Saling Berebut Proyek Infrastruktur Pemerintah - Pasar Industri Semen

Neraca

Jakarta – Potensi pertumbuhan infrastruktur melesat tajam seiring pelaksanaan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), memberikan dampak positif bagi kinerja PT Indocement PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk (INTP) yang kebanjiran permintaan semen sebagai penunjang proyek infastruktur.

Kata Direktur Keuangan Indocement Tju Lie, perseroan menargetkan pendapatan pada tahun ini tumbuh 10% dari pendapatan ditahun 2011 tercatat sebesar Rp 15,8 miliar. “Kita targetkan pendapatan tahun ini bisa melesat sebesar 8-10% dari pendapatan 2011 sebesar Rp 15,8 miliar atau tumbuh dibandingkan tahun 2010 mencapai Rp 13,8 miliar,”katanya

Menurutnya, peningkatan pendapatan tahun 2012 seiring dengan pembangunan infrastruktur yang bakal tumbuh pesat. Selain itu, permintaan semen curah ditahun ini akan meningkat tinggi seiring dimulainya proyek-proyek infrastruktur dari pemerintah.

Tak ayal, Indocement percaya bahwa permintaan domestik akan tumbuh positif dan terlebih lagi dengan adanya penbangunan infrastruktur yang akan menarik masyarakat untuk membangun seiring mengikuti pertumbuhan kelas menengah. Oleh sebab itu, dirinya menilai kondisi akan memicu efek bola salju pada konsumsi domestik.

Tidak mau kalah, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) juga terus memicu produksinya ditahun ini. Bahkan ditahun naga air ini, perusahaan semen plat merah ini memasang target pendapatan bisa menembus angka Rp9,4 triliun dari sebelumnya Rp7,7 triliun.

Bahkan untuk mengenjot pendapatan tersebut, perseroan akan sinergis dengan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang juga untuk memanfaatkan potensi proyek infrastruktur dari MP3EI.

Sinergis BUMN Karya

Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk Dwi Sutjipto mengatakan, pertumbuhan infrastruktur yang tumbuh pesat menjadi peluang besar bagi Semen Gresik untuk memperkuat pasar. Hanya saja, cara ini akan dilakukan dengan kerjasama dengan PT Wijaya Karya Tbk, “Kerjasama kedua perusahaan ini untuk memperkuat pasar dengan target pertumbuhan 15-20%,”paparnya.

Menurutnya, dengan kerja sama ini, Semen Gresik akan mendapat pasar dan PT Wijaya Karya Tbk untuk mendapat sumber bahan baku pembuatan beton konstruksi dan proyek lainnya. Kerjasama ini dituangkan dalam perjanjian kerjasama atau Momerandum of Understanding (MoU) Semen Gresik dan Wijaya Karya.

Kata Dwi, seiring dengan MoU tersebut, pihaknya telah memerintahkan tim pemasaran Semen Gresik Grup (SGG) yang terdiri dari PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa, di samping PT Semen Gresik sendiri, untuk mengutamakan pasokan ke WIKA yang kebutuhan semennya mencapai dua juta ton/tahun. "Kerja sama ini juga membuat kami memiliki pasar yang sudah pasti, seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi SGG sebesar enam juta ton sampai akhir tahun," paparnya.

Asal tahu saja, sampai akhir 2011, total kapasitas produksi SGG mencapai 20 juta ton/tahun dan sampai akhir tahun 2012 ditargetkan akan bertambah produksi sebesar enam juta ton semen, seiring dengan penyelesaian pembangunan dua pabrik baru di Tuban (Jawa Timur) dan Tonasa, dengan kapasitas produksi masing-masing sebesar tiga juta ton/tahun.

SGG, lanjut dia, juga berencana membangun dua pabrik baru lagi, diantaranya satu di Sumatera Barat, sedangkan satu lagi, pihaknya masih mencari lokasi terdekat dengan pasar semen yang besar. "Kami berharap kerja sama dengan WIKA itu tidak hanya terbatas pada aspek rantai pasokan, tapi juga pengembangan usaha lainnya ke depan, seiring dengan kebutuhan infrastruktur yang besar," ujar Dwi.

Selain itu, dia juga menargetkan dengan pertumbuhan pembangunan infrastruktur, pendapatan SGG naik di atas 15% dan mampu menguasai 44% pasar semen di Indonesia. Sebagai informasi, pada 2011 SGG membukukan pendapatan Rp16,38 triliun naik 14,22% dibandingkan tahun sebelumnya Rp14,34 triliun, dengan laba bersih Rp3,95 triliun atau naik 7,9% dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp3,66 triliun. (bani)

Related posts