Pemerintah Gagal Dorong Lima BUMN IPO - Hanya Semen Baturaja Siap

NERACA

Jakarta - Sesumbar pemerintah yang mengatakan bahwa lima perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini melalui mekanisme penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), tidak terwujud. Bahkan, Menteri BUMN, Dahlan Iskan mengakui, dirinya malu karena hanya PT Semen Baturaja (Persero) yang sudah pasti melaksanakan IPO di kuartal III-2012.

Padahal, ide pencatatan saham perdana ini ditujukan untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif, khususnya dari pemegang saham publik. Tentu harapannya agar tercipta good corporate governance (GCG) yang lebih baik. “Selama ini kan, anak usaha BUMN relatif kurang dikontrol. Makanya kita dorong untuk IPO. Kenyataannya saya malu karena hanya bisa satu saja yang IPO," kata Dahlan di Jakarta, Kamis (26/4).

Hingga saat ini, lanjut dia, belum ada perusahaan pelat merah yang mengajukan untuk menawarkan sahamnya ke publik, kecuali Semen Baturaja. Mengenai rencana anak perusahaan PT Pertamina (Persero), yaitu PT Pertagas dan PT Pertamina Drilling Services serta PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), yakni PLN Engineering, diakui Dahlan pembahasannya tidak di Komite Privatisasi dan Restrukturisasi, melainkan di induk perusahaan.

Selain itu, Dahlan juga mengaku kecewa lamanya pencarian penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk IPO Semen Baturaja. "Saya heran, kok, lama banget? Apa memang prosesnya harus begitu?" ketusnya. Menurut dia, pemilihan underwriter IPO perusahaan BUMN dapat dilakukan dengan cepat apabila perseroan bekerja secara maksimal.

Untuk diketahui, Semen Baturaja telah membuka pendaftaran (prakualifikasi) lembaga penunjang untuk IPO pada periode 9-12 April 2012 lalu. Sekretaris Perusahaan Semen Baturaja, Zulfikri Subli pernah bilang, terdapat delapan lembaga penunjang yang sedang dicari, yakni underwriter, konsultan hukum, kantor jasa penilai publik, notaris, biro administrasi efek (BAE), humas, perusahaan percetakan, dan kantor akuntan publik (KAP) untuk verifikasi biaya dan hasil privatisasi.

Tunjuk Ernst & Young

Dia juga menambahkan, setelah melakukan prakualifikasi atas lembaga penunjang IPO tersebut, perseroan akan memilih tiga perusahaan dari masing-masing lembaga penunjang yang memenuhi persyaratan. Selanjutnya, pada 30 April 2012 mendatang kandidat dari masing-masing lembaga penunjang diusulkan untuk dipilih oleh tim dari Komite Privatisasi dan Restrukturisasi.

"Tim ini terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian BUMN, dan Semen Baturaja sendiri. Untuk underwriter langsung ditunjuk oleh Menteri BUMN," papar dia. Sementara itu, perseroan telah menunjuk penasihat keuangan (financial advisor), Ernst & Young. Setelah delapan lembaga penunjang terpilih, maka perseroan akan memasukkan dokumen pendaftaran IPO ke BEI dan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Diharapkan penawaran saham perdana ke publik dapat dilangsungkan pada akhir Agustus atau awal September 2012. Dalam dokumen pendaftaran IPO, perseroan akan menggunakan laporan keuangan akhir Maret 2012. Target perolehan dana IPO yang sebesar Rp1 triliun.

Dana hasil IPO akan dipergunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 1,2 juta ton menjadi tiga juta ton pada 2016, meningkatkan struktur permodalan, serta meningkatkan penerapan GCG. Sebagaimana diketahui, Kementerian BUMN mengaku optimis jika lima perusahaan BUMN segera mencatatkan sahamnya di lantai pasar modal Indonesia pada 2012. Ke limanya ini adalah PT Semen Baturaja (Persero), PT Waskita Karya, PT Pertagas, PT Pertamina Drilling Services, serta PT GMF AeroAsia. [ardi]

Related posts