Penguatan Rupiah Dorong Terjadinya Deflasi

Senin, 21/03/2011

Penguatan Rupiah Dorong Terjadinya Deflasi

Jakarta

Bank Indonesia (BI) menduga trend penguatan rupiah dan menurunnya harga pangan mengindikasinya kuatnya terjadi deflasi pada Maret 2011. "Ya, saya perkiraan Maret 2011 ini malah akan deflasi," kata Gubernur BI Darmin Nasuiton kepada wartawan di Jakarta,

Diakui Darmin, meski nilai tukar rupiah kemarin agak sedikit tertekan karena akibat krisis nuklir di Jepang. Sehingga ikut mempengaruhi sentimen negatif para pelaku pasar. Namun kemudian membaik lagi. "Tapi sudah membaik. Rupiah arahnya tentu akan ke sana (menguat). Tekanan pada rupiah akan kita lihat," jelas Darmin.

Keyakinan terjadi deflasi sebelumnya juga diutarakan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, kemungkinan terjadi deflasi di Maret 2011 dan beberapa bulan ke depan, karena harga pangan terus menunjukkan penurunan khususnya harga beras. “Soal inflasi, kita melihat ini bulan-bulan sebagai terjadinya deflasi. Kita lihat harga-harga terus menurun seperti beras dan indeks beberapa komoditi kita terus menurun,” ujar Hatta.

Untuk BBM, Hatta juga yakin harga minyak dunia bakal terjaga sehingga pemerintah bisa mengendalikan inflasi dengan baik. Dalam rapat kabinet tersebut, Hatta memaparkan soal rencana ketahanan pangan dan energi kepada predisen. Untuk menjaga inflasi terjaga, pemerintah meminta Bulog untuk menetapkan stok minimal 1,5 juta ton. “Kalau bisa 2 juta ton. Saat ini stok beras di gudang Bulog sudah 1 juta lebih,” imbuhnya.

Badan Pusat Statistik memperkirakan kemungkinan besar terjadi deflasi pada Maret 2011 ini. Alasanya ada indikasi sejumlah harga-harga komoditas, terutama bahan pokok terus menurun seperti beras. “Kita melihat bulan ini akan terjadi deflasi,” kata Kepala BPS Rusman Heriawan kepada wartawan di Istana Bogor, Senin 14/3

Lebih jauh kata Rusman, bahkan tak hanya beras, malah beberapa komoditas lainnya juga turut mengalami pelemahan. “Indeks beberapa komoditi kita terus menurun. Dan pada bulan-bulan depan akan terjadi deflasi terus, beras hari ini di Cipinang turun lagi Rp100 kemudian penting juga untuk menjaga harga-harga yang dikendalikan pemerintah dan kita harus menjaga,” tambahnya.

Oleh karena itu lanjut Rusman, dalam jangka pendek ini, Bulog harus tetapkan minumum stok sebanyak 1,5 juta ton. ”Kalau bisa dua juta. Hingga saat ini stok di gudang bulog sudah satu juta lebih,” terangnya.

Meski terjadi deflasi, Namun kata Rusman, pemerintah terus berusaha mencapai target inflasi sebesar 5,3%. Meski pada tiga bulan ke depan terbuka kemungkinan deflasi. Alasannya tekanan inflasi pada Pebruari kemarin meningkat. "Pada Februari ada kenaikan tipis, tapi Maret-April ini, kita bisa berharap turun atau katakanlah ada deflasi, saya kira 5,3% tetap berat," terangnya.

Diakui Rusman, tiga bulan kedepan merupakan kesempatan pemerintah untuk bisa memperbaiki agar tekanan inflasi tak meninggi. Bahkan bisa mengarah terjadinya deflasi, karena setelah tiga bulan ini tekanan inflasi cenderung menguat. "Sebenarnya tiga bulan ini diharapkan ada deflasi, setelah itu perhitungan kita lebih banyak inflasi daripada deflasi," tambahnya.

Lebih jauh kata Rusman, memang target angka 5,3% yang menjadi asumsi inflasi pemerintah bukan saja akan sulit tercapai..Namun karena Pebruari, harga pangan dunia masih tinggi. Sehingga mempengaruhi tekanan inflasi di dalam negeri. **ruhy

.