“Berat” Pulihkan Nama Ditjen Pajak

“Berat” Pulihkan Nama Ditjen Pajak

NERACA

Jakarta –Kementrian Keuangan mengakui “berat” mencapai target pajak Rp 708 triliun pada 2011. Alasannya kasus yang menimpa Direkotrat Jenderal (Ditjen) Pajak seperti Gayus Tambunan berimbas pada keengganan masyarakat membayar pajak.

“Dalam mencapai target pajak Rp708 triliun bukanlah tugas yang mudah. Karena berbagai kasus pajak yang menimpa Dirjen Pajak akhir-kahir ini. Misalnya kasus yang melibatkan karyawan Dirjen Pajak Gayus Tambunan,” kata Menkeu Agus Martowardojo kepada wartawan di Jakarta, 18/3.

Karena itu, lanjut Agus, Kemenkeu terus melakukan pemulihan pada Ditjen Pajak. “Pemulihan nama institusi Ditjen Pajak merupakan tugas berat bagi Dirjen Pajak, setelah beberapa kasus menimpa institusi ini. Karena itu, kami terus berupaya agar Ditjen Pajak tetap menjadi lembaga yang dipercaya dan dibanggakan masyarakat,” ungkapnya.

Agus menyebutkan, berbagai langkah dan tindakan nyata telah dilakukan Kemenkeu dan Ditjen Pajak untuk menegakkan integritas seluruh jajaran Ditjen Pajak. Saat ini, bentuk nyata yang dilakukan Dirjen Pajak dalam meningkatakan kepercayaan masyarakat adalah melakukan perbaikan pada sistem administrasi perpajakan guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. “Tugas dan kewajiban memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat selalu menjadi komitmen kami untuk terus dilaksanakan dengan standar pelayanan yang prima,” ucapnya.

Strategi mencapai target tersebut melalui sosialisasi terus menerus dilakukan. Tahun ini tema yang diusung pemerintah untuk menyosialisasikan pajak kepada masyarakat adalah “Peran Ibu dan Anak Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Membayar Pajak.”pungkasnya. **ruhy

BERITA TERKAIT

Pungutan Pajak PJU di Bekasi Perlu Direvisi

Ketika membandingkan besaran pungutan pajak penerangan jalan umum (PJU) antara di Bekasi dan Jakarta, ternyata sangat kontras sekali dan cenderung…

Pajak E-Commerce Dinggap Moderat

      NERACA   Jakarta - Peraturan perlakuan perpajakan bagi pelaku usaha yang melaksanakan kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik…

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama - Upaya PK Ditolak

Pengamat : BANI Sovereign Harusnya Bubar atau Ganti Nama Upaya PK Ditolak NERACA Jakarta - Keluarnya keputusan dari Mahkamah Agung…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Sawit

  NERACA   Kampar - Masyarkat Riau mayoritas berprofesi sebagai petani sawit yang nasibnya bergantung pada harga jual buah sawit.…

Tekankan Peningkatan Kesejahteraan Pasca Inhil Jadi Kluster Kelapa di Indonesia

  NERACA   Indragiri Hilir - Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan turunan kelapa yang ada di Kabupaten Inhil, Bupati HM…

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…