Emas Dongkrak Volume Transaksi Multilateral - Laporan Bursa Berjangka Jakarta

NERACA

Jakarta - PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) melaporkan bahwa volume transaksi multilateral pada Mei 2012 mengalami kenaikkan sebesar 17.648 lot atau 3,8%. Kenaikkan ini dipicu oleh meningkatnya transaksi kontrak emas dengan total lonjakan sebanyak 22% menjadi 11.305 lot, dari April 2012 yang hanya 9.264 lot.

Menurut Direktur Bursa Berjangka Jakarta, Roy Sembel, kontrak berjangka emas yang diperdagangkan terdiri dari enam jenis seperti kontrak emas satu kilogram (GOL), kontrak emas 250 gram (GOL 250), kontrak gulir emas (rupiah dan dolar AS), kontrak indeks emas (KIE), kontrak gulir emas dolar AS (GU1H10) serta kontrak gulir mini emas dolar AS (GU1TF).

“Sepertinya emas mulai diminati kembali sama investor sebagai sarana berinvestasi. Apalagi, dari keenam jenis kontrak emas ini, kontrak gulir dolar dan kontrak gulir mini emas naik cukup tinggi, masing-masing sebesar 420 kali dan 80 kali dari April 2012,” kata Roy di Jakarta, kemarin.

Harga penyelesaian atau settlement price kontrak gulir emas (KGE) di Bursa Berjangka Jakarta menurun pada penutupan 31 Mei 2012, yaitu sebesar Rp473,717 per gram jika dibandingkan dengan settlement price pada 30 April 2012 yang senilai Rp491.842 per gram.

Kendati demikian, guru besar FE Universitas Kristen Indonesia ini meyakini bahwa harga emas akan kembali bergerak naik atau bullish dalam beberapa bulan ke depan. Sehingga Bursa Berjangka Jakarta terus meningkatkan volume transaksi multilateral.

Dia juga optimis bahwa target transaksi multilateral hingga akhir 2012 akan menembus angka lima persen dari keseluruhan volume transaksi.

Varian baru

“Salah satu langkah meningkat multilateral adalah menciptakan kontrak baru yang diminati pasar, yakni varian baru kontrak berjangka emas. Itu akan kita keluarkan dalam waktu dekat. Yang disasar nasabah ritel (individu) yang memiliki potensi besar dalam bertransaksi multilateral karena selama ini pasar itu belum digarap,” tegas Roy.

Selain itu, lanjut dia, peningkatan volume transaksi tinggi juga terjadi pada transaksi bilateral. Total volume transaksi bilateral Mei 2012 mencapai 666.305 lot, naik 18,5% dari April 2012 yang hanya 562,507 lot. Hal ini diklaim Roy sebagai transaksi bilateral tertinggi sepanjang lima bulan pertama tahun ini.

“Dengan terbitnya UU PBK No.10/2011 yang baru, di mana produk bilateral telah diakui secara sah keberadaannya, tentu kami tidak akan mengabaikan kontrak bilateral tersebut. Jadi ke depan, kami akan mengembangkan produk bilateral sesuai keinginan pasar,” tambah dia. [ardi]

BERITA TERKAIT

BEI Kejar 22 Perusahaan Kakap Untuk IPO - Dongkrak Kapitalisasi Pasar

NERACA Bandung – Masih kecilnya nilai kapitalisasi pasar IPO di tahun 2017 kemarin, memacu PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk…

Kapitalisasi Pasar Catatkan Rekor Tertinggi - Bukukan Transaksi Rp 8,9 Triliun

NERACA Jakarta - Akhir pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat dengan membukukan…

APEI Berjuang Minta Insentif Diskon Pajak - Tingkatkan Transaksi ETF

NERACA Bandung – Guna meningkatkan transaksi produk Exchange Traded Fund (ETF) di pasar modal, Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menilai…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sekolah Pasar Modal Gratis di Buka di NTB

NERACA Mataram – Dalam rangka perbanyak investor saham di Nusa Tenggara Barat, kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Mataram menyelenggarakan…

Jakarta Garden City Pasarkan Lifestyle Center “New East”

NERACA Jakarta - PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT Modernland Realty Tbk mulai pasarkan produk properti komersial terbaru…

Investasi Properti di Bali - Tavisamira Janjikan Tiga Tahun Uang Kembali

NERACA Serpong-  PT Anugerah Kasih Satu (AKS), salah satu anak usaha PT Anugerah Kasih Investama (AKI) Group yang sedang mengembangkan…