Reklamasi Tambang 22,93 Hektar, Newmont Gelontorkan Dana US$3,56 Juta

NERACA

Sumbawa - Perusahaan Tambang Emas dan Tembaga PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) mengakui, total luas lahan aktual pada 2011 yg direklamasi adalah 22,93ha (aktual 17,93 ha di area timbunan batuan vs 17,46 ha dan 5 ha di daerah saluran pengalih air Barakebo vs rencana 26,3ha). Hal tersebut dijelaskan Manajer Environmental Affair Newmont Parliyanto Darmawan, di Batu Hijau, Sumbawa, Rabu (6/6).

Dia mengatakan, total biaya reklamasi/revegetasi 2011 tersebut adalah US$3,56juta. "Rincian biaya penyiapan lahan reklamasi (alat berat, material) US$3,34juta; dan biaya revegetasi (bibit, pupuk, material pengendali erosi) US$0,22juta," jelasnya.

Sementara itu Supervisor Reklamasi PT NNT, Fitrah Jaya Kurniawan, mengakui bahwa Newmont sejauh ini telah mereklamasi 691 hektar lahan bekas tambangnya. Fitrah mengatakan, luas lahan yang dibuka sejak operasional penambangan berlangsung, tahun 1999, sampai 2010 sebesar 2.238 hektar. Pembukaan lahan tambang, katanya, diperkirakan masih akan berlangsung sampai tahun 2027.

Reklamasi akan dilakukan bertahap. Dalam proses reklamasi, lahan terbuka, kata dia, dilapisi dan dipadatkan dengan tanah setinggi 2,75 meter kemudian ditanami pepohonan sesuai dengan vegetasi di hutan sekitar, seperti Jabon dan Merbau.

Lebih lanjut dia mengatakan, reklamasi yang dilakukan Newmont selalu dijalankan sebelum proses tambang selesai. "Proses reklamasi kami lakukan tanpa harus menunggu proses tambang kelar, begitu selesai dibuka dan diolah, kami langsung reklamasi," tuturnya.

Pengolahan Limbah

Parliyanto Darmawan mengatakan, Newmont mengolah limbahnya agar bisa didaur ulang untuk dipergunakan kembali sebagai bahan yang dapat dipergunakan kembali. Selain itu ada juga yang diberikan kepada pihak ketiga, juga untuk didaur ulang.

Dia menjelaskan, limbah dari Newmont terdiri dari limbah B3 dan limbah non B3. Menurutnya, pengolahan limbah dilakukan agar tidak mengganggu lingkungan sekitar. "Kita tidak mau membuang limbah, kita ingin mengolahnya," ujarnya.

Limbah B3, jelasnya, terdiri dari limbah pelumas bekas. Limbah tersebut Dimanfaatkan utk ANFO di PLTU. Untuk pengganti solar. Kemudian ada limbah abu batu bara yang dimanfaatkan utk campuran beton dan paving block, dan dikirim ke pemanfaat pihak ketiga.

Selain itu ada limbah medis, yang pengolahannya dibakar dan abunya dikirim ke pengolah limbah. Kemudian limbah baterai bekas, yang dikirim ke pemanfaat pihak ketiga utk didaur ulang. Yang terakhir adalah limbah majun dan filter bekas yang diolah dengan dikirim ke pihak ketiga utk substitusi bahan bakar.

Sementara itu untuk limbah non B3, Parliyanto menjelaskan, terdiri dari limbah rumah tangga/sampah makanan yang didaur ulang menjadi kompos utk reklamasi. Kemudian ada limbah besi bekas yang dikirim ke pengolah untuk didaur ulang.

Sementara itu limbah non B3 lainnya adalah limbah sludge IPAL-D, dimanfaatkan untuk pupuk. Selain itu limbah air buangan IPAL-D, untuk air irigasi tanaman dan penyiraman jalan. Sebagai informasi, penambangan Newmont di Batu Hijau beroperasi penuh sejak Maret 2000 atau hampir 14 tahun setelah penandatanganan kontrak karya, Desember 1986. Aktivitas penambangan dilakukan pada cebakan tembaga (kini dikenal dengan pit Batu Hijau).

BERITA TERKAIT

Holding Tambang akan bangun Smelter Freeport - Jika Divestasi Sukses

    NERACA   Jakarta - Induk usaha (holding) tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan akan bertanggung jawab membangun…

Bungasari Flour Siapkan Capex US$ 40 Juta - Bangun Pabrik Baru di 2018

NERACA Jakarta – Genjot kapasitas produksi dua kali lipat dari saat ini 300 ribu ton pertahun, produsen tepung, PT Bungasari…

Campina Bidik Dana Segar IPO Rp 354 Miliar - Harga Rp 310-Rp 400 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Campina Ice Cream Industry Tbk telah menetapkan rentang harga penawaran umum saham perdana alias initial public…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

KKP Sebut Bantuan Alat Tangkap Sesuaikan Kondisi Nelayan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakan bantuan alat tangkap yang disalurkan ke berbagai daerah telah disesuaikan dengan kondisi…

Akuakultur - Optimalisasi KJA Disebut Picu Usaha Budidaya Laut Kepri

NERACA Bintan- Optimalisasi   Karamba Jaring Apung (KJA) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui dukungan sarana budidaya hingga saat…

Tahun 2019 - Pemerintah Targetkan Satu Juta Tenaga Kerja Bersertifikat

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan sebanyak 1.142.752 tenaga kerja yang tersertifikasi pada tahun 2017-2019. Upaya ini akan ditempuh melalui…