Merger Bahana Dengan BNI Bisnis Berprospektif - AEI Dukung Wacana Akuisisi

NERACA

Jakarta– Kabar rencana PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) akan mengakuisisi PT Bahana Securities, diyakini bakal mendongkrak kinerja sekuritas tersebut. Pasalnya, akan masuk aliran dana segar pasca terkuras dananya untuk penjaminan emisi IPO Garuda Indonesia.

Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartato angkat suara soal rencana aksi korporasi bank pemerintah ini. Dimana dirinya mendukung BNI mengakuisisi PT Bahana Securities. Karena dengan aksi akuisisi tersebut, kinerja BUMN sekuritas itu ke depannya akan lebih baik dan bisnis ke depan Bahana Securities akan lebih prospektif. “Akusisi setuju saja karena Bahana sekarang dimiliki BI (Bank Indonesia), lebih baik diambil BUMN,” kata Airlangga di Jakarta, kemarin.

Dalam setiap aksi korporasi yang menyangkut milik negara, harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bahkan jika hajat tersebut telah disepakati, rencana bisnis BNI juga perlu disampaikan kepada DPR.

Menyikapi rencana tersebut, Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Nurhaida diam seribu bahasa dan belum mau berkomentar. “Bapepam belum bisa komentari kalau sifatnya wacana. Akhir finalnya belum ada ketahuan. Nanti Bapepam-LK akan berikan penjelasan bila sudah jelas," ujarnya.

Menurut Nurhaida, perusahaan sekuritas merger memang tidak ada larangan. Tapi ada ketentuan bila dua perusahaan sekuritas dan kedua perusahaan sekuritas tersebut merupakan anggota bursa tetapi dimiliki oleh satu pihak maka hal itu tidak diperbolehkan. "Kalau perusahaan sekuritas diakuisisi pihak lain dan menjadi satu itu tidak menjadi larangan," paparnya.

Kondisi yang sama juga dilakukan Direktur Utama BNI Gatot Suwandono yang belum mau berkomentar panjang menyinggung rencana BNI mengambil alih Bahana Securities. ”Oh enggak. Kita belum sejauh itu," tutur Gatot.

Sebelumnya, dikabarkan PT Bank Negara Indonesia Tbk berencana melakukan merger antara PT Bahana Securities dan PT BNI Securities. Rencananya, BNI akan menggunakan obligasi rekapitalisasi untuk menggambil saham PT Bahana Securities. Menteri BUMN Mustafa Abu bakar pun telah memberikan lampu hijau kepada BNI untuk mengambil alih PT Bahana Securities. Aksi korporasi tersebut pun diserahkan kepada manajemen. "Saya serahkan sepenuhnya kepada mereka. Ini murni business to business mereka," kata Mustafa.

Kata Mustafa, jika PT Bahana Securities jadi diakuisisi BNI, maka diperlukan peraturan pemerintah (PP) terkait perubahan status tersebut dan izin dari DPR. Pasalnya, jika Bahana diakusisi BNI, maka sekuritas BUMN tersebut berubah status menjadi anak usaha BUMN.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menjelaskan, PP tersebut diperlukan lantaran status Bahana Securities saat ini adalah BUMN. Sementara jika rencana akuisisi tersebut teralisasi, maka Bahana Securities kemungkinan akan digabung dengan BNI Securities. Dengan demikian, status Bahana yang sebelumnya BUMN menjadi anak usaha BUMN.

Kemudian menyinggung kondisi keuangan Danareksa Sekuritas, Mustafa menyatakan, belum melihat Danareksa memerlukan bantuan lantaran modalnya masih cukup besar. “Modal (Danareksa) masih bisa. Selain itu, mereka selama ini tidak mengeluh,” tandasnya.

Meski pemegang saham mendukung rencana akuisisi tersebut, namun pemerintah menyerahkan rencana aksi korporasi tersebut kepada kedua BUMN tersebut. “Kalau ada rencana itu (akuisisi), tidak ada wewenang melarang atau membolehkan. Itu hanya inisiatif dengan prinsip business to business,” tuturnya.

Kendatipun belum ada pembahasan soal rencana tersebut oleh pemegang saham, Mustafa memperkirakan, bila jadi diakuisisi, maka akan dilakukan pada semester I tahun ini.

Seperti diketahui, akibat gagalnya penawaran saham perdana PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, berakibat terkurasnya modal tiga underwriter milik pemerintah yakni PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Securities. Dimana harus menyerap 47% saham yang tidak terserap pasar atau setara Rp2,3 triliun. (ardi/bani)

BERITA TERKAIT

INSA Dukung Implementasi Kebijakan B20 untuk Kapal Laut

NERACA Jakarta - Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mendukung penuh pemerintah yang mewaijbkan semua…

Bank SulutGo Ekspansi Layanan Digital dengan Korpri

    NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (SulutGo) melakukan ekspansi layanan digital dengan Koperasi…

SMGR Akuisisi 80,6% Saham Holcim Indonesia - Kuras Kocek US$ 917 Juta

NERACA Jakarta – Ekspansi bisnis semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) semakin gemuk setelah berhasil sukses mengakuisisi saham…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…