Asuransi Pendukung Utama Pertumbuhan Ekonomi

NERACA

Jakarta—Perusahan Asuransi merupakan pendukung utama pertumbuhan ekonomi nasional karena mampu membuka lapangan kerja baru dengan membentuk agen asuransi. "Pasar asuransi di dalam negeri dalam jangka panjang masih menjanjikan dan ini mendorong pelaku bisnis asuransi aktif melakukan usahanya menarik nasabah lebih besar," kata pengamat ekonomi Universitas Indonesia, Firmanzah di Jakarta.

Oleh karena itu, lanjutnya, para pelaku asuransi berlomba-lomba meningkatkan keberadaannya dengan menambah agen asuransi, promosi bahkan meluncurkan produk-produk baru. “Saat ini terjadi kompetisi ketat dari perusahaan asuransi, terutama terkait produk-produknya,”paparnya.

Menurut dia, Indonesia mempunyai potensi dalam mengembangkan asuransi syariah. Selama ini, perbankan syariah berada di Malaysia serta Singapura. Selama ini pusat ekonomi perbankan syariah kawasan Asia Tenggara ada di Malaysia dan Singapura. Indonesia juga memiliki potensi untuk menjadi pusat ekonomi perbankan syariah,”tambahnya

Lebih lanjut Firmanzah menyebutkan faktor pemacu pertumbuhan industri asuransi di Indonesia seperti masyarakat Indonesia sudah semakin paham akan pentingnya asuransi, bukan hanya melindungi dari risiko kecelakaan tetapi dapat juga sebagai sarana investasi. "Masyarakat semakin sadar, asuransi tidak hanya untuk melindungi mereka dari risiko kecelakaan maupun penyakit, tetapi bisa juga untuk berinvestasi," tuturnya

Dikatakan Firmanzah, dalam lima tahun terakhir, kinerja keuangan industri asuransi nasional memberikan tren positif dengan pertumbuhan yang cukup tinggi.

Firmanzah menambahkan, setiap tahun pertumbuhan rata-rata premi asuransi sebesar 23%, sementara pertumbuhan aset sekitar 25%. "Selama ini industri asuransi masih menjadi penikmat pertumbuhan ekonomi, belum menjadi salah satu pendorong perekonomian untuk menjadi lebih baik," tandasnya

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan mencabut izin usaha perusahaan asuransi kerugian PT Asuransi Wanamekar Handayani berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP-150/KM.10/2012.

Sekretaris Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Abraham Bastari, dalam keterbukaan informasi Kamis mengatakan, pencabutan izin usaha tersebut dilakukan karena perusahaan asuransi itu tidak dapat memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perasuransian.

Dengan dicabutnya izin usaha itu PT Asuransi Wanamekar Handayani dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang asuransi. Selain itu perusahaan asuransi tersebut juga diwajibkan menurunkan papan nama baik di kantor pusat maupun dan kantor lainnya disamping wajib menyelesaikan seluruh hutang dan kewajibannya.

Data terakhir alamat kantor pusat dari perusahaan asuransi tersebut di Jl Ciputat Raya No.12 Kebayoran Lama Jakarta Selatan. **cahyo

Related posts