Ketentuan Soal DP Tekan Penjualan Indomobil Tahun 2012

NERACA

Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mengatur uang muka kredit kendaraan atau Down Payment (DP) sebesar 30% dari harga kendaraan, rupanya membawa dampak berarti bagi penjualan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS).

Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional Jusak Kertowidjojo mengakui, penjualan perusahaan tahun ini akan terkoreksi akibat pemberlakuan aturan uang muka atau down payment (DP) oleh Bank Indonesia. Namun, perseroan belum mengambil langkah antisipasi mengatasi dampak aturan tersebut. "Aturan ini baru berlaku pertama kali di Indonesia, kami tidak akan antisipasi apa-apa,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Meskipun demikian, dampak tersebut tidak membuat surut perseroan untuk meningkatkan volume perdagangan saham dan likuiditas, berupa rencana memecah nilai nominal saham dari Rp 500 menjadi Rp 250 per saham.

Kata Jusak Kertowidjojo, stock split bertujuan untuk meningkatkan likuiditas dan meningkatkan volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, “Kami akan merubah nilai dengan pelaksanaan stock split dan menjadikannya Rp 250 per lembar saham, dari sebelumnya Rp 500 per lembar saham," ujarnya.

Menurutnya, rencana stock split tersebut telah disetujui oleh pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2011 dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB).

Meskipun direksi diberi kuasa untuk menentukan jadwal stock split, kata Jusak, belum bisa dipastikan jadwal pelaksanaan stock split. Hanya saja, dia optimistis langkah itu bisa terealisasi pada semester I-2012. "Kami akan melewati prosedur-prosedur. Setelah itu baru bisa direalisasikan. Mestinya di semester pertama ini sudah bisa," ujarnya.

Selain itu, perseroan juga menganggarkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun untuk 2012. Belanja modal tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 600 miliar. Rencananya, belanja modal tersebut akan digunakan untuk memperluas jaringan penjualan baru.

Dia menambahkan, dana investasi penambahan jaringan baru tersebut ditaksir mencapai Rp 1 triliun, “Dana itu sebagian diambil dari sisa laba di tahun 2012 untuk perluasan usaha, buka diler untuk Nissan dan Hino, dan lainnya," ungkapnya.

Nantinya, perseroan akan membuka sebanyak 20 dealer Nissan dan 6 dealer Hino. Sementara untuk heavy duty, perseroan akan membuka dealer tidak lebih dari 10.

Bagikan Dividen

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) kemarin memutuskan untuk membagikan

dividen sebesar Rp 118 per saham atau total seluruhnya mencapai Rp 163,15 miliar. Untuk dana cadangan perusahaan, disepakati sebesar Rp 5 miliar.

Asal tahu saja, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 813 miliar dan pendapatan sebesar Rp 15,8 triliun pada 2011. Selain itu, kontribusi kinerja berasal dari penjualan kendaraan sebesar 80%, suku cadang sebesar 9%, dan keuangan sebesar 4%.

Selain itu, ada pengangkatan kembali seluruh anggota direksi dan dewan komisaris hingga penutupan RUPST pada 2017 dan memberikan remunerasi kepada seluruh dewan komisaris dan direksi perseroan atas pelaksanaan tugasnya di tahun buku yang akan datang yang jumlahnya secara keseluruhan termasuk gaji dan bonus Rp15 miliar. (didi)

Related posts