Tingkatkan Wirausaha Mahasiswa Indonesia

NERACA

Program BUTIK CIMB Niaga yang merupakan pengembangan dari program Beasiswa Unggulan CIMB Niaga yang telah dilaksanakan sejak 2009, dengan alokasi dana sekitar Rp540 juta, adalah wujud kepedulian CIMB Niaga di bidang pendidikan pada 2012 untuk mendukung dan mengintegrasikan kegiatan Social Responsibilityke dalam unit usaha.

Salah satu penyebab kurang cepatnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah masih sedikitnya jumlah entrepreneur sebagai pelaku ekonomi, antara lain pengusaha, pedagang, industrialis dan lain-lain.

Dengan adanya enterpreneur, dua indikator penting dalam suatu negara maju dan makmur secara ekonomi akan terpenuhi, yaitu rendahnya angka pengangguran dan tingginya devisa terutama dari hasil-hasil barang ekspor yang dihasilkan.

Di sinilah diperlukannya pelaku-pelaku usaha yang mampu mendorong dunia bisnis untuk melahirkan lebih banyak creative social entrepeneurship muda sebagai lokomotif perubahan ke arah bisnis dan kemandirian, serta keseimbangan antara konsep keuntungan dan kesejahteraan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) menyelenggarakan program Beasiswa Unggulan Teknologi Industri Kreatif (BUTIK) bagi 15 orang mahasiswa tingkat S1 dan vokasi/politeknik (DIII), yang telah menjadi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (wira usaha muda).

Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga L. Wulan Tumbelaka mengungkapkan, untuk meningkatkan wirausaha mahasiswa Indonesia, CIMB Niaga dan Kemdikbud menyelenggarakan program beasiswa. “Melalui Program BUTIK CIMB Niaga ini, akan tercipta mahasiswa sebagai angkatan muda yang produktif dalam masyarakat, yang mampu mengatasi berbagai masalah sosial yang ada serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya,” kata Wulan.

Seleksi ketat

Untuk itulah, menurut Wulan, untuk terpilih menjadi penerima Program BUTIK CIMB Niaga, yang dicari adalah mahasiswa yang berprestasi dari segi akademik maupun nonakedemik (dengan kemampuan berwirausaha).

“Program BUTIK CIMB Niaga terbuka bagi mahasiswa universitas negeri dan swasta, yang telah duduk di semester 5 pada tingkat S1, dan semester 3 pada program Vokasi/Politeknik (DIII) dengan IPK minimal 2,75 dan memiliki usaha aktif setidaknya 6 bulan,” papar Wulan.

Meski telah memiliki usaha aktif selama 6 bulan, peserta akan disaring lagi dari sisi jenis dan pengembangan usahanya. Antara lain telah melaksanakan inisiatif usaha yang berorientasi memberikan solusi bagi masalah eco-social,memberikan rencana pengembangan usaha yang efektif, konsisten dan memberikan peningkatan manfaat bagi masyarakat.

Selain itu calon peserta juga diharuskan menyerahkan laporan usaha (kinerja keuangan dan pemasaran), memberikan rencana strategis penggunaan produk perbankan CIMB Niaga sebagai pendorong laju pengembangan usahanya. Dan yang terutama memiliki rekening CIMB Niaga.

Sejalan dengan green office campaign yang dicanangkan CIMB Niaga, proses pendaftaran tidak dilakukan secara manual, melainkan secara online dari 30 Mei – 28 September 2012 dengan mengunjungi website www.cimbniaga.com, untuk kemudian mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi seluruh dokumen yang disyaratkan.

Proses seleksi dilakukan oleh tim dari CIMB Niaga dan Kemdikbud. Beasiswa diberikan dengan jangka waktu maksimum empat (4) semester. Selain biaya kuliah, biaya hidup, dan modal usaha, pemenang juga akan mendapatkan pendampingan dari tim Micro Finance CIMB Niaga.

BERITA TERKAIT

Ekonomi Kreatif Andalan Indonesia Lesatkan Kesejahteraan Masyarakat

Oleh: Muhammad Razi Rahman Generasi milenial pada saat ini memiliki ciri-ciri lebih memahami mengenai teknologi digital, seperti penggunaan ponsel pintar,…

Kemenperin Terus Kembangkan Industri Fesyen Muslim Indonesia

NERACA Jakarta – Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Gati Wibawaningsih mengatakan fesyen Indonesia saat ini masih menjadi andalan untuk…

BPOM: Pemerintah Indonesia Berkomitmen Pembangunan Kesehatan Palestina

BPOM: Pemerintah Indonesia Berkomitmen Pembangunan Kesehatan Palestina NERACA Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan…

BERITA LAINNYA DI CSR

Gotong Royong Rawat Ciliwung - Danareksa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru

Sebagai bagian dari pada tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Danareksa (Persero) menggagas program…

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Lewat Tenun Alam

Jauh dari sang suami yang merantau ke negeri orang, tentunya memberikan tantangan tersendiri bagi seorang ibu bagaimana menafkahi sang anak…

Go-Jek Hibahkan 100 Al-Qur’an di Kota Medan

Dalam rangka pererat silaturahmi dengan masyarakat Medan, Go-Jek sebagai perusahaan penyedia layanan on-demand berbasis terdepan di Indonesia menghibahkan 100 Al-Qur’an…