Penyaluran Kredit Bank Umum DIY Capai Rp1,6 T

NERACA

Yogyakarta---Penyaluran kredit bank umum di Daerah Istimewa Yogyakarta sampai dengan Maret 2012 mencapai Rp16,17 triliun atau tumbuh 23,27%. "Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan itu antara lain situasi perekonomian yang membaik mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, suku bunga kredit yang cenderung menurun, dan pemasaran yang cukup agresif," kata Pemimpin Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Mahdi Mahmudy di Yogyakarta.

Lebih jauh kata Mahdi, berdasarkan sektor ekonomi yang mencakup 19 sektor, pangsa kredit perbankan paling banyak disalurkan untuk membiayai sektor perdagangan besar dan eceran dengan pangsa 20,51% atau Rp3,32 triliun.

Sektor itu diikuti sektor industri pengolahan dengan pangsa kredit 5,84% atau Rp944 miliar, sektor perantara keuangan dengan pangsa kredit 5,83% (Rp942 miliar). Selanjutnya, sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa perusahaan dengan pangsa kredit 5,60% (Rp905 miliar). "Penyaluran kredit perbankan di DIY itu 'inline' dengan perkembangan sektor ekonomi yang memang didominasi oleh sektor-sektor tersebut," tambahnya

Dikatakan Mahdi, berdasarkan jenis penggunaan, kredit modal kerja mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,15% menjadi Rp6,39 triliun. Pertumbuhan kredit modal kerja itu diikuti kredit investasi yang tumbuh 21,52% menjadi Rp2,58 triliun dan kredit konsumsi yang mengalami pertumbuhan sebesar 19,07% (Rp1,20 triliun).

Berdasarkan pangsa pasar, kredit modal kerja memiliki pangsa terbesar, yakni 39,44% diikuti kredit investasi dengan pangsa kredit sebesar 37,54% dan kredit konsumsi yang memiliki pangsa 45,54%.

Menurut Mahdi, meningkatnya penyaluran kredit tersebut tetap diiringi dengan kualitas kredit yang baik. "Hal itu tercermin dari indikator Non Performing Loan (NPL) yang masih berada di bawah 5%, yaitu sebesar 2,28%, lebih baik dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,81%," tukasnya

Terkait Dana Pihak Ketiga (DPK), kata Mahdi, yang dihimpun bank umum di Daerah Istimewa Yogyakarta hingga akhir Maret 2012 meningkat 20,42% dibanding periode yang sama 2011. "Hingga akhir Maret 2012 dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun bank umum mencapai Rp28,03 triliun, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp23,28 triliun," ucapnya

Menurut dia, peningkatan itu terjadi sejalan dengan membaiknya perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Komponen DPK yang tumbuh paling tinggi adalah tabungan sebesar 21,06% menjadi Rp12,12 triliun, diikuti deposito yang tumbuh 19,81% menjadi Rp9,72 triliun dan giro yang tumbuh 19,67% menjadi Rp4,19 triliun. "Berdasarkan pangsa pasar, tabungan memiliki pangsa terbesar 50,39 persen, diikuti deposito dengan pangsa 34,67% dan giro dengan pangsa sebesar 14,95%," katanya. **cahyo

Related posts