SBY : Jamsostek Berperan Penting Dalam Penyediaan Rumah Pekerja

NERACA

BATAM – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) (Persero) punya peranan penting dalam pembangunan perumahan untuk para pekerja.

“Pembangunan rumah pekerja harus bisa dilakukan di daerah dan kota lain di seluruh tanah air,” tegas Presiden SBY saat memberi sambutan pada peresmian rumah susun sejahtera sewa (rusunawa) Jamsostek di Kabil Batam, akhir pekan lalu.

Dalam peresmian tersebut, Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto dan jajaran menteri kabinet Indonesia Bersatu Dua.

Menurut SBY, selain rumah susun, Pemerintah akan membangun rumah sakit pekerja. Dalam waktu 2,5 tahun ke depan, rencana tersebut diharapkan sudah bisa diwujudkan.

“Ini sedang dimatangkan. Menteri Bumn dan Menaker telah bekerja dan Jamsostek sudah diajak bicara, kita akan membangun rumah sakit pekerja seperti rumah sakit tentara,” kata SBY.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga menerangkan, bagi Jamsostek mensejahterakan pekerja yang menjadi peserta Jamsostek adalah kewajiban. "Mensejahterakan bisa dilakukan melalui beragam cara, misalnya lewat peningkatan manfaat program dan berbagai kemudahan lainnya,” tandas Hotonar.

Jamsostek, papar Hotbonar, telah membangun 3 tiga rusunsewa di Batam yakni di Muka Kuning, Lancang Kuning dan Kabil. Pemilihan ketiga lokasi ini karena di tiga lokasi tersebut adalah lokasi pabrik yang banyak pekerjanya.

”Jamsostek memilih lokasi ini karena posisinya yang ideal dan peserta Jamsostek memperoleh kesempatan untuk memanfaatkan fasilitas pemukiman, dalam rangka peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya, mendekatkan lokasi tempat tinggal dengan tempat kerja, mencegah resiko dalam perjalanan, meningkatkan produktifitas kerja dan lain-lain,” jelasnya.

Rumah susun sewa Kabil berada di Kawasan Industri Kabil Jalan Hang Kesturi-Kabil Batam dengan luas sekitar 10 Ha dan Jumlah Bangunan Rusunsewa sebanyak 20 blok dengan masing-masing bangunan terdiri dari 4 (empat) lantai dan kamar type 27 dengan kapasitas penghuni untuk 20 (dua puluh) blok sebanyak 4.000 tenaga kerja. Sementara tarif sewanya, mulai dari Rp.100.000- Rp135.000/karyawan. Fasilitas kamar terdiri dari 4 (empat) buah tempat tidur, 4 (empat) buah lemari pakaian, 4 (empat) buah kursi, kipas angin, gorden dan peralatan mandi. Sarana pendukung lainnya adalah Sarana olah raga, Sarana ibadah, Ruang Serba Guna, Pusat jajan sederhana (Pujasera), Mini market, Loundry, Warnet & Wartel, ATM, Klinik & Apotik.

Dalam kesempatan itu, Hotbonar juga mengungkap, sampai saat ini pekerja yang menjadi peserta aktif Jamsostek sebanyak 10.759.132 tenaga kerja dan 158.099 perusahaan. Hingga dengan bulan Maret 2012, Jamsostek telah menyalurkan dana Program Dana Peningkatan Kesejahteraan Peserta berupa Pinjaman Uang Muka Perumahan sebanyak 80.950 Unit senilai Rp.690,654 miliar, Ambulance telah direalisasikan 208 unit senilai Rp.42,476 miliar, Bantuan Beasiswa telah diberikan kepada anak peserta Jamsostek sebanyak 110.145 anak senilai Rp162,342 miliar, Bantuan PHK untuk 66.884 TK senilai Rp16,740 miliar. Untuk Program kemitraan berupa Pinjaman bagi 3.800 mitra binaan sebesar Rp43,136 miliar.

Potongan Pajak

Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY juga memaparkan, Pemerintah berencana menaikkan batas upah kena pajak penghasilan tahun ini. Rencananya upah atau gaji yang akan kena pajak dinaikkan dari Rp14 juta per tahun menjadi Rp24 juta per tahun.

Menurut SBY, kenaikan batas penghasilan yang kena pajak merupakan salah satu upaya pemerintah untuk lebih mensejahterakan pekerja. Selain itu, kebijakan tersebut merupakan hadiah bagi buruh yang akan merayakan Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei mendatang. "Kalau gajinya di atas itu (Rp24) juta yah harus bayar pajaklah,” katanya.

SBY menegaskan, di negeri ini upah dan pernghasilan harus makin baik ke depannya. Dia berharap perbaikan tersebut, jangan sekedar cita cita tetapi harus diwujudkan.

"Komponen kesejahteraan pekerja yakni upah harus mencukupi kehidupan yang layak. Fasilitas perumahan, beasiswa, kesehatan yang akan disesuaikan dengan SJSN,” tutur SBY.

Dia juga menyebut, negara Indonesia terus membangun baik di tingkat nasional maupun daerah. Dengan pembangunan ekonomi maka bisa menciptakan kesejahteraan. “Kalau ekonomi tidak tumbuh dunia usaha tidak tumbuh maka negara tidak mendapatkan penerimaan. Begitu juga sebaliknya,” urai mantan menteri pertambangan dan energi ini.

Related posts