Jangan Sampai Terdorong ke Arah Country Risk

Dampak Teror Bom

Jangan Sampai Terdorong ke Arah Country Risk

Jakarta – Kembali maraknya teror bom bisa mendorong meningkatnya resiko keamanan dari security risk menjadi country risk. Karena semakin tak cepat diselesaikan, maka menimbulkan keresahan di masyarakat, sehingga investor juga terganggu. “Aksi ini bisa mendorong security risk dan kalau dibiarkan akan masuk ke dalam risiko keamanan di tingkat negara alias country risk,” kata Dekan FEUI, Prof Firmanzah kepada wartawan di Jakarta, 20/3.

Diakui Firmanzah, sudah pasti aksi teror bom tersebut akan meningkatkan keresahan masayarakat. Sehingga cepat atau lambat pasti akan berdampak langsung kepada perekonomian Indonesia. Setidaknya dalam jangka pendek ada 2 sektor yang langsung terkena efeknya. “Industri pariwisata dan investasi bakal erkena imbas langsung,” tambahnya.

Oleh karena itu, Fiz-panggilan akrabnya, meminta aksi terror bom ini harus bisa dihentikan dalam waktu singkat Alasanya ini bisa mencegah ke arah country risk. "Dengan adanya keresahan maka persepsi investor juga berpengaruh untuk menanamkan investasinya selain itu dampaknya terhadap pariwisata kita dimana turis akan mengurungkan niatnya kepada negara yang dilanda teror bom," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan Ketua F-PKB, Marwan Jakfar yang mencemaskan akibat teror bom ini maka target pencapaian investasi bisa "terganggu". Sehingga bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi bisa "meleset" dari sasaran. "Yang jelas, ini memang bisa mengganggu iklim investasi. Padahal selama ini Indonesia sudah dikenal kondusif,"ujarnya di Jakarta,20/3.

Marwan sepakat dengan Dekan FEUI, industri pariwisata yang selama ini mendukung perekonomian pedesaan juga akan terkena imbasnya. Padahal jangka pendek ini sudah terkena imbas turis Jepang. “Lalu ditambah lagi dengan terror bom, maka sektor industri pendukung pariwisata cepat atau lambat, pasti merasakan “kepahitan” teror bom,” tambahnya.

Lebih jauh politisi muda PKB mengindikasikan aksi ini untuk menciptakan instabilitas politik dan sekaligus mengirimkan sinyal kepada dunia internasional seolah-seolah Indonesia penuh kerawanan dan tidak aman untuk investasi dan pembangunan.

“Muara dari berbagai aksi terror ini adalah pemilu 2014. Mereka ingin memberi signal kepada dunia internasional, Indonesia tidak aman untuk investasi dan pembangunan,” tambahnya.

Teror bom dinilai sudah sangat mengganggu keamanan dan ketertiban kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan. “FPKB menyerukan semua elemen bangsa untuk bergandengan tangan, meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi diantara warga bangsa agar negara kita tidak kalah oleh terorisme,” tambahnya.

Rakyat Indonesia harus bersatu dan menunjukkan kepada dunia, Indonesia tidak goyah dan terprovokasi oleh aksi-aksi terorisme. “FPKB mengajak mengapresiasi kerja aparat intelijen dan kepolisian serta mendorong mereka agar bekerja lebih serius dan lebih cepat lagi agar para pelaku segera dapat ditangkap dan dibongkar seluruh jaringan terorisme ini sampai keakar-akarnya,” imbunya.

FPKB juga mengajak semua elemen untuk membantu kerja polisi dan intelijen dengan melaporkan semua halhal yg mencurigakan kepada aparat dan tidak mengambil tindakan sendiri-sendiri. Selain itu, kita harus membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia bukanlah sarang terorisme. Salah satu cara membuktikannya menurut marwan adalah dengan membangun kembali kohesifitas sosial antar sesame anggota masyarakat maupun antara rakyat dan negara. **cahyo

BERITA TERKAIT

Pungutan Pajak E-Commerce Jangan Berlebihan - EKONOM DAN PENGUSAHA MINTA PEMERINTAH LEBIH BIJAK

Jakarta- Direktur Eksekutif dari Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita menegaskan,  pemerintah harus berhati-hati dalam menentukan objek pajak di…

Reformasi Birokrasi MA Jangan Hanya Jenjang Karir

Reformasi Birokrasi MA Jangan Hanya Jenjang Karir NERACA Jakarta - Reformasi birokrasi yang dilakukan di dalam lembaga Mahkamah Agung (MA)…

Presiden Minta Mekanisme Pasar Jangan Rusak

      NERACA Semarang - Terkait dengan upaya menjaga stabilitas pangan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menitipkan kepada jajaran Kepolisian…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

BPHN – Kemenhan Jalin Kerjasama Program Bela Indonesiaku

  NERACA Jakarta - Sebagai komitmen antar lembaga dalam ikut serta menyukseskan program Bela Indonesiaku yang merupakan program sosialisasi resmi…

11 Perusahaan Kosmetik Asal Taiwan Ikut Misi Dagang di Indonesia

  NERACA Jakarta - Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) dan 11 perusahaan kosmetik dan perawatan kulit asal Taiwan yang…

Tol Pandaan – Malang Ditargetkan Berfungsi Lebaran 2018

  NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Pandaan Malang menargetkan proyek Jalan Tol Pandaan-Malang (37,62…