Rebound Sesaat, Indeks Rabu Masih Rentan Terkoreksi

Neraca

Jakarta – Kecemasan pelaku pasar akan kembali terkoreksi lebih dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak terjadi. Pasalnya, diakhir perdagangan Selasa kemarin, indeks BEI ditutup rebound 63 poin atas perburuan investor di saham-saham yang sudah murah. Aksi beli banyak dilakukan investor lokal.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, IHSG mengalami "rebound" pada perdagangan Selasa mengikuti kenaikan yang terjadi pada bursa regional, “Kenaikan indeks juga didukung oleh aksi beli investor menyusul kondisi saham unggulan yang sudah 'oversold' (jenuh jual)," katanya di Jakarta, Selasa (5/6).

Namun investor asing masih melakukan jual bersih (net sell) ditengah menguatnya indeks BEI Selasa. Selain itu nilai transaksi juga relatif kecil, tidak mengindikasikan adanya akumulasi besar di pasar.

Oleh karena itu, Purwoko memperkirakan perdagangan indeks BEI Rabu akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah terbatas. Kisaran 'support-resistance' di level 3.680-3.750 poin. Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan, Selasa, IHSG ditutup melonjak 63,294 poin (1,73%) ke level 3.717,867. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 12,835 poin (2,08%) ke level 628,552. Aksi beli didominasi investor lokal, sedangkan asing masih terus melepas saham. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 489,74 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 114.638 kali pada volume 15,292 juta lot saham senilai Rp 3,293 triliun. Sebanyak 209 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 72 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multibreeder (MBAI) naik Rp 1.000 ke Rp 12.000, Indocement (INTP) naik Rp 850 ke Rp 17.050, Astra Agro (AALI) naik Rp 800 ke Rp 20.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 650 ke Rp 21.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) tuurn Rp 6.500 ke Rp 183.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.000 ke Rp 54.400, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 550 ke Rp 49.450, dan Goodyear (GDYR) turun Rp 300 ke Rp 11.500.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melesat 70,236 poin (1,92%) ke level 3.724,818. Sementara Indeks LQ45 menanjak 13,832 poin (2,24%) ke level 629,549. Menguatnya beberapa pasar saham Asia membuat pelaku pasar kembali bersemangat untuk memburu saham. Apalagi, harga saham-saham unggulan sudah banyak yang murah akibat koreksi tajam.

Seluruh lapisan saham menjadi buruan investor, baik itu saham unggulan, hingga lapis dua dan lapis tiga. Sektor aneka industri bahkan menguat hampir empat persen. Sayangnya, investor asing tak sependapat dengan domestik. Dimana asing masih pilih untuk keluar dari lantai bursa.

Perdagangan sesi siang berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 64.904 kali pada volume 11,963 juta lot saham senilai Rp 1,61 triliun. Sebanyak 224 saham naik, sisanya 39 saham turun, dan 59 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 51.000, Multibreeder (MBAI) naik Rp 800 ke Rp 11.800, Indocement (INTP) naik Rp 750 ke Rp 16.950, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 19.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 55.200, Inovisi (INVS) turun Rp 150 ke Rp 5.350, Sucaco (SCCO) turun Rp 150 ke Rp 5.050, dan Bank Mega (MEGA) turun Rp 100 ke Rp 3.300.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 42,39 poin atau 1,16% ke posisi 3.696,97. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 10,82 poin (1,76%) ke level 626,54, “Bursa Asia dibuka menguat sekitar satu persen setelah mengalami koreksi signifikan pada hari sebelumnya dan memfaktorkan spekulasi potensi dilakukannya kembali stimulus di beberapa negara seperti China, AS dan Uni Eropa," kata analis Samuel Sekuritas, Christine Salim.

Sementara itu, analis pasar saham dari Mega Capital, Fadilah Qudsi menambahkan, dari sisi teknikal, indeks BEI memungkinkan mengalami teknikal rebound setelah mengalami tekanan yang cukup dalam. "Dalam pekan ini diperkirakan indeks akan bergerak dalam kisaran yang tidak terlalu tinggi,”paparnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 167,42 poin (0,92%) ke level 18.353,01, indeks Nikkei-225 naik 49,93 poin (0,60%) ke level 8.345,56 dan Straits Times melemah 24,51 poin (0,90%) ke level 2.723,33. (bani)

BERITA TERKAIT

KPK Masih Bahas Penerbitan DPO Setya Novanto

KPK Masih Bahas Penerbitan DPO Setya Novanto NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih membahas penerbitan surat daftar pencarian…

BEI Masih Suspensi Saham META

Pasca aksi korporasi yang dilakukan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), perdagangan saham  perseroan di pasar modal masih disuspensi atau dihentikan…

Kapolri: Brimob Masih Diperlukan Sebagai Postur Paramiliter

Kapolri: Brimob Masih Diperlukan Sebagai Postur Paramiliter NERACA Ambon - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menegaskan bahwa kehadiran Brigade Mobil…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Sertifikasi ISO 27001 - XL Tingkatkan Keamanan Data Pelanggan

NERACA Jakarta - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil meraih sertifikasi ISO 27001 sebagai standar baku penerapan Information Security…

Investor Saham di Babel Tumbuh Signifikan

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Pangkalpinang mencatat, jumlah investor pasar modal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengalami…

Renuka Targetkan Ekspor Tambang di 2018

Keyakinan membaiknya harga batu bara di tahun depan, menjadi harapan PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) bila pasar batu bara kembali meningkat.…