Pertumbuhan Laba Stagnan, HD Finance Tunda Bagikan Dividen - Perbesar Pembiayaan Motor Bekas 30%

Neraca

Jakarta – Masih stagnannya perolehan laba bersih PT HD Finance Tbk (HDFA) di 2011, menjadi alasan perseroan untuk tidak membagikan dividen atas laba bersih tahun 2011. Keputusan tidak membagikan dividen sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

Direktur Utama HDFA Hariono mengatakan, tidak dibagikannya dividen tahun ini juga dimaksudkan untuk ekspansi bisnis perseroan, “Pemegang saham sudah setuju untuk tidak dibagikan dividen karena laba 2011 dipakai untuk modal kerja dan ekpansi lanjutan di 2012,”katanya di Jakarta, Kamis (26/4).

Sebagaimana diketahui, laba bersi perseroan pada tahun 2011 mencapai Rp 21,1 miliar. Sekitar Rp 20,1 miliar akan digunakan untuk menambah modal kerja dan sisanya sebesar Rp 1 miliar akan disisihkan dan dibukukan sebagai dana cadangan.

Selain itu, ditahun ini HD Finance juga akan memperbesar porsi pembiayaan untuk sepeda motor bekas menjadi 25%-30%. Hal itu dikarenakan ada potensi di pembiayaan motor bekas. "Untuk sepeda motor bekas dinaikkan menjadi 25%-30% karena ada potensi di pasar motor bekas dan marjin lebih baik. Selain itu, kita memang memberi kriteria lebih ketat untuk motor bekas," ujar Hariono.

Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan mengenakan down payment sebesar 20% untuk kendaraan roda empat baru sesuai dengan ketentuan baru mengenai down payment. Seperti diketahui, perseroan telah menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp 1,02 triliun pada 2011 dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp568,35 miliar.

Dimana porsi pembiayaan tersebut sekitar 93,4% untuk pembiayaan motor baru dan sekitar 6,6% untuk motor bekas. NPL perseroan sebesar 0,73% pada 2011 dibandingkan tahun 2010 sebesar 0,91%. Selain itu, infrastruktur perseroan terus dikembangkan dalam upaya menunjang pertumbuhan usaha. Sepanjang tahun 2011, perseroan telah menambah 17 kantor cabang sehingga jumlah jaringan usaha kami mencapai 31 kantor cabang di Jawa dan Sumatera. "Kami akan memfokuskan pembukaan cabang baru di luar Jawa karena melihat besarnya potensi di wilayah tersebut," ungkapnya

Target Pembiayaan

Sengitnya persaingan industri pembiayaan kendaraan bermotor, tidak membuat surut HD Finance memasang target lebih tinggi sebagai perusahaan yang baru listing di bursa efek Indonesia tahun 2011. Dimana PT HD Finance Tbk (HDFA) menargetkan pembiayaan baru naik sebesar 30% pada tahun 2012, atau sekitar Rp 1,3 triliun dan meningkat dari tahun 2011 senilai Rp 1,02 triliun. "Pembiayaan baru tahun ini kami targetkan meningkat 30%," kata Hariono

Selama tahun 2011 lalu, HD Finance berhasil membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 1,03 triliun atau naik 81% dibandingkan dengan Rp 658,4 miliar pada tahun 2010. Seiring dengan peningkatan pembiayaan baru ini maka jumlah piutang pembiayaan yang dikelola Perseroan telah mencapai Rp 1,2 triliun per 31 Desember 2011. "Pertumbuhan pembiayaan baru ini berdampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan. Pendapatan Perseroan tumbuh 26% menjadi Rp 239,5 miliar selama tahun 2011 dari Rp 190,6 miliar pada tahun lalu. Sedangkan laba bersih Perseroan mencapai Rp 21,1 miliar atau tumbuh 68% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2010 sebesar Rp 12,5 miliar," ujarnya.

Hariono mengungkapkan, pembiayaan baru sepeda motor perseroan meningkat secara signifikan sebesar 76% menjadi 88.701 unit pada tahun 2011 lalu atau secara rupiah meningkat sebesar 81%. "Pembiayaan Perseroan masih didominasi oleh sepeda baru sebesar 80.826 unit, dan sepeda motor bekas 7.875 unit, atau secara rupiah untuk sepeda motor baru mencapai 93,4% dan sisanya 6,6% adalah sepeda motor bekas," jelasnya. (didi)

Related posts