Kinerja Emiten Telekomunikasi Siap “Digeber” Di Kuartal III-2012 - Manfaatkan Libur Panjang

NERACA

Jakarta – Ketatnya persaingan antar operator telekomunikasi dalam memperebutkan pasar yang sudah, mulai jenuh membuat ekspektasi investor tidak terlalu tinggi terhadap peningkatan kinerja harga saham operator telekomunikasi. Kendati demikian, banyak analis berpendapat kinerja emiten telekomunikasi akan membaik di kuartal III-2012.

Managing Research PT Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, menurunnya kinerja emiten telekomunikasi disebabkan oleh persaingan yang ketat antar emiten,”Perkembangan informasi melalui jaringan internet menjadi persaingan baru di dunia operator telekomunikasi, terutama di antara emiten-emiten besar seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL),”katanya kepada Neraca di Jakarta kemarin.

Berdasarkan catatan laporan keuangan kuartal I-2012, hanya Telkom yang membukukan kinerja keuangan yang bagus. Dimana Telkom mencatatkan laba bersih selama kuartal I-2012 mencapai Rp 3,32 triliun atau naik 17,5% dibandingkan priode yang sama tahun lalu.

Jika Telkom bersinar, berbeda dengan Indosat dan XL. Pasalnya, laba Indosat mengalami penurunan 96,5% selama kuartal I-2012 dari posisi Rp 483,7 miliar pada kuartal I-2011 menjadi Rp 16,7 miliar di kuartal I tahun ini. Kemudian kondisi yang sama juga terjadi di XL. Anak usaha Axiata ini menderita penurunan laba bersih 11% di kuartal I-2012, menjadi Rp 667,207 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 756,052 miliar.

Kondisi tersebut dinilai Reza, dipengaruhi oleh kemampuan Telkom mengembangkan bisnis jasa data dan televisi berlangganan. Sehingga pendapatan Telkom tidak hanya dari bisnis seluler dan bisnis data saja. Berbeda dengan Indosat dan XL yang hanya punya bisnis di jasa seluler dan data. “Yang lainnya tidak punya bisnis seperti Telkom, ditambah juga dengan pangsa pasar Telkom yang memang sudah besar. Sehingga pengguna layanan mereka juga banyak,” jelasnya

Namun demikian, lanjutnya, perbaikan kinerja akan terjadi pada kuartal III-2012. Menurutnya, pada kuartal II dan III akan terjadi peningkatan traffic komunikasi karena bertepatan dengan momen liburan seperti libur lebaran, natal, atau libur akhir tahun. “Diharapkan seiring dengan momen tersebut, laporan keuangan mereka akan membaik, sehingga akan kembali dipercaya oleh para pelaku pasar,” ujarnya. (didi)

Untuk saat ini, Reza merekomendasikan saham telekomunikasi yang masih layak untuk dikoleksi adalah Telkom dan XL. Alasannya, menurut dia, pasar masih melihat secara fundamental mereka cukup baik. “Walaupun kinerja XL tidak terlalu baik, XL masih bagus dalam mengembangkan layanan selulernya terutama di layanan blackberry. Sementara menurut saya Indosat secara masih harus bersabar untuk dipercaya pasar, karena mereka masih banyak utang, dan itu yang ditakutkan pelaku pasar,”tandasnya.

Siklus Tahunan

Sementara itu, analis dari Equator Securities Gina Novrina Nasution pernah mengatakan, dilihat dari siklusnya, hampir tiap tahun, pada kuartal I selalu mengalami penurunan laba bersih pada perusahaan-perusahaan di sektor telekomunikasi. Lalu, pada kuartal II sedikit menanjak, dan pada kuartal III & IV mengalami kenaikan.

Karena itu, menurut Gina, investor bisa melihat momentum kenaikan kinerja keuangan emiten pada kuartal II-2012. “Lalu lintas komunikasi mungkin mengalami peningkatan jelang libur panjang di mana orang menghubungi tempat-tempat terkait dan bercengkrama dengan saudara dan komunikasi saat anak masuk sekolah,”ungkapnya.

Selain itu, lanjut dia, banyak juga promo-promo dari berbagai perusahaan yang disebarkan melalui pesan singkat shorts message service (sms) dari operator tertentu atau telepon langsung. Dimana kesemua itu, bisa meningkatkan pendapatan di emiten di sektor telekomunikasi pada kuartal II.

Terlebih jika memasuki libur panjang bulan puasa dan lebaran pada kuartal III, akan meningkat lebih tajam. Sebab, promo-promo menarik sekali biasanya dilakukan jelang akhir tahun melalui operator dan tentunya mendongkrak pendapatan perusahaan telekomunikasi.

Namun demikian, Gina sendiri tidak mengetahui persis apa yang menyebabkan siklus tersebut terjadi. “Jawaban untuk ini belum ada yang menelitinya. Hanya yang jelas, saya melihat potensi kenaikan laba emiten di sektor telekomunikasi akan terjadi di kuartal II-2012 dan kuartal berikutnya,”jelasnya.

Sebagai informasi, harga saham Telkom sempat melemah menembus Rp 7.000 di kuartal I-2012, tetapi kemudian kembali ke Rp 8.200. Kenaikan ini dipicu oleh laba dari layanan data internet Speedy dan IT-nya yang meningkat. “Meskipun untuk fixed line-nya menurun,” ujarnya.

Hingga akhir Mei 2012, lanjutnya, dilihat dari chart bulanannya, support TLKM seharusnya terjaga di Rp 7.900. Tapi, jika support tersebut ditembus, bisa turun ke Rp 7.100. “Resistance TLKM masih menguji Rp 8.700 meskipun sudah beberapa kali dicoba sulit untuk tembus resistance tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, EXCL, dilihat dari chart bulanannya dalam tren bullish tapi bertahap. Berkaca pada kenaikan dari 2010 ke 2011 yang naik signifikan dari Rp 1.000 ke Rp 5.000, resistance EXCL hingga akhir Mei 2012 adalah Rp 6.100 dan support Rp 5.000. Sedangkan ISAT, secara teknikal, berada dalam pola down trend channel jika dilihat dari candle bulanannya. “Hingga akhir Mei ini, resistance ISAT di Rp 5.150,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Tampil dengan Warna Baru, Infinix HOT S3X Siap Goda Pengguna

NERACA Jakarta – Vendor smartphone terkemuka asal Hong Kong, Infinix, mengumumkan ketersediaan varian warna baru untuk produk andalannya, Infinix HOT…

PAPARAN KINERJA KEUANGAN BNI

Wakil Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Herry Sidharta (tengah) menyampaikan Paparan Kinerja Keuangan PT BNI (Persero) Tbk, di…

KPK Siap Periksa Petinggi Lippo Group - YLKI DESAK PERLINDUNGAN KONSUMEN MEIKARTA

Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan segera memanggil sejumlah pihak dari Lippo Group, untuk selanjutnya diperiksa dalam kasus dugaan suap pengurusan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…