Tarif Tol Waru-Juanda Resmi Naik

NERACA

Jakarta-Kenaikan tariff jalan tol Waru-Juanda tampaknya benar terealisasi. Bahkan penyesuaian tarif ruas tol sepanjang 12,8 km ini akan mulai berlaku tanggal 8 Juni 2012. "Kenaikan ini sudah ditetapkan Menteri pada 31 Mei 2012 lalu. Tapi di dalam SK dikatakan harus ada sosialisasi selama 7 hari, jadi akan mulai diberlakukan pada tanggal 8 Juni 2012 mulai pukul 00.00," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU Ahmad Ghani Ghazali di Jakarta,Selasa (5/6)

Lebih jauh kata Ghani menuturkan penyesuaian tarif ini telah ditetapkan dalam Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) Nomor 03 tanggal 12 Februari 2007. "Ini sudah ditetapkan dalam PPJT (perjanjian pengusahaan jalan tol) yang menyatakan bahwa badan usaha jalan tol berhak untuk menyesuaikan tarif tol setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi," tambahnya.

Sebagaimana ditetapkan dalam PP 15 Tahun 2005 tentang jalan tol, penyesuaian tarif tol dihitung berdasarkan rumusan yaitu Tarif lama (1+inflasi). "Sesuai dengan surat dari BPS, kita mendapatkan nilai inflasi regional Surabaya sebesar 12,48% dalam waktu dua tahun ini," ungkapnya

Lebih lanjut, Ghani mengungkapkan ini merupakan penyesuaian tarif yang kedua setelah penyesuaian terakhir dilakukan pada tanggal 31 Mei 2010 atau 2 tahun sejak ruas tol ini mulai beroperasi.

Ruas tol Waru-Bandara Juanda Surabaya milik PT Citra Margatama Surabaya. Adapun besaran kenaikan tarif 9.09% hingga 14,29% atau naik dari yang terendah Rp 500 sampai Rp 2.000. Perinciannya, Gol I : Rp 6.000, sebelumnya Rp 5.500 (9,09%), Gol II : Rp 9.000, sebelumnya Rp 8.000 (12,5%), Gol III : Rp 12.000, sebelumnya Rp 10.500 (14,29%), Gol IV : Rp 15.000, sebelumnya Rp 13.500 (11,11%), Gol V : Rp 18.000, sebelumnya Rp 16.000 (12,5%)

Ditempat terpisah, anggota Komisi V DPR dari Fraksi PDIP, Yosep Umar Hadi menilai proyek pembangunan jalan tol sangat lamban. Bahkan pembangunan jalan tol di Indonesia dianggap jalan di tempat. "Pembangunan jalan tol kita 28 km setahun, lihat China mungkin bisa buat 28 km sehari, kita setahun. Ini sama saja dengan jalan di tempat," ungkapnya

Yosep mendesak Menteri PU memberikan perhatian khusus terkait percepatan pembangunan proyek tol ini. "Ini kendalanya di mana? Ini perlu mendapat perhatian khusus Pak," tuturnya

Sebelumnya, Asosiasi Tol Indonesia (ATI) pun mengatakan hal yang senada. Ketua Umum ATI, Fatchurohman menuturkan pembangunan jalan tol di Indonesia sangat lambat, ironisnya pembangunan ini kalah jauh dari India dan Malaysia.

Pasalnya sejak tahun 1978 sampai tahun ini baru terealisasi 762 kilometer. Jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang telah membangun 3500 kilometer sejak tahun 1985. "India saja bisa membangun 20 km/hari, selama 10 tahun dia bisa bangun 2.000 km," kata Fatchurohman. **agus

BERITA TERKAIT

Waskita Kantungi Pinjaman Kredit Rp 1 Triliun - Bangun Jalan Tol Salatiga-Kartasura

NERACA Jakarta - PT Waskita Karya Tbk baru saja meneken perjanjian kredit sebesar Rp 1 triliun. Dana dari perjanjian kredit…

BCA Targetkan Penyaluran KUR Naik 10%

      NERACA   Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan angka penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Tol Balikpapan – Samarinda Ditargetkan Rampung 2018

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) menargetkan proyek pembangunan Jalan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Harga Minyak Dunia Melambung Tinggi

  NERACA   Jakarta - Harga minyak dunia melayang di dekat level tertinggi tiga tahun di 70 dolar AS per…

Meningkatnya Pertumbuhan Konsumsi Di Luar Rumah

      NERACA   Jakarta - Perusahaan riset Kantar Worldpanel Indonesia memonitor pola belanja konsumen untuk produk makanan dan…

Bisnis Game yang Mulai Berubah ke Mobile - Audition AyoDance Mobile

    NERACA   Jakarta – Industri game di Indonesia tengah mengalami perubahan yang signifikan. Jika sebelumnya, game berbasis Personal…