Perbankan Nasional Harus Siap Hadapi AEC

NERACA

Jakarta-- Perbankan nasional harus mempersiapkan diri guna menghadapi tantangan dalam menuju keterbukaan pasar bebas ASEAN yang akan terjadi di 2020. "Di Asean ada tantangan yang kita anggap tak kecil dan yang harus diperbaiki yaitu keterbukaan pasar bebas," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad di Jakarta.

Muliaman menambahkan, keterbukaan pasar bebas bukan tujuan akhir tetapi menjadi alat untuk mengembangkan perbankan dan pasar-pasar modal. "Industri perbankan ASEAN akan terbuka secara kesepakatan multilateral pada tahun 2020. Demi mencapai keterbukaan ini diperlukan beberapa langkah seperti kapasitas building, pembangunan infrastruktur keuangan dan harmonisasi aturan-aturan," ujarnya

Lebih jauh kata Muliaman, pembangunan kapasitas building ini lebih tertuju pada pengembangan human capital di industri perbankan Indonesia. Sedangkan pembangunan infrastruktur keuangan lebih diarahkan pada perbaikan alur keuangan perbankan.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengakui pasar tunggal yang terbentuk ketika Asean Economic Community (AEC) diimplementasikan pada 2015 mendatang harus bisa dihadapi oleh semua pihak yang terkait. “Saya takut dua tahun mendatang, implementasi AEC akan dilaksanakan. Kawasan ASEAN akan terintegrasi, semua aturan ekonomi akan sama. Borderless. Kalau tidak kompetitif, industri nasional kita akan menghadapi masalah,” ucapnya

Hidayat melanjutkan, berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri harus terus dilakukan. Termasuk melindungi pasar dalam negeri. “Kita akan terapkan perlindungan pasar yang selama ini masih lemah karena penurunan serapan pasar dunia saat ini Indonesia sebagai salah satu sasaran pasar bagi produk-produk industri dunia. Termasuk, hasil manufaktur dari China,” jelasnya.

China, ditambahkan Hidayat, unggul dalam produksi massal produk segmen menengah ke bawah. “Di bidang itulah kita harus memperkuat diri daya saingnya. Tapi kalau mengenai high end produk itu China tidak memproduksi. Indonesia bisa unggul di sektor atau segmen itu,” tambah dia. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pertamina Rugi, DPR: Kalau Dirut Salah Harus Diganti

  NERACA   Jakarta - Anggota Komisi VI DPR Ihsan Yunus mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan PT Pertamina (Persero)…

DPR: Penyedia Jasa Konstruksi Harus Utamakan Keamanan

DPR: Penyedia Jasa Konstruksi Harus Utamakan Keamanan NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR Sigit Sosiantomo mendesak seluruh penyedia…

Alasan Penderita Mata Rabun Harus Segera Pakai Kacamata

Anak-anak maupun dewasa yang mengalami masalah mata semisal miopi dan hipermetropi harus memakai kacamata, menurut Spesialis mata dari Persatuan Dokter…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pertemuan IMF dan World Bank Bakal Beri Keuntungan untuk Indonesia

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia menyatakan pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang berlangsung…

Rp2.869 Triliun Dana Perbankan Dimiliki Hanya 239 Orang

      NERACA   Jakarta - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan sekitar 55,8 persen pemilik rekening…

Randi Anto Jabat Dirut Jamkrindo

      NERACA   Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara mengangkat Randi Anto sebagai Direktur Utama Perusahaan Umum…