Awal Pekan, IHSG Mencoba Balik Arah Ke Zona Hijau

Neraca

Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup melemah 16,325 poin (0,39%) ke level 4.163,981. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 3,806 poin (0,53%) ke level 708,390. Maraknya aksi ambil untung di saham-saham blue chip menggerus indeks akhir pekan kemarin.

Menurut pengamat pasar modal dari Indosurya Asset Management, Reza Priyambada, tekanan indeks akhir pekan dipengaruhi aksi ambil untung pelaku pasar, “Pelaku pasar melakukan aksi ambil untung di akhir pekan sehingga menekan indeks BEI, kata Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta kemarin.

Dia menambahkan, masih adanya kekhawatiran terhadap data kepercayaan konsumer di negara kawasan Eropa menjadi salah satu faktor negatif bagi bursa saham Asia termasuk di dalam negeri. Meski demikian, kata dia, kinerja emiten pada kuartal pertama tahun ini menahan indeks BEI tertekan lebih dalam.

Berikutnya, indeks Senin awal pekan diproyeksikan akan bergerak menguat dengan pergerakan indeks berada di level 4.163-4.170. Asal tahu saja, aksi ambil untung akhir pekan kemarin, langsung terjadi di saham-saham unggulan yang sudah naik cukup tinggi. Alhasil, indeks tak mampu bertahan lama di teritori positif.

Beberapa saham lapis dua masih ada yang mampu menguat, seperti indeks infrastruktur naik lebih dari 2,2%. Sehingga koreksi yang diderita indeks tidak terlalu dalam. Transaksi di lantai bursa naik signifikan gara-gara transaksi pembelian saham oleh CT Corp yang difasilitasi Credit Suisse senilai Rp 1,53 triliun di pasar negosiasi.

Tanpa transaksi tersebut, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) di pasar reguler, nilainya mencapai Rp 431,83 miliar. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 128.106 kali pada volume 14,723 juta lot saham senilai Rp 7,396 triliun. Sebanyak 106 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MBLI) naik Rp 40.000 ke Rp 530.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 158.000, Telkom (TLKM) naik Rp 500 ke Rp 8.500, dan Merck (MERK) naik Rp 500 ke Rp 148.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 2.250 ke Rp 58.350, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 42.300, Indomobil (IMAS) turun Rp 450 ke Rp 17.300, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 400 ke Rp 5.900.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI juga terkoreksi tipis 8,511 poin (0,21%) ke level 4.171,795. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 2,052 poin (0,29%) ke level 710,144. Perdagangan sesi pertama berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 67.028 kali pada volume 10,176 juta lot saham senilai Rp 4,317 triliun. Sebanyak 108 saham naik, sisanya 142 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.100 ke Rp 71.850, Century Textille (CNTX) naik Rp 500 ke Rp 13.500, Indomobil (IMAS) naik Rp 400 ke Rp 18.150, dan Sona Topas (SONA) naik Rp 375 ke Rp 2.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.450 ke Rp 58.350, Myoh (MYOH) turun Rp 475 ke Rp 2.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 400 ke Rp 29.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 42.600.

Asal tahu saja, diawal perdagangan indeks BEI dibuka naik tipis 1,85 poin atau 0,04% ke posisi 4.182,15. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,47 poin (0,07%) ke level 712,67. "Bursa Asia dibuka 'mixed' seiring sentimen positif di AS dan negatif dari Eropa," kata analis Samuel Sekuritas Christine Salim.

Christine Salim mengatakan, sentimen positif datang dari penguatan bursa AS dan komoditas, namun hal itu terkompensasi oleh langkah lembaga pemeringkat S&P (Standard & Poor's) yang menurunkan peringkat utang Spanyol menjadi BBB+ (triple B plus) dari A (single A) dengan outlook negatif.

Sementara itu, Managing Research Indosurya Asset Management, Reza Priyambada menambahkan, penguatan IHSG juga tertahan oleh masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap data kepercayaan konsumer di negara kawasan Eropa. "Kondisi itu, dapat dijadikan alasan oleh invetor saham untuk melakukan 'profit taking'," kata Reza Priyambada .

Dirinya sempat memproyeksikan, pada perdagangan Jumat, indeks BEI akan bergerak pada kisaran 4.168-4.175 poin untuk level batas bawah, dan level batas atas di 4.192-4.203 poin. Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 79,30 poin (0,38%) ke level 20.889,01, indeks Nikkei-225 naik 2,90 poin (0,03%) ke level 9.564,73 dan Straits Times menguat 7,84 poin (0,26%) ke level 2.989,31. (bani)

Related posts