Jangan Sampai Terdorong ke Arah Country Risk

Senin, 21/03/2011

Dampak Teror Bom

Jangan Sampai Terdorong ke Arah Country Risk

Jakarta – Kembali maraknya teror bom bisa mendorong meningkatnya resiko keamanan dari security risk menjadi country risk. Karena semakin tak cepat diselesaikan, maka menimbulkan keresahan di masyarakat, sehingga investor juga terganggu. “Aksi ini bisa mendorong security risk dan kalau dibiarkan akan masuk ke dalam risiko keamanan di tingkat negara alias country risk,” kata Dekan FEUI, Prof Firmanzah kepada wartawan di Jakarta, 20/3.

Diakui Firmanzah, sudah pasti aksi teror bom tersebut akan meningkatkan keresahan masayarakat. Sehingga cepat atau lambat pasti akan berdampak langsung kepada perekonomian Indonesia. Setidaknya dalam jangka pendek ada 2 sektor yang langsung terkena efeknya. “Industri pariwisata dan investasi bakal erkena imbas langsung,” tambahnya.

Oleh karena itu, Fiz-panggilan akrabnya, meminta aksi terror bom ini harus bisa dihentikan dalam waktu singkat Alasanya ini bisa mencegah ke arah country risk. "Dengan adanya keresahan maka persepsi investor juga berpengaruh untuk menanamkan investasinya selain itu dampaknya terhadap pariwisata kita dimana turis akan mengurungkan niatnya kepada negara yang dilanda teror bom," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua F-PKB, Marwan Jakfar yang mencemaskan akibat teror bom ini maka target pencapaian investasi bisa "terganggu". Sehingga bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi bisa "meleset" dari sasaran. "Yang jelas, ini memang bisa mengganggu iklim investasi. Padahal selama ini Indonesia sudah dikenal kondusif,"ujarnya di Jakarta,20/3.

Marwan sepakat dengan Dekan FEUI, industri pariwisata yang selama ini mendukung perekonomian pedesaan juga akan terkena imbasnya. Padahal jangka pendek ini sudah terkena imbas turis Jepang. “Lalu ditambah lagi dengan terror bom, maka sektor industri pendukung pariwisata cepat atau lambat, pasti merasakan “kepahitan” teror bom,” tambahnya.

Lebih jauh politisi muda PKB mengindikasikan aksi ini untuk menciptakan instabilitas politik dan sekaligus mengirimkan sinyal kepada dunia internasional seolah-seolah Indonesia penuh kerawanan dan tidak aman untuk investasi dan pembangunan.

“Muara dari berbagai aksi terror ini adalah pemilu 2014. Mereka ingin memberi signal kepada dunia internasional, Indonesia tidak aman untuk investasi dan pembangunan,” tambahnya.

Teror bom dinilai sudah sangat mengganggu keamanan dan ketertiban kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan. “FPKB menyerukan semua elemen bangsa untuk bergandengan tangan, meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi diantara warga bangsa agar negara kita tidak kalah oleh terorisme,” tambahnya.

Rakyat Indonesia harus bersatu dan menunjukkan kepada dunia, Indonesia tidak goyah dan terprovokasi oleh aksi-aksi terorisme. “FPKB mengajak mengapresiasi kerja aparat intelijen dan kepolisian serta mendorong mereka agar bekerja lebih serius dan lebih cepat lagi agar para pelaku segera dapat ditangkap dan dibongkar seluruh jaringan terorisme ini sampai keakar-akarnya,” imbunya.

FPKB juga mengajak semua elemen untuk membantu kerja polisi dan intelijen dengan melaporkan semua halhal yg mencurigakan kepada aparat dan tidak mengambil tindakan sendiri-sendiri. Selain itu, kita harus membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia bukanlah sarang terorisme. Salah satu cara membuktikannya menurut marwan adalah dengan membangun kembali kohesifitas sosial antar sesame anggota masyarakat maupun antara rakyat dan negara. **cahyo