Batavia Prosperindo Bagikan Dividen Rp 5 Miliar

PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) menyetujui pembagian dividen Rp 5 miliar atau Rp 5 per lembar saham atas kinerja usaha perseroan pada 2011. Jumlah dividen yang dibagikan tersebut lebih rendah dibandingkan dividen yang dibagikan pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 10 miliar atau Rp 10 per lembar saham.

Direktur Batavia Finance Markus Dinarto mengatakan, pembagian dividen diputuskan berdasarkan laba bersih perseroan Rp23,28 miliar pada 2011 atau merosot 10,2% dibandingkan laba bersih pada tahun sebelumnya Rp25,95 miliar. "Penurunan laba itu karena adanya biaya over head yang cukup besar pada tahun lalu. Pada tahun lalu kami banyak melakukan ekspansi,"katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dirinya mengatakan secara keseluruhan pihaknya telah membagikan Rp 16 miliar dividen sejak pertama kali melaksanakan RUPS pada 2009. Asal tahu saja, pada RUPS pertama, perseroan membagikan dividen Rp 1 miliar. Kemudian naik menjadi Rp 10 miliar pada RUPS kedua, dan RUPS ketiga, yaitu sekarang sebesar Rp 5 miliar.

Sampai dengan akhir tahun lalu, ujarnya, pihaknya berekspansi dengan membuka satu unit kantor pusat, 29 unit kantor cabang, dan dua unit kantor perwakilan. Sebagai informasi, kinerja BPFI di kuartal I-2012 berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp5,95 miliar. Jumlah tersebut meningkat tipis, 1,7% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,85 miliar.

Perolehan tersebut dijelaskan, didorong oleh pendapatan perseroan yang berasal dari pembiayaan konsumen sebesar Rp 20,60 miliar dan lain-lainnya dengan total pendapatan hingga Rp 34,47 miliar.

Tipisnya perolehan laba yang dibukukan perseroan pada kuartal I ini dikarenakan meningkatnya jumlah beban perseroan dari Rp17, 96 miliar di tahun lalu, menjadi Rp26,46 miliar pada 2012. Sementara itu untuk target laba bersih di tahun ini, BPFI menargetkan perolehan laba bersih tahun ini sebesar Rp 31,9 miliar atau tumbuh 37% dibandingkan laba bersih 2011 Rp 23,3 miliar.

Disebutkan, kenaikan laba bersih itu didukung oleh target kredit yang akan disalurkan perseroan pada 2012 mencapai Rp 922,5 miliar. Nilai kredit yang akan disalurkan tersebut meningkat 52% jika dibandingkan penyaluran kredit pada 2011 Rp 607,8 miliar. (didi)

Related posts