Sukses Mengembangkan Innovation Excellence - President Director PT Clariant Indonesia : Hans Gert Herrel

NERACA

Innovation is a key driver of progress on the path to profitable growth at Clariant (inovasi adalah kunci utama kemajuan menuju pertumbuhan yang menguntungkan di Clariant), memang telah dibuktikan. Perusahaan di bidang industri kimia ini mampu tampil sebagai leader yang memproduksi dan memasok ke pelbagai industri di seluruh dunia.

Saat ditemui Neraca, Presiden Direktur PT Clariant Indonesia Hans Gert Herrel mengungkapkan kegembiraannya atas pencapaian perusahaan yang dipimpinnya. “After undergoing major restructuring through 2010 (setelah menjalani restrukturisasi besar sampai 2010),” jelas Hans akrab ia disapa, Clariant experienced an active phase of external growth in 2011 (Clariant mengalami fase aktif pertumbuhan eksternal pada tahun 2011).

Pria berkebangsaan Jerman yang masih mempelajari berbahasa Indonesia ini menuturkan, bahwa dalam menghadapi kompetisi di dunia global, produk inovasi yang menarik dan bernilai tambah menjadi kunci pertumbuhan dan perkembangan perusahaan, “like we did”, ungkapnya.

Kepak sayap Clariant Group yang bermarkas di Muttenz, Switzerland ini memang terbilang fantastis. Tengok saja di Kawasan Asia-Pasifik, lebih dari 60% industri dikawasan tersebut menjadi pangsa pasar produk Clariant. Khusus di Asia, sekitar 43% bahan kimia diserap industri tekstil.

Profit pun melambung, pada 31 Desember 2011, total aset Grup Clariant bahkan mencapai CHF (Swiss Franc) 9.081 miliar yang secara signifikan lebih tinggi dari nilai tahun sebelumnya sebesar CHF 5.921 miliar.

Peningkatan ini tak terlepas dari langkah konsolidasi aset dari perusahaan yang diakuisisi Clariant pada 2011, yaitu Süd-Chemie dan perusahaan pendukung lainnya seperti Prairie Petro-Chem, Octagon Proses, dan Italtinto. Süd-Chemie adalah sebuah industri kimia terbesar yang berbasis di Munich Jerman bernilai EUR 1,2 miliar, yang mendorong dua dari 12 unit bisnis Clariant Group di bidang functional materials dan catalyst-energy.

Unit bisnis Clariant antara lain; additives, catalyst-energy, detergent-intermediates, emulsions, functional materials, industrial consumer specialties, masterbatches, oil-mining services, paper specialties, pigments dan textile chemicals.

Pabrikan Clariant Indonesia sendiri berlokasi di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Dengan dua site produksi terbesar yakni di Tangerang dan Cilegon. Diawaki pekerja, mereka menghasilkan sekitar 50.000 T/A chemicals, dyes, optical brighteners, emulsions, pigment preparations dan masterbatches, “Keberadaan Clariant Indonesia sangat penting, terlebih melihat perkembangan industri yang terus mengalami pertumbuhan,” ungkap Hans. Clariant akan meningkatkan pangsa pasar terutama di China, India, dan Brasil.

Innovation Excellence

Clariant dibentuk pada 1995 hasil sebuah langkah spin off dari perusahaan kimia Sandoz, yang berdiri sejak 1886 di Basel, Swiss. Pengetahuan dan pengalaman industri kimia selama 150 tahun menjadi pendorong perkembangan Clariant seantero dunia. Terlebih setelah Clariant menggabungkan bisnis bahan kimia Hoechst, Jerman pada tahun 1997, dan kembali mengakuisisi BTP Plc asal Inggris tahun 2000 dan divisi Masterbatches Ciba pada 2006. “Pada tahun 2008, kami juga mengakuisisi sebuah pemasok pewarna (dyes) asal Amerika,” jelas Hans.

Menurut Hans, agar dapat menghasilkan produk yang efektif dan efisien, Clariant telah mengembangkan Clariant Innovation Excellence (CIX) yang melengkapi menjadi empat pilar Clariant, yakni Operational Excellence, Commercial Excellence, People Excellence, dan Innovation Excellence.

“Hanya melalui kreativitas dan kapasitas yang tetap tinggi untuk inovasi, perusahaan bisa bereaksi dengan cepat terhadap kebutuhan pelanggan yang berubah),” tegas Hans bertekad. Berkat sejumlah besar inovasi, produksi Clariant terus dapat meningkat dan mampu menjawab tuntutan pangsa pasar melalui proses yang aman dan berkelanjutan mulai dari seluruh proses produksi hingga produk yang dihasilkan.

Ia menjelaskan bila Clariant memiliki staf dengan keberagaman budaya dan pemahaman yang berbeda, serta perbedaan kebutuhan pelanggan dipelbagai daerah. Karena itu peningkatan kualifikasi, komitmen dan motivasi stafnya sangat penting dalam berdaya saing sebagai perusahaan terkemuka. Clariant Group menaungi lebih dari 100 perusahaan dan sekitar 16.200 pekerja di seluruh dunia.

“Manajemen sumber daya manusia memainkan peran penting dalam merekrut, mempromosikan, dan mempertahankan karyawan terbaik untuk tiap posisi,” terang Hans, dengan memberi kompensasi, menyediakan pelatihan yang berkelanjutan dan memberi perhatian dalam mendorong karyawan mencapai karier.

Begitu pun dengan perhatiannya dengan lingkungan dan masyarakat sekitar pabrikan Clariant Indonesia. “Kami ingin memperkuat komitmen kami untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan sambil memberikan inspirasi bagi perusahaan lain di wilayah Tangerang untuk memulai program serupa,” tegas Hans.

Sejauh ini, Clariant Indonesia telah mendistribusikan 134 beasiswa untuk murid tingkat dasar melalui jalinan kerja sama dengan beberapa pihak, termasuk penanaman pohon di ruang publik di wilayah Tangerang. “Kami berkomitmen untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat di sekitar area kerja kami. Kami berharap langkah yang kami lakukan juga diikuti oleh banyak perusahaan di Tangerang,” ujarnya berharap.

BERITA TERKAIT

Holding Tambang akan bangun Smelter Freeport - Jika Divestasi Sukses

    NERACA   Jakarta - Induk usaha (holding) tambang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan akan bertanggung jawab membangun…

MCAS Miliki 14,81% di MatchMove Indonesia - Kebut Ekspansi Bisnis

NERACA Jakarta - PT M cash Integrasi Tbk (MCAS) dan induk usahanya, PT Kresna Graha Investama (KREN), meresmikan kerja sama…

Regulasi di Indonesia Yang Mengalami Obesitas

Regulasi di Indonesia Yang Mengalami Obesitas NERACA Jakarta - Para pakar hukum tata negara dalam Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara…

BERITA LAINNYA DI PROFIL

Proses Belajar Tak Mengenal Batas - Diding Sudirdja Anwar, Presdir Perum Jamkrindo

“Jangan pernah berpikir untuk berhenti belajar. Meski sudah berada di posisi puncak sebuah perusahaan, jangan pernah berpuas diri. Teruslah belajar,…

Tanto Darmawan Sutjipto Pemilik, PT Metro Taruna Agency - Menuai Sukses Dimulai Dari Tukang Antar Koran

Sejatinya hiruk pikuk dan branding sebuah media tidak lepas dari jasa para pengecer, loper, hingga agen sebuah surat kabar. Oleh…

Ade Sudrajat Usman, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) - Industri Tekstil Siap Bersaing di Pasar Global

Industri tekstil mengaku yang paling siap menyongsong Indonesia kembali bergabung dalam perdagangan bebas Trans Pacific Partnership (TPP). Namun, ada beberapa…