Perbankan Perlu Penyesuaian Term Deposit Valas

NERACA

Jakarta---Bank Indonesia menunggu kesiapan perbankan terkait aturan lelang "term deposit" valas pekan depan. Hal ini perlu, mengingat sebelum memastikan melakukan lelang term deposit valas meski secara teknologi BI sudah siap meluncurkan instrumen itu. "Bank kan perlu penyesuaian, terutama mengenai teknologinya, kalau mereka siap bisa minggu depan Rabu atau bisa juga hari lain jika dirasakan perlu," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Hendar di Jakarta.

Menurut Hendar, nilai transaksi pasar uang antar bank valas sekitar 2 miliar dolar AS dan selama ini ditempatkan di pasar uang di Singapura, sehingga dengan adanya term deposit valas diharapkan uang tersebut masuk ke Bank Indonesia.

Lebih jauh kata Hendar, saat ini BI segera menyiapkan lelang "term deposit" valas akan mulai dilakukan pada Rabu pekan depan dengan kemungkinan dibuka juga pada hari lain sesuai kebutuhan. "Kita siapkan lelangnya mulai Rabu pekan depan," tegasnya

Seperti diketahui, BI sudah mengeluarkan surat edaran mengenai pelaksanaan transaksi 'term deposit' dalam valuta asing yang merupakan instrumen moneter untuk menyerap kelebihan likuiditas valas perbankan dan berlaku mulai Jumat ini. Aturan itu dalam bentuk Surat Edaran Bank Indonesia bernomor 14/ 18 /DPM tanggal 8 Juni 2012 tentang Perubahan Keempat Atas Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/18/DPM tanggal 7 Juli 2010 Perihal Operasi Pasar Terbuka.

Dalam aturan itu disebutkan, transaksi term deposit valas merupakan transaksi penempatan dana valuta asing milik peserta transaksi term deposit valas secara berjangka di Bank Indonesia. Transaksi term deposit valas menggunakan mata uang dolar AS dengan jangka waktu 7 hari, 14 hari dan 30 hari yang akan mendapatkan bunga dari Bank Indonesia.

Peserta Transaksi Term Deposit Valas adalah Peserta OPT yang merupakan bank devisa. Dalam melakukan penawaran transaksi Term Deposit valas, Peserta OPT dapat mengajukan penawaran secara langsung atau melalui Lembaga Perantara.

Menurut Hendar, ketentuan mengenal lelang term deposit valas ini sudah disiapkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) yang telah disetujui Gubernur Bank Indonesia untuk segera diterbitkan. **ria

BERITA TERKAIT

Pemerintah Perlu Lobi Amerika Terkait Ancaman Pencabutan GSP - Strategi Niaga

NERACA Jakarta – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai, pemerintah perlu melobi pemerintah Amerika Serikat terkait potensi pencabutan fasilitas…

Pemerataan Harus Jadi Mainstream Strategi Pembangunan - Mindset Pembangunan Perlu Diubah

    NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerataan tidak boleh lagi dilhat sebagai efek…

Uji Coba B30 Perlu Transparan

      NERACA   Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara menyatakan, terkait rencana program peningkatan…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Belum Penuhi Rasio Kredit UMKM

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 20 persen dari total bank umum domestik belum…

LPDB Sederhanakan Persyaratan Pengajuan Pinjaman Dana Bergulir

  NERACA   Tangerang - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyederhanakan kriteria dan…

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1%

  NERACA   Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan…