free hit counter

Kontribusi Bank Syariah Diprediksi Capai 20%

Terhadap Pertumbuhan Perbankan

Selasa, 08/05/2012

NERACA

Bandung---Kontribusi perbankan syariah terhadap pertumbuhan industri perbankan nasional dalam kurun waktu satu dekade ke depan akan tumbuh berkisar 15%-20%. Alasanya Indonesia memiliki 11 bank perbankan syariah komersial lalu juga terdapat 24 unit usaha syariah, dan 155 bank perkreditan syariah yang seluruh totalnya mencapai Rp152,3 triliun atau sekitar USD16,6 juta hingga Maret 2012.

"Dengan melihat berbagai data tersebut, kita yakin bahwa peran atau kontribusi perbankan syariah dalam satu dekade kedepan sebanyak 15 persen hingga 20% dapat tercapai," kata Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah di dalam acara 2nd BI International Seminar on Islamic Finance, Hotel Hilton, Bandung, Senin (7/5).

Menurut Halim, pada saat ini kontribusi perbankan syariah terhadap industri perbankan di Indonesia baru sekitar 4,2% saja. "Kita yakin akan hal itu karena rata-rata pertumbuhan industri perbankan syariah dalam kurun waktu lima tahun ke belakang sudah mencapai 40,2% yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata industri perbankan syariah yang hanya mencapai 16,7 persen saja," tambahnya.

Lebih jauh kata Halim, Indonesia sendiri total aset keuangan syariah telah mencapai Rp214 triliun atau sekira USD23,8 juta di 2011. Aset tersebut didominasi oleh perbankan syariah yang memiliki porsi sebanyak 69,5% lalu obligasi syariah atau sukuk sebesar 18,7%.

Diakui Halim, salah satu tantangan industri syariah adalah produk syariah yang masih minim sekitar 16-18 produk. Jumlah produk tersebut relatif lebih sedikit dibandingkan produk syariah di Timur Tengah dan Malaysia yang sudah mencapai 40 produk. "Maka dari itu,dengan penyelenggaraan seminar ini diharapkan dapat memberi solusi untuk pengembangan produk syariah," tambahnya.

Halim tak membantah akhir-akhir ini terjadi krisis keuangan global, namun dunia perbankan syariah dinilai terus tumbuh. Terutama dalam lima tahun terakhir. Bahkan disbanding 2008, aset bank syariah di dunia mencapai USD639 miliar. Kemudian pada 2009 meningkat menjadi USD822 miliar, angka ini berarti mengalami peningkatan sebesar 29%. "Pada periode yang sama untuk pertumbuhan industri dari 1.400 aset perbankan konvesional di dunia hanya tumbuh enam hingga tujuh persen," ungkapnya

Halim melanjutkan, bahkan lima dari sepuluh top perbankan konvesional didunia telah menerima bantuan sebesar USD163 miliar dari pemerintahnya masing-masing hanya untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. "Bahkan pada 2009 hanya tidak ada perbankan syariah apapun yang menerima bantuan guna mempertahankan usahanya," paparnya.

Melihat kejadian tersebut, Halim meyakini bahwa ketahanan perbankan syariah memang ampuh untuk menghadapi risiko perekonomian global. Maka dari itu, pemerintah dan regulator perbankan yaitu BI senantiasa akan mendorong perkembangan bisnis dengan model berbasis syariah agar dapat terus mendorong pertumbuhan perekonomian ke depannya.

Sementara itu, Presiden Islamic Development Bank Ahmed Mohammed Ali menjelaskan ndonesia memiliki masyarakat muslim terbesar di Indonesia. Dengan potensi itu dapat mendorong pertumbuhan industri syariah mengingat sejak krisis keuangan tahun 2008, industri syariah semakin dilirik.

Oleh karena itu, kata Mohammed Ali, permintaan terhadap sistem keuangan syariah semakin besar maka dari itu dia pun optimis terhadap industri syariah di Indonesia. "Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang cepat,dan saya optimis terhadap industri keuangan syariah di Indonesia," tuturnya. **maya