Buana Finance Targetkan Pembiayaan Rp 3 Triliun di 2012

PT Buana Finace Tbk (BBLD) mematok target pembiayaan baru sebesar Rp 3 triliun pada tahun 2012, atau naik 15% dari tahun lalu yang mencapai Rp 2,94 trilliun. “Dari target perseroan, fokus pertumbuhan masih bertumpuh pada segmen leasing dengan target Rp 2,05 triliun, sementara target pembiayaan consumer finance adalah sebesar Rp 950 miliar,”kata Direktur Pemasaran Buana Finance, Herman Lesmana di Jakarta, Kamis (26/4).

Menurutnya, target tersebut masih estimasi awal, sebab perseroan berupaya agar capaian tahun ini melebihi Rp 3 trilliun. "Dulu saja kami target 2 trilliun dan dapat Rp 2,6 trilliun, kami berharap tahun ini bisa melampaui target," ungkapnya.

Penyaluran pembiayaan baru Buana Finance di kuartal I-2012 telah mencapai Rp 702 miliar, atau tumbuh sebesar 27,7% dari tahun 2011. Peningkatan ini masih didorong oleh pembiayaan sewa guna usaha yang mencapai Rp 528 miliar, tumbuh 37,3% dari tahun 2011 yang tercatat Rp 383,5 miliar, sementara pembiayaan konsumen tumbuh 5,3% mencapai Rp 173,9 miliar dari periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp 165,2 miliar.

Seiring dengan pertumbuhan pembiayaan baru, di akhir Maret 2012 laba bersih perseroan masih melanjutkan momentum peningkatan sebesar 63,3% dari Rp 22,2 miliar menjadi Rp 36,3 miliar. Sementara itu, total aktiva Perseroan telah menembus Rp 3,12 triliun, tumbuh 70,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Siapkan Capex Rp 10 Miliar

BBLD menganggarkan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp 10 miliar pada tahun 2012. Dana capex tersebut akan digunakan untuk Relokasi kantor cabang Perseroan."Capex yang kita anggarkan sama dengan tahun lalu sebesar Rp 10 miliar. Dana untuk relokasi kantor cabang Perseroan yang sudah ada," ujar Direktur Buana Finance, Anthony Muljanto.

Anthony mengatakan, dana capex tahun ini akan diambil dari kas internal. Selain itu, perseroan juga berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp 28,7 miliar atau sebesar Rp 20 per saham dari keuntungan perseroan tahun buku 31 Desember 2011.

Asal tahu saja, secara keseluruhan total dividen untuk hasil usaha tahun 2011 lalu setelah memperhitungkan dividen interim adalah sebesar Rp 50 per saham. "Disamping itu Perseroan akan membagikan saham bonus dari sisa agio saham senilai Rp 52,4 miliar kepada para pemegang saham dengan rasio 500 : 73," paparnya.

Perusahaan pembiayaan skala besar ini telah membukukan laba bersih sebelum audit sebesar Rp 101 miliar sepanjang 2011, meningkat 66,91% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 60,51 miliar. Peningkatan laba bersih ini didorong oleh penyaluran pembiayaan pada tahun lalu Rp 2,65 triliun, atau naik sebesar 82,75% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya Rp 1,45 triliun.(didi)

Related posts