BI Akui Ada Arus Modal Yang Keluar - Cadangan Devisa Capai US$102 M

Cadangan Devisa Capai US$102 M

BI Akui Ada Arus Modal Yang Keluar

Jakarta—Meski cadangan devisa Indonesia sudah mencapai USD102,02 miliar. Namun Bank Indonesia (BI) tak mau “kecolongan” terhadap kemungkinan adanya sudden reversal (pembalikan modal ) pasca-bencana di Jepang. “Klaim asuransi itu dananya cukup besar. Itu kemungkinan kan menarik investasi-investasi, dana dari luar termasuk dari Indonesia,” kata Deputi Gubernur BI, Hartadi Agus Sarwono kepada wartawan di Jakarta,16/3.

Menyikapi tanda-tanda tersebut, Hartadi mengatakan BI tetap waspada menghadapi hal tersebut. Karena Jepang membutuhkan biaya pemulihan yang besar. Sehingga, bank sentral Jepang telah mengeluarkan likuiditas dalam jumlah yang banyak pula. Diakui Hartadi, ada arus modal keluar ke Jepang dalam sepekan terakhir. Namun, dia tidak bisa menyebutkan besarannya karena belum dihitung dengan spesifik. Ini yang harus kita waspadai," tambahnya.

Mengenai potensi pembalikan modal, Hartadi mengaku tidak punya data yang pasti. Namun dirinya hanya memberikan sebatas gambaran, Jepang bukanlah investor utama di sektor finansial. “Secara umum pemodal datang dari Asia Tenggara, Eropa dan Amerika Serikat. Karena Investor Jepang itu biasanya institutional, tidak punya speculative motive. Sehingga biasanya mereka lebih stabil, tidak volatile," paparnya.

Menyangkut ketahanan posisi cadangan devisa terkait menghadapi pembalikan modal, Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan cadangan devisa Indonesia sudah menembus USD102,02 miliar pada 10 Maret 2011. "Cadangan devisa Indonesia terus meningkat hingga mencapai USD102,02 miliar pada 10 Maret 2011," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah pernah mengatakan cadangan devisa Indonesia saat ini mencukupi untuk menghindari dampak negatif pembalikan modal asing secara besar (sudden reversal). "Kami menyatakan tidak usah khawatir terhadap terjadinya sudden reversal karena cadangan devisa Indonesia bisa mengantisipasi itu," ujarnya.

Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono juga merespon positif dengan meningkatnya cadangan devisa. Namun dia tetap memperingatkan adanya indikasi sudden reversal pasca tsunami Jepang."Cukup menggembirakan, karena berarti dapat mem-back up rupiah agar tetap kuat dan stabil di level sekarang Rp8.800-an per USD. Namun kita tidak boleh puas, karena Thailand cadangan devisanya sudah mendekati USD200 miliar. Juga harus tetap waspada karena tetap ada risiko sudden reversal," paparnya.

Tony meminta pemerintah harus menjaga stabilitas ekonomi agar mood investor asing yang berinvestasi di Indonesia merasa betah. "Pemerintah harus tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik untuk menjaga mood investasi asing di Indonesia, agar mereka kerasan," tambahnya.

Dikatakan Toni, dari sekian banyak risiko, yang paling harus diwaspadai adalah stabilitas politik, karena menjadi variabel penting dengan adanya kasus Timur Tengah sehingga para investor makin senang ke ke negara emerging market yakni Asia."Dari sekian banyak risiko, menurut saya stabilitas politik menjadi variabel terpenting yang dilihat investor global. Apalagi sekarang dengan adanya krisis di Timur Tengah, membuat pemilik modal global makin senang ke emerging market Asia, termasuk Indonesia," pungkasnya. **cahyo

BERITA TERKAIT

Targetkan Produksi 400 Ribu Ton - BOSS Anggarkan Belanja Modal US$ 10 Juta

NERACA Jakarta – Danai operasional kinerja perusahaan guna memacu produksi tambang batu bara tumbuh lebih agrsif lagi, PT Borneo Olah…

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik - Polemik Saksi Ahli WN Asing

Akademisi Lokal Juga Memiliki Kompetensi yang Baik Polemik Saksi Ahli WN Asing NERACA Medan – Penunjukan saksi ahli dari kalangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

LPEI Dukung Pembiayaan Ekspor Kereta ke Bangladesh

  NERACA   Jakarta - Lembaga Pemerintah Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank memberikan pembiayaan menggunakan skema National Interest Account…

Cara Pemerintah Turunkan Angka Kemiskinan 9%

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas berharap pada akhir tahun 2019 angka persentase kemiskinan di…

Hongkong Ingin Tingkatkan Perlindungan TKI

    NERACA   Jakarta - Sekretaris Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Hongkong, Law Chi Kwong mengunjungi Indonesia dengan misi bertukar…