Bisa Pulih Lebih Cepat, Investor Diminta Jangan Panik - Dampak Krisis Global

Neraca

Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif dan didukung fundamental ekonomi yang baik serta inflasi yang terkendali menjadi keyakinan bila pasar keuangan Indonesia akan mengalami percepatan pemulihan disbanding negara berkembang lainnya ketika kondisi ekonomi global tidak stabil.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Eddy Sugito mengatakan, investor agar tidak panik menghadapi kondisi global yang berimbas pada bursa Indonesia. "Tidak perlu khawatir. Namun, bila berbicara volatilitas, bursa masih volatile," katanya di Jakarta, Kamis (7/6).

Menurutnya, disaat kondisi global pulih dan kembali kondusif, maka Indonesia akan paling cepat pemulihannya seiring kondisi fundamental ekonomi dalam negeri yang kuat. Perusahaan di dalam negeri juga masih terus melakukan ekspansi untuk meningkatkan kinerjanya agar lebih baik dibanding sebelumnya.

Dengan kondisi itu, dia mengaku, tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi global. Meski demikian, pihaknya tetap mengambil posisi hati-hati. "Kita tidak khawatir kondisi Eropa, tapi kita tetap hati-hati dan selektif. Minat investor ke dalam negeri masih kuat, namun sentimen global belum mendukung," ujarnya.

Eddy juga optimistis permintaan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) masih tinggi walau BEI kesulitan mendorong perusahaan-perusahaan untuk segera mencatatkan sahamnya di lantai bursa. "Dalam kondisi ini sulit sekali mem-'push' mereka karena mereka akan lihat pasar dan keuntungan yang diterimanya," tuturnya.

Menurutnya, kepercayaan investor terhadap bursa Indonesia masih tinggi. Hal ini terlihat dari begitu cepatnya pemulihan bursa Indonesia dibandingkan dengan bursa regional lainnya. "Kita lihat 'recovery' IHSG cukup pesat, jadi confidence terhadap Indonesia tetap tinggi," paparnya.

Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Kresna Graha Sekurindo Tbk, Michael Steven menambahkan, pergerakan pasar yang mudah berubah (volatile) seiring dengan sentimennya, diharapkan agar pelaku pasar saham mengambil posisi beli selektif pada saham-saham yang mempunyai fundamental positif. "Masyarakat harus ingat, saat ini pasar 'volatile', pelaku pasar harus mengambil posisi pembelian selektif terhadap saham saat ini," kata dia.

Menurut dia, saham-saham sektor perbankan, konsumer, serta saham Astra international (ASII) dan Indomobil Sukses International (IMAS) masih mempunyai prospek cukup baik. "Fundamental ekonomi kita cukup kuat, saham sektor konsumer dan perbankan masih akan positif, selain itu saham ASII dan IMAS," katanya.

Seiring dengan akan diadakannya Pemilu di Yunani, pihaknya optimis, pemimpin Yunani yang baru akan mengambil langkah sesuai dengan kebijakan Uni Eropa untuk menangani krisis keuangan yang tengah terjadi.

Kendati demikian, ia mengaku, masih meraba langkah apa yang akan diambil oleh pemimpin Uni Eropa beserta dengan negara maju lainnya seperti AS untuk mengatasi krisis finansial di Eropa.

Pasar Obligasi

Pasar obligasi tahun 2012 dipercaya akan menembus total nilai penerbitan baru Rp 45 triliun. Ini bahkan menembus target yang ditetapkan BEI, “Untuk obligasi yang tercatat Rp 24 triliun. Yang ada di pipeline Rp 22 triliun. Sampai saat ini jalan Rp 45 triliun. Ini jadi satu record tersendiri. Sudah over," kata Eddy Sugito.

Asal tahu saja, tahun 2012 banyak korporasi yang menerbitkan surat utang. Mereka rata-rata melakukan refinancing utang, ataupun utang baru dalam rangka ekspansi usaha. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Targetkan Koneksi Internet Cepat Sebelum 2024

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan bahwa seluruh Indonesia akan terjangkau dan terkoneksi dengan internet berkecepatan tinggi sebelum tahun…

Dampak Virtual Reality Bagi Anak

  Meski banyak digemari, headset Virtual Reality (VR) yang saat ini banyak beredar di pasar ternyata memiliki dampak bagi kesehatan manusia, terutama anak-anak.…

Olahraga Bersama Lebih Ampuh Kurangi Stres

Berolahraga bersama teman kemungkinan besar lebih baik untuk kesehatan Anda, ketimbang melakukannya sendirian. Studi dalam Journal of the American Osteopathic…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Nindya Karya Berencana Go Public di 2018

Bila tidak ada aral melintang, PT Nindya Karya (Persero) akan melakukan penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering…

Banyak Manfaat IPO - Perusahaan di Jambi Didorong Go Public

NERACA Jambi - Mendorong perusahaan lokal go public, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jambi menggelar roadshow dan mengedukasi manfaat…

Obligasi Dalam Negeri Diminati Investor Asing

Analis pasar modal dari Danareksa Sekuritas, Lucky Bayu Purnomo menilai bahwa instrumen investasi obligasi di dalam negeri masih diminati investor…