Kuartal Pertama, Laba Astra Internasional Naik Tipis 8%

PT Astra International Tbk (ASII) meraup laba bersih Rp 4,6 triliun di triwulan I-2012, naik tipis 8% dari Rp 4,3 triliun di periode yang sama tahun lalu. Laba bersih per saham juga naik menjadi Rp 1.148 per lembar.

Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto mengatakan, pertumbuhan pendapatan tersebut menunjukkan kinerja yang baik di kuartal pertama dan ini terjadi hampir di semua segmen bisnis utama, “Tidak hanya laba yang tumbuh, tetapi juga pendapatan bersih Astra Rp 46,4 triliun, meningkat 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 38,7 triliun,”katanya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, untuk jangka panjang, perseroan masih akan optimistis dengan target kinerjanya, meski divisi otomotif dan jasa keuangan akan dipengaruhi oleh keluarnya peraturan baru di bulan Juni 2012 yang mengatur persyaratan minimum uang muka pinjaman untuk pembiayaan kendaraan.

Kegiatan grup Astra fokus kepada enam bisnis inti, yaitu divisi otomotif; jasa keuangan; alat berat dan pertambangan; agribisnis; infrastruktur dan logistik; serta teknologi. Kontribusi laba bersih divisi otomotif meningkat 22% menjadi Rp 2,4 triliun, termasuk Rp 1,1 triliun dari Perseroan dan anak perusahaan serta Rp 1,3 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities di bidang otomotif.

Total penjualan mobil nasional meningkat 11% menjadi 251.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 16% menjadi 146.000 unit, dengan pangsa pasar sebesar 58% dibandingkan 56% pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu penjualan sepeda motor nasional menurun 3% menjadi 1,9 juta unit dibandingkan periode yang sama di tahun 2011. Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) tumbuh 7% menjadi 1,1 juta unit dan berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 50% menjadi 55%.

PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat laba bersih Rp 263 miliar, naik 2%. Penjualan meningkat sebesar 17%, terutama untuk pasar pabrikan (OEM) dan suku cadang pengganti, namun terkoreksi oleh tingginya biaya bahan baku dan tenaga kerja.

Sementara kontribusi laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 6% menjadi Rp 847 miliar. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC) dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 6% menjadi Rp 12,5 triliun, termasuk melalui joint bank financing without recourse.

Total pembiayaan alat berat Astra melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance meningkat 42% menjadi Rp 2,2 triliun, seiring dengan peningkatan jumlah unit yang dibiayai. Bisnis pembiayaan alat berat tidak menggunakan fasilitas joint financing.

PT Asuransi Astra Buana (AAB), anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, membukukan laba yang sedikit lebih rendah, karena menurunnya pendapatan retail underwriting.

Sedangkan PT Bank Permata Tbk sudah melaporkan laba bersih Rp 331 miliar, meningkat sebesar 3% didukung oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih dan fee based income, namun tertekan oleh kenaikan biaya operasional.

Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan meningkat 18% menjadi Rp 928 miliar. PT United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan laba bersih Rp 1,5 triliun, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penjualan alat berat Komatsu mencapai 2.207 unit setara dengan periode yang sama tahun lalu. Penjualan unit mengalami penurunan akibat dampak negatif curah hujan yang tinggi dan meningkatnya kompetisi, meskipun total nilai penjualan meningkat 11%, karena perbedaan ragam produk yang dijual.

PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatat peningkatan produksi batubara 9% menjadi 21 juta ton dan peningkatan pengerjaan pemindahan tanah (overburden removal) 17% menjadi 196 juta bcm seiring penambahan kapasitas penambangan selama periode berjalan. UNTR menjual 1,5 juta ton batu bara yang dihasilkan dari tambang milik sendiri di kuartal pertama tahun 2012, dibandingkan 1 juta ton di kuartal pertama tahun sebelumnya.

Sementara PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), yang 79,7% sahamnya dimiliki oleh Astra, mencatat laba bersih Rp 378 miliar dikarenakan adanya penurunan harga rata-rata CPO 7%, meskipun produksi minyak sawit mengalami peningkatan 5% menjadi 289 ribu ton, dan adanya kenaikan biaya produksi dan biaya operasional.

Kontribusi laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik turun 30% menjadi Rp 154 miliar, karena adanya pendapatan dari pembalikan penyisihan pajak penghasilan pada kuartal pertama tahun 2011.

PT Marga Mandala Sakti (MMS), operator jalan tol yang 79,3% sahamnya dimiliki oleh Astra, mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, mencatat peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 14% menjadi 9 juta kendaraaan.

PT PAM Lyonnaise Jaya, perusahaan penyedia air bersih di wilayah Jakarta Barat, pada kuartal pertama tahun 2012 berhasil meningkatkan penjualan air bersih sebesar 5% menjadi 39 juta m3.

PT Serasi Autoraya mencatat kenaikan jumlah kontrak sewa kendaraan di bisnis rental kendaraan TRAC 26% pada kuartal pertama tahun 2012 dibandingkan kuartal pertama tahun 2011.

Kontribusi laba bersih dari Divisi Teknologi Informasi meningkat 53% menjadi Rp 26 miliar. PT Astra Graphia Tbk (ASGR) membukukan laba bersih Rp 34 miliar, naik 53% dibandingkan periode yang sama tahun 2011. (bani)

Related posts