Libatkan Orang Luar, Bapepam-LK Jamin Objektif - Pemilihan Direksi BEI

Neraca

Jakarta – Pemilihan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sudah memasuki tahap seleksi akan segera di umumkan keputusan hasil akhirnya pada 20 Juni nanti, tudingan pemilihan direksi tidak independent dibantah oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Ketua Bapepam-LK Nurhaida menegaskan, pemilihan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) dilakukan secara obyektif."Itu komite juga sudah ditentukan, dilihat dan komite memiliki independensi dan kredibilitas yang kuat. Kalau dekat bisa saja terjadi karena bergaul sehari-hari namun tetap penilaiannya obyektif,”katanya di Jakarta, Selasa (5/6).

Lebih lanjut dia menuturkan, ketika melakukan penilaian, anggota komite memberikan penilaian masing-masing kepada calon direksi. Meski nilai berbeda-beda pada setiap calon jabatan tertentu maka pihaknya melihat hasil fit and proper tes.

Nurhaida menuturkan, saat ini fit and proper tes telah selesai dilakukan dan memasuki tahap penilaian fit and proper tes. Pihaknya pun juga meminta rekam jejak calon direksi tersebut. "Kami meminta data dan informasi mengenai calon direksi tersebut. Diharapkan pada 20 Juni telah selesai pemilihannya," tutur Nurhaida.

Selain itu, dalam proses pemilihan direksi BEI tersebut, Nurhaida mengatakan, pihaknya melibatkan pihak luar untuk pemilihan direktur teknologi informasi."Posisi direktur teknologi informasi itu khusus sehingga harus melihat dan memberikan pendapat serta melibatkan pihak luar mengenai direktur teknologi informasi tetapi tidak memberikan penilaian, sedangkan direktur yang lain tidak spesifik,”tandasnya.

Hasil penelaahan terkini, dia mengaku ada calon Direksi yang pada dua posisi sekaligus. Penilaian pun harus dilakukan seksama untuk mendapat yang terbaik."Ada calon yang kita lihat CV-nya ada yang cocok untuk di dua tempat. Intinya kami melihat yang terbaik. Bisa saja calon yang diajukan akan ditempatkan di posisi lain," tegasnya.

Seperti diketahui tiga paket telah masuk Bapepam-LK. Masing-masing dipimpin oleh Ito Warsito sebagai Direktur Utama BEI incumbent, Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Edgar Ekaputra dan Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas Harry Maryanto Supoyo.

Pertarungan seru siap hadir, namun dengan format baru. Yakni, anggota bursa tidak memiliki hak suara dalam penentuan pimpinannya. Semua di-polling melalui Komite penilaian. Komite menjadi 'penguasa' dan penentu profesional siapa yang akan dipilih dan diumumkan 27 Juni mendatang dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Paket Ito Warsito dalam mendaftarkan diri ke Bapepam-LK didukung 32 AB. Sedangkan paket Edgar didukung 11 AB. Dukungan terbanyak diperoleh Harry Supoyo yang masuk paket III calon direksi BEI, dengan perolehan dukungan 59 AB. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Hamburkan Dolar ke Luar Negeri, BI ke Dalam Negeri

Oleh: Gigin Praginanto, Pemerhati Kebijakan Publik Berapa banyak bank bakal klenger dihantam kredit macet? Berapa banyak pekerja bakal kena PHK…

BEI Suspensi Perdagangan Saham SURE

Setelah masuk dalam kategori saham unusual market activity (UMA) atau pergerakan harga saham di luar kebiasaan, kini PT Bursa Efek…

Saham Holcim Masuk Pengawasan BEI

Perdagangan saham PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena perdagangan harga saham bergerak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 350 Miliar

Lunasi obligasi jatuh tempo, PT Waskita Karya (Persero) Tbk telah mengalokasikan dana pembayaran pokok obligasi I Waskita Karya Tahap II…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

Dorong Pemerataan Infrastrukur - Lagi, Indonesia Infrastructure Week Digelar

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrastruktur terus digenjot pemerintah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Apalagi, infrastruktur dipandang sebagai fondasi yang perlu…