BUMN Tawarkan Solusi Kredit Macet - Terkait UMK Korban Bencana

NERACA

Jakarta---Kementerian BUMN menawarkan tiga cara sebagai solusi untuk menyelesaikan kredit macet usaha mikro dan kecil (UMK) korban bencana alam di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakartam, yakni salah satunya melalui program restrukturisasi. “Penyelesaian kredit macet UMK korban gempa dapat dilakukan melalui restrukturisasi,” kata Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat di Jakarta, Senin,16/6

Salah satu caranya, kata Wahyu, dengan penghapusan bunga dan denda, serta "hair cut" pokok pinjaman, dan menghidupkan kembali bisnis atau usaha baik melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) maupun pinjaman bank dengan bunga murah.

Apabila kredit macet UMK yang belum dapat diselesaikan dengan prgoram restrukturisasi tersebut, dapat diselesaikan melalui program hapus tagih yang mengacu pada PP Nomor. 33 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengurusan Piutang Negara. Hal itu untuk mendukung proses hapus tagih agar sesuai dengan anggaran dasar (RUPS telah menyetujui limit hapus tagih untuk masing-masing bank BUMN).

Namun, kata Wahyu lagi, bila proses hapus tagih tersebut belum dapat menyelesaikan kredit macet UMK, kata wahyu, maka alternatif penyelesaian berikutnya adalah melalui pemberian CSR (Corporate Social Responsilibity) sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing bank BUMN. "Kendati demikian, hingga saat ini kami belum menerima arahan dari Menteri BUMN bagaimana-bagaimananya," ujarnya.

Lebih jauh Wahyu menambahkan penanganan kredit macet pada bank BUMN baik yang timbul sebagai akibat dari bencana alam maupun sebab lainnya, merupakan bagian dari pengelolaan bisnis bank sehingga sesuai dengan anggaran dasar masing-masing bank. "Oleh sebab itu, Kementerian BUMN sebagai pemegang saham pada bank BUMN senantiasa mendorong manajemen untuk melakukan penanganan kredit macet, khususnya yang timbul karena gempa," ungkapnya.

Untuk debitur-debitur yang terkena dampak gempa, lanjut Wahyu, bank BUMN telah memberikan berbagai macam solusi untuk melakukan penyelesaian kredit, antara lain menghapuskan bunga, denda, ongkos, hingga keringanan membayar utang. Bank BUMN juga berupaya menghidupkan kembali sektor UMKM pada wilayah gempa Yogyakarta melalui penyaluran PKBL.

Posisi kredit macet UMK bank BUMN korban gempa per 11 Juni 2012, antara lain PT Bank Mandiri Tbk memiliki 141 debitur dengan pokok pinjaman Rp2,274 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan 39 debitur memiliki pokok pinjaman Rp4,259 miliar, serta PT Bank Tabungan Negara Tbk empat debitur dengan pokok pinjaman Rp799 juta.

Sementara, PT Bank Negara Indonesia Tbk sudah melakukan penghapusan kredit macet. Padahal Mei 2012, BNI memiliki 38 debitur dengan pokok pinjaman Rp17,36 miliar. **cahyo

BERITA TERKAIT

KY Yakin MA Independen Terkait PK Koruptor

KY Yakin MA Independen Terkait PK Koruptor NERACA Jakarta - Komisi Yudisial (KY) menyakini Mahkamah Agung (MA) akan bertindak independen…

Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP - Strategi Niaga

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…

Macet di Jalan Tol JORR

Kondisi di jalan Tol JORR di persimpangan dengan tol Jakarta-Cikampek selalu macet. Penyebab adalah kendaraan yang mau ke arah cikampek…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Belum Penuhi Rasio Kredit UMKM

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 20 persen dari total bank umum domestik belum…

LPDB Sederhanakan Persyaratan Pengajuan Pinjaman Dana Bergulir

  NERACA   Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyederhanakan kriteria dan…

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan…