Kecewa Kartu Kredit Mega

Saya pemegang kartu kredit Bank Mega. Pada 26 Jan. 2011 pk. 14.29 saya mendapat SMS tawaran kartu baru. Lalu saya telepon bagian customer service, dijelaskan Bank Mega telah meng-upgrade ke Gold tetapi dengan limit aneh Silver dengan iuran Rp. 300.000/tahun tanpa persetujuan dari nasabah.

Kemudian saya menanyakan kelanjutan pengiriman kartu kredit saya tetapi jawaban dari CS bahwa alamat sulit ditemukan hingga kembali ke pengirim.

Berulang kali saya menanyakan status kartu kredit saya. Tetapi jawabannya pun sama. Sungguh aneh, tiap bulan saya selalu menerima tagihan Mega tetapi kenapa kartu saya tidak sampai?

Setiap bulan sejak Desember 2010 sampai Maret 2011 saya selalu menanyakan status kartu saya dengan mengganti alamat pengiriman kartu ke kantor. Ditanggapi oleh CS dengan memberikan alamat lengkap kantor.

Pada 22 Maret 2011 saya masih menanyakan status kartu saya. Oleh CS ditanggapi bahwa saya tidak mencantumkan nomor kantor sehingga tidak lengkap & alamat sulit ditemukan lagi.

Oh, My God..! Jadi selama ini komplain-komplai saya dengan alamat lengkap tidak ditanggapi oleh CS. Begitu tidak profesionalnya CS Bank Mega sehingga saya harus menunggu lagi selama 7 hari ke depan. Selama itukah pengiriman kartu kredit Mega hingga 4 bulan lamanya?

Dwie, Jakarta

Email: dwien_dy04@yahoo.com

BERITA TERKAIT

Penetrasi Pasar di Luar Jawa - Mega Perintis Siapkan Capex Rp 30 Miliar

NERACA Jakarta – Rencanakan membuka 20 gerai baru tahun ini guna memenuhi target penjualan sebesar 14%-15% menjadi Rp 509 miliar,…

REALISASI PENYALURAN KREDIT USAHA RAKYAT

Perajin merapikan tempat sampah hasil daur ulang di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)…

Pertumbuhan Kredit 2018 Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2018 mencapai 12,45 persen…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Neraca Perdagangan Indonesia Berada di Level Aman

    Oleh: Safrizal Fajar, Pemerhati Ekonomi Pembangunan   Sebagai negara berkembang dengan pertumbuhan ekonomi yang meroket, permintaan pasar dalam…

Debat Perdana Sebagai Momentum Kemenangan Demokrasi

    Oleh:  Ahmad Harris, Mahasiswa FISIP Universitas Dharma Agung               Debat perdana capres-cawapres dalam menyongsong Pemilu 2019 menarik…

Mengaborsi Koperasi

Oleh: Suroto, Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Profesor David Henly, pakar hukum adat dari Universitas Leiden yang meneliti koperasi…