free hit counter

Mobil Murah Plus Ramah Lingkungan, Mungkinkan Terealisasi?

Selasa, 08/05/2012

NERACA

Jakarta - Rencana pemerintah untuk mengembangkan industri mobil murah sekaligus ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC) sepertinya masih jauh dari kenyataan. Meski untuk itu Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa sudah memberikan jaminan akan memberikan insentif, toh masih saja menyeruak nada pesimis

Pengamat otomotif Suhari Sargo menegaskan, kalau mobil murah dan ramah lingkungan ini ada dua pengertian yang berbeda. “Jadi, harus diperjelas dahulu agar tidak ada kesalahpahaman dan regulasi yang diberikan pemerintah juga jelas," ungkap dia saat di hubungi Neraca, Senin (7/5).

Suhari memaparkan, kalau mobil murah tersebut harus sudah dipastikan dari sisi harga yang terjangkau masyarakat. Namun, kalau untuk mobil ramah lingkungan itu, berteknologi tinggi dan harganya juga sudah dipastikan tidak murah. Sebagai gambaran, seperti pembuatan mesinnya yang harus sistem Fuel injectionnya, Variable Valve Tuning-Intelligent (VVT-i), ECU (Electronic Control Unit), Power Gearing dan yang terakhir adalah semua mobil ramah lingkungan tersebut memakai sistem komputerisasi. “Dari sisi pengertian saja ada dua program. Jadi, kita harus fokus terlebih dahulu mau ke program mobil murah dahulu atau ramah lingkungan dahulu", jelas Suhari.

Pengamat otomotif lainnya, Johny Pramono, sepaham dengan Suhari. Menurut dia, untuk saat ini mobil ramah lingkungan pasti harganya mahal karena banyak spesifikasi mesin yang dibuat secara khusus. “Pastinya jika dibuat secara khusus, maka secara otomatis dari sisi cost pun akan semakin tinggi,” ungkap Johny.Next