Pasar Tidak Bagus, Mitra Adiperkasa Tetap Terbitkan Obligasi - Danai Untuk Bayar Utang

Neraca

Jakarta – Kendatipun kondisi pasar saham sedang mengalami fluktuasi yang tinggi, rupanya tidak mengurungkan niat PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) untuk menerbitkan obligasi dengan nilai Rp 300 miliar. Sebagaimana diketahui, perseroan berencana menerbitkan obligasi tetapi belum menentukan siapa penjamin emisisnya.

Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati mengatakan, penerbitan obligasi akan dilakukan pada akhir Juni, “Saat ini penjamin emisinya belum ditentukan dan masih dikaji,”katanya di Jakarta, Rabu (6/6).

Menurutnya, paling lambat penerbitan obligasi tersebut dilakukan pada November mendatang, lantaran utang jatuh tempo perseroan pada Desember 2012. Sebagaimana diketahui, penerbitan obligasi tersebut untuk melunasi utang jatuh tempo perseroan yang jumlah sekira Rp400-500 miliar. Utang tersebut di antaranya Rp300 miliar yang merupakan obligasi tahun 2009 yang memiliki tenor tiga tahun dengan kupon 12,25%. Sedangkan sisanya merupakan pinjaman yang berasal dari perbankan.

Dia mengaku, saat ini perseroan masih memiliki fasilitas pinjaman perbankan dari BCA, Bank Mandiri, Bank Danamon, dan beberapa bank asing. 40 persen porsi pinjamannya belum dicairkan. Namun perseroan lebih memilih terbitkan obligasi karena dinilai lebih murah."Referensi menerbitkan obligasi ini karena supaya stabil capital strukturnya. Karena ini kan jangka panjang. dan kita memilih lebih baik terbitkan obligasi," ungkapnya

Dia mengatakan, sisa obligasi tersebut akan dianggarkan untuk belanja modal atau capital expenditure. Tahun ini, perusahaan menyiapkan belanja modal Rp 600 miliar. Capex tersebut akan digunakan untuk terus melakukan ekspansi. "Hingga akhir Mei, belanja modal yang sudah terpakai sebesar Rp110 miliar," tuturnya

Krisis Eropa

Selain itu, Fetty Kwartati menegaskan, penjualan perseroan tidak terpengaruh dengan krisis yang terjadi di Eropa."Kita tidak berpengaruh, karena segmennya untuk kalangan menengah ke atas,"jelasnya.

Perseroan terus menggenjot kenaikan penjualan dan targetnya bisa meningkat menjadi Rp6,3 triliun. Penjualan tersebut tentunya meningkat dibanding dengan realisasi 2011 yang sebesar Rp5,04 triliun. "Kita targetkan penjualan mengalami peningkatan 20-25% hingga akhir 2012,"paparnya.

Menurutnya, untuk menggenjot kenaikan penjualan tersebut, perseroan yang mengelola berbagai macam merek ternama seperti Starbuck Coffee, Burger King, Sportware House, dan lainnya ini berencana akan menambah 300 gerai baru di seluruh Indonesia. Adapun realisasinya hingga akhir Mei sudah 64 outlet yang telah dibuka.

Disamping itu, perseroan juga membagikan dividen tahun buku 2011 senilai Rp 35 per saham atau total nilai Rp 58,10 miliar. Pembagian dividen ini merupakan 16,14% dari laba bersih yang diraih sepanjang tahun lalu senilai Rp360 miliar. "Pembagian ini dilakukan untuk 1,66 miliar lembar saham yang telah dikeluarkan perseroan," ujarnya.

Rencananya, pembayaran dividen ini akan dilakukan pada 17 Juli 2012 mendatang. Sedangkan untuk sisa laba bersih setelah pembagian dividen akan digunakan sebesar Rp5 miliar untuk dana cadangan dan sebagai laba ditahan senilai Rp300,24 miliar.

Asal tahu saja, sepanjang tahun lalu perseroan membukukan laba bersih 2011 senilai Rp360 miliar atau melesat 79,10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp201 miliar. Seiring dengan lonjakan laba bersih, pendapatan perseroan juga naik menjadi Rp5,89 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,71 triliun.

Tercatat hingga akhir Mei 2012, perseroan telah mengoperasikan 1.108 gerai ritel di 39 kota dan juga sebagai distributor utama untuk lebih dari 90 merek ternama. (bani)

BERITA TERKAIT

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Bisnis Teh Unilever Tetap Beroperasi - Sariwangi Dinyatakan Bangkrut

NERACA Jakarta – Bangkrutnya PT Sarwangi Agricultural Estate Agency setelah dinyatakan pailit oleh pengadilan setelah gagal membayar utang, dipastikan tidak…

Saksi: Penyetoran Modal PLTU Tidak Sesuai Aturan

Saksi: Penyetoran Modal PLTU Tidak Sesuai Aturan NERACA Jakarta - Direktur Utama PT Samantaka Batubara A.M. Rudy Herlambang selaku saksi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…