Permintaan Kabel Naik, Sucaco Targetkan Penjualan Rp 3 Triliun - Laba 2011 Tumbuh 80,14%

Neraca

Jakarta - Pabrik kabel PT Sucaco Tbk pada akhir 2011 catatkan omzet penjualan Rp 3,4 triliun atau naik 53,01% dibandingkan penjualan selama 2010 sebesar Rp 2,2 triliun.

Direktur Utama PT Sucaco Tbk. Elly Soepono mengatakan, peningkatan nilai penjualan ini disebabkan oleh meningkatnya volume penjualan dan harga bahan baku utama yaitu tembaga dan alumunium. “Dari total penjualan tersebut perseroan berhasil menaikkan laba kotor 57,05% dari Rp 168,0 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 263,9 miliar di tahun 2011,”katanya di Jakarta, Kamis (7/6).

Sementara laba sebelum pajak juga naik dari Rp 82,8 miliar di tahun 2010 menjadi Rp 145,1 miliar di tahun 2011, atau naik sebesar 73,34%. Dari keuntungan tersebut perseroan mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 109,8 miliar atau naik secara signifikan 80,14% dibandingkan laba bersih 2010 sebesar Rp 61,0 miliar.

Selain itu, perseroan juga akan membagikan dividen Rp.170,- per saham. Sementara itu, jumlah aset perseroan mengalami peningkatan dari Rp 1,2 triliun di 2010 menjadi Rp 1,5 triliun pada 2011 atau naik 25,75%.

Peningkatan ini, kata Elly, terjadi terutama karena adanya kenaikan pada kas dan setara kas, serta piutang usaha yang merupakan konsekuensi logis dari peningkatan penjualan yang signifikan.

Oleh karena itu, dirinya optimistis pada tahun ini perseroan dapat mempertahankan penjualan seperti tahun lalu mencapai Rp 3 triliun. Target ini tidak terlalu ambisius karena hingga April 2012 penjualan sudah mencapai Rp.1,2 triliun dengan perkiraan laba mencapai Rp. 100 miliar.

Fokus Dalam Negeri

Perseroan sendiri telah mengambil kebijakan-kebijakan strategis sejak tahun 2009 yang fokus kepada penjualan dalam negeri, mempertahankan segmen pasar produk andalan, serta melakukan efisiensi disegala bidang.

Selain itu, menurut dia, perseroan juga mencari peluang baru dan memberikan perhatian khusus pada penanganan pengadaan bahan-bahan baku utama dan terbukti telah memberikan kontribusi positif pada kinerja tahun lalu.

Berbicara tentang prospek kabel 2012 menurut Elly, manajemen tetap optimistis karena permintaan kabel listrik, baik kabel transmisi, kabel ditribusi, kabel tegangan tinggi, kabel tegangan menengah maupun kabel tegangan rendah masih sangat besar.

Pemerintah dan DPR sudah sepakat tentang APBN Tahun 2012 yang antara lain untuk membiayai pembangunan infrastruktur perhubungan yang dianggarkan Rp 55,6 triliun, pembangunan infrastruktur pemukiman Rp 33,4 triliun, pembangunan infrastruktur irigasi Rp 16,4 triliun.

Terkait dengan hal tersebut, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga sepakat mencadangkan dana sekitar Rp 88 miliar yang akan digunakan perseroan untuk perawatan dan pemordenisasian mesin.

Elly mengatakan, pemerintah sudah sepakat untuk membiayai pembangunan infrastruktur energi dan lainnya (termasuk didalamnya pembangunan pembangkit tenaga listrik, jaringan transmisi (4.665 km), Gardu Induk (3.380 MVA), dan infrastruktur lainnya sebesar Rp 56,0 triliun.

Program pemerintah untuk proyek percepatan pembangunan penambahan daya listrik tahap II dengan pembangun power plant 10.000 MW akan dilakukan mulai tahun 2012. Bahkan PLN menargetkan tingkat rasio elektrifikasi nasional tahun 2012 adalah 75% dan rata-rata pertumbuhan kelistrikan nasional hingga 2019 diperkirakan 9,2% per tahun. (fb)

BERITA TERKAIT

Laba Bank Sumut Naik 7,87%

  NERACA Medan - Laba bersih Bank Sumut sebelum diaudit pada tahun 2017 naik 7,87 persen dibandingkan pada 2016 atau…

PTPP Targetkan Pendapatan Rp 28 Triliun

NERACA Jakarta - Tahun ini yang merupakan tahun politik, tidak menyurutkan bagi PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP)  untuk menargetkan pertumbuhan…

Gubernur Jabar Targetkan Sebar 100 Juta Benih Ikan

Gubernur Jabar Targetkan Sebar 100 Juta Benih Ikan NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) menargetkan tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perkuat Pasar Ekspor Ke Afrika - Sido Muncul Bikin Anak Usaha di Negeria

NERACA Jakarta - Setelah sukses membuka pasar ekspor ke Filipina dengan berlanjutnya rencana pembukaan kantor pemasaran disana, kini PT Industri…

Gelar Rights Issue, SCMA Bidik Rp 3,58 Triliun

Cari pendanaan di pasar modal lewat penerbitan saham baru atau rights issue, kini tengah marah dilakukan emiten. Begitu juga halnya…

Bahana Sekuritas Taksir IHSG Capai 7.000

NERACA Jakarta – Pencapaian rekor baru indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun 2017…