kerjasama Pembiayaan Tagihan Fasilitas Kesehatan

      NERACA   Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bekerja sama dengan Bank BJB dalam hal…