Proyeksi Penjualan Kuartal I/2011 Naik 20% Jadi Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk (“MPP”) memproyeksikan nilai penjualan divisi ritel utamanya, Matahari Food Business (“MFB”) yang membawahi Hypermart, Foodmart dan Boston HBC Centers, meningkat sebesar 20% atau mencapai Rp 2 triliun pada kuartal pertama tahn 2011.

Di samping itu, melalui rencana ekspansi agresif dengan penambahan minimum 22 gerai baru di paruh kedua tahun ini, Perseroan mentargetkan Total Penjualan tahun 2011 akan mencapai Rp 10 triliun, naik lebih dari 30%, dan akan mencapai Rp 14-15 triliun Running Sales untuk tahun berikutnya.

Ekspektasi pencapaian penjualan Q1 tersebut mewakili kenaikan penjualan sebesar 20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, dimana hal tersebut juga didukung terutama oleh tingkat pertumbuhan comparable store sales growth yang solid lebih dari 12% dan penjualan selama Tahun Baru Imlek yang menorehkan pencapaian yang positif dimana MFB berhasil mencatat penjualan sebesar Rp 329 miliar1, naik 20,5% dari Rp 273 miliar tahun lalu. Disamping itu, pencapaian kinerja tersebut juga didukung oleh strategi pengadaan barang (merchandising) yang tepat dan aktifitas strategi promosi dan pemasaran yang agresif untuk meningkatkan nilai tambah dan shopping experience bagi para konsumen Hypermart.

Di periode kuartal pertama 2011, MFB telah membuka 1 gerai Hypermart baru yang berlokasi di Lippo Karawaci Utara yang merupakan gerai hypermart ke 53 dengan total luas gerai diatas 6.000 m2 dan merupakan gerai hypermart ke-2 dengan format stand-alone. Sampai dengan akhir tahun 2011, MFB mentargetkan untuk membuka minimum 22 gerai Hypermart baru di

berbagai daerah strategis di Indonesia dan peningkatan 25% area produktif Hypermart melalui langkah ekspansi tersebut.

Benjamin Mailool, Presiden Direktur MPP, berkomentar, “Proyeksi kinerja Q1’11 MFB yang gemilang, melalui Hypermart sebagai faktor pendukung utama, semakin meyakinkan kami bahwa Perseroan dalam arahan strategis yang tepat. Melangkah ke depan, kami akan fokus untuk melakukan serangkaian ekspansi agresif terhadap bisnis Hypermart, dimana kami telah merencanakan dan mempersiapkan lebih dari 22 gerai baru untuk dioperasikan di tahun ini.

Hal ini akan menjadi rekor tertinggi dalam sejarah Hypermart dan menjadi barometer dalam peta bisnis ritel modern di Indonesia. “MPP merupakan peritel modern terkemuka di Indonesia yang memiliki jaringan toko terluas sebanyak 52 hypermarket, 25 supermarket, 53 outlet apotik, 90 pusat hiburan keluarga dan

18 toko buku internasional serta aliansi strategis pengoperasian 95 department store di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia.

Hypermart adalah anak perusahaan dari MPP yang berdiri pada tahun 2004 yang terus berkembang pesat dan meningkatkan skala bisnis hypermarket di Indonesia, memanfaatkan bisnis FMCG yang besar. Grup bisnis hypermarket hingga kini telah memiliki 52 outlet secara nasional dengan total pendapatan sekitar Rp 10 triliun atau setara USD$ 1,2 Milyar dengan proyeksi pertumbuhan +30% di akhir tahun 2011.

Hypermart menargetkan untuk membuka minimum 22 toko pada tahun 2011 serta total 80 toko baru dalam 5 tahun kedepan. (Kam)

BERITA TERKAIT

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

PTBA Targetkan Penjualan Ekspor 12 Juta Ton

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2019, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan menggenjot pertumbuhan pendapatan dari penjualan ekspor batu bara.…

Sektor Otomotif - Realisasi Kendaraan Listrik Hemat Rp798 Triliun dari Impor BBM

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan regulasi terkait penggunaan kendaraan motor listrik yang dapat menghemat sekitar Rp798 triliun dari impor…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…