"Berat" Pulihkan Nama Ditjen Pajak

Senin, 21/03/2011

“Berat” Pulihkan Nama Ditjen Pajak

NERACA

Jakarta –Kementrian Keuangan mengakui “berat” mencapai target pajak Rp 708 triliun pada 2011. Alasannya kasus yang menimpa Direkotrat Jenderal (Ditjen) Pajak seperti Gayus Tambunan berimbas pada keengganan masyarakat membayar pajak.

“Dalam mencapai target pajak Rp708 triliun bukanlah tugas yang mudah. Karena berbagai kasus pajak yang menimpa Dirjen Pajak akhir-kahir ini. Misalnya kasus yang melibatkan karyawan Dirjen Pajak Gayus Tambunan,” kata Menkeu Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta, 18/3.

Karena itu, lanjut Agus, Kemenkeu terus melakukan pemulihan pada Ditjen Pajak. “Pemulihan nama institusi Ditjen Pajak merupakan tugas berat bagi Dirjen Pajak, setelah beberapa kasus menimpa institusi ini. Karena itu, kami terus berupaya agar Ditjen Pajak tetap menjadi lembaga yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat,” ungkapnya.

Agus menyebutkan, berbagai langkah dan tindakan nyata telah dilakukan Kemenkeu dan Ditjen Pajak untuk menegakkan integritas seluruh jajaran Ditjen Pajak. Saat ini, bentuk nyata yang dilakukan Dirjen Pajak dalam meningkatakan kepercayaan masyarakat adalah melakukan perbaikan pada sistem administrasi perpajakan guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. “Tugas dan kewajiban memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat selalu menjadi komitmen kami untuk terus dilaksanakan dengan standar pelayanan yang prima,” ucapnya.

Strategi mencapai target tersebut melalui sosialisasi terus menerus dilakukan. Tahun ini tema yang diusung pemerintah untuk menyosialisasikan pajak kepada masyarakat adalah “Peran Ibu dan Anak Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak.”pungkasnya. **ruhy