Ganti Rugi Lahan Tol Solo Sesuai NJOP

NERACA

Solo---Tim pengadaan tanah jalan tol Solo-Kertosono simpang susun (interchain) Kartasura-Kebakkramat telah memiliki penaksiran logis sehingga pengadaan tanah tersebut tidak ada negoisasi jual-beli antara pemerintah dengan warga. "Harga (tanah terkena proyek tol) tidak bisa dinego. Nilainya sudah sesuai NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan relatif harga pasaran," kata Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Pemkot Surakarta, Agustaf Sriwaryanto kepada wartawan di Solo.

Agustaf mengatakan, meskipun nilai ril belum muncul, tetapi dijamin pemerintah tidak mencoba mencurangi. Besaran kompensasi kepada pemilik tanah pun pantas. Atas dasar itulah tim penaksir diterjunkan ke lapangan. Pemerintah selain mengganti pembebasan lahan juga menghitung nilai ekonomis tanaman yang tumbuh di atasnya. "Pohon tanaman keras dan pohon produktif dihitung nilainya sebagai kompensasi pembebasan lahan".

Sejauh ini tim Pemkot Surakarta, kata Agustaf, Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) masih melakukan pemetaan lokasi. Mereka fokus pada lahan terkena proyek. Sebab bisa jadi lahan milik warga calon penerima kompensasi tidak seluruhnya dipakai proyek jalan tol. Mengenai hal itu, pemerintah memutuskan membeli sisa lahan tersebut. "Tim memetakan yang daerah yang teriris mana? Misalnya satu lahan hak milik hanya terkena sebagian, maka untuk kelebihannya juga dibeli dan dihargai sama," tambahnya

Tol Solo-Kertosono interchain Kartasura-Kebakkramat sepanjang 400 meter membutuhkan 2,3 hektare lahan di wilayah Kelurahan Kadipiro, Jebres, Kota Solo. Oleh pemerintah, proses pembebasan tanah ditarget selesai tahun ini. "Warga mendukung pembebasan lahan. Mereka meminta prosesnya dipercepat untuk mencari tempat ganti dan juga mengatasi nilai lahan yang fluktuatif," kata Subandi, Ketua RW XXI Kampung Lemah Abang, Kadipiro, Jebres Kota Solo.

Berdasarkan tahapan sosialisasi tim selama ini, Subandi mengatakan, belum ada satupun transaksi pemerintah terhadap warga. Tim masih melakukan pengukuran dan validasi data. Namun survei sebelumnya mencatat sekitar 43 bidang tanah masuk dalam daftar pembebasan lahan jalan tol.

Lebih jauh Subandi mengatakan, untuk wilayah Lemah Abang terdapat 10 rumah dengan tiga diantaranya berdiri di atas tanah negara. Selain itu 33 rumah dan tanah sisanya berada di wilayah RW XXVIII, Ngipang, Kadipiro.

Subandi mengimbau kepada warga calon penerima kompensasi untuk tidak menjual asetnya itu ke pihak lain. Hal itu dikhawatirkan menjadi modus makelar tanah mencari keuntungan di tengah-tengah proyek pemerintah. Namun demikian sejauh ini Subandi meyakini praktik semacam itu belum terjadi. **cahyo

BERITA TERKAIT

Catatkan Penjualan Lahan 25,3 Hektar - DMAS Masih Mengandalkan Kawasan Industri

NERACA Jakarta – Kejar target penjualan, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) masih fokus mengembangkan kawasan industri. Apalagi, perseroan menerima permintaan lahan…

Rajawali Nusindo Buka Gudang Baru di Solo

Dalam rangka peningkatan omzet dan kinerja operasional, PT Rajawali Nusindo sebagai anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) yang bergerak…

Lahan Pertanian Beririgasi Teknis Tak Terdampak Kekeringan

  NERACA Jakarta – Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hari Suprayogi mengatakan lahan pertanian…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LIPI : UU Sisnas Iptek Lompatan Besar Dunia Iptek

    NERACA   Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia optimistis keberadaan Undang-undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU…

Sky Energy Luncurkan Produk Teringan di Dunia - Pembangkit Tenaga Surya

      NERACA   Jakarta - Kebutuhan akan listrik semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi. Pada 2019, kebutuhan listrik dunia…

Dua Tantangan Perpajakan Di Era Ekonomi Digital

    NERACA   Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengungkapkan terdapat dua tantangan utama yang harus dihadapi Direktorat…