Gaikindo Revisi Target Penjualan - Terpapar Dampak Buruk Kenaikan DP

NERACA

Jakarta – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya merevisi target penjualan mobil selama 2012 yang kemungkinan besar menurun akibat penerapan uang muka kredit kendaraan bermotor sebesar 30%. Kenaikan uang muka (downpayment-DP) kendaraan bermotor dari 15% menjadi 30% pada Juni 2012 akan menurunkan target penjualan mobil dari 940.000 unit menjadi 875.000 unit.

“Untuk semester I-2012, penjualan akan lebih banyak dibandingkan semester II-2012," kata Ketua Umum Gaikindo Sudirman Maman Rusdi di Jakarta, Rabu (25/4).

Menurut Sudirman, selama semester I-2012 penjualan mobil diperkirakan mencapai 500.000 unit. "Semester I penjualan lebih besar daripada semester II yang mencapai 375.000 unit. Namun, Gaikindo berharap ada peningkatan penjualan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) dari 20-30 September 2012," paparnya.

Sementara itu Ketua III Gaikindo Johnny Darmawan mengatakan, pelaku usaha di sektor otomotif meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang menaikkan investasi industri manufaktur. "Jika uang muka dinaikkan, pasar mobil di Indonesia akan mengalami penurunan. Hal tersebut akan berpengaruh terhadap minat investasi di sektor otomotif," katanya.

Johnny menambahkan, jika investor mengalihkan investasinya ke negara lain, pasar mobil sebesar 1 juta unit per tahun baru bisa tercapai dua tahun lagi. "Prinsipal akan mempertimbangkan pembangunan pabriknya di Indonesia karena pasar mobil di Indonesia semakin anjlok dan penjualan 1 juta unit baru bisa tercapai pada 2014," tuturnya.

Di tempat berbeda CEO PT Astra International Toyota Sales Operation Auto2000, Djodjana Djodi memaparkan saat ini sejumlah kebijakan yang ditengarai berpotensi menurunkan minat beli konsumen terhadap produk otomotif tidak hanya diakui oleh produsen mobil. Pelaku usaha otomotif lain, seperti diler, sebagai pendistribusi produk otomotif, juga mengkhawatirkan dampak serupa.

Auto2000, selaku diler utama Toyota Sales Operation wilayah Indonesia bagian barat dan sekitarnya, yang menargetkan kenaikan 11,43 % penjualan kendaraan merek Toyota atau 273.000 unit pada 2012, khawatir kebijakan yang diterapkan pemerintah mengenai aturan uang muka justru akan mengoreksi pencapaian jumlah penjualan pada 2011 lalu yang 245 ribu unit.

Djodjana mengatakan setelah kenaikan BBM ditunda, beberapa mobil merek Toyota seperti Avanza, Kijang Innova, Fortuner, dan Yaris justru mengalami lonjakan pemesanan. "Kami belum tahu dampak pemberlakuan aturan DP nantinya apakah pesanan akan naik atau justru menurun," kata Djodjana.

Masih Optimis

Menurut dia, secara nasional, pihaknya masih optimistis penjualan Toyota pada 2012 ini akan naik. Berdasarkan asumsi bahwa pangsa pasar Auto2000 pada kuartal I-2012 mencapai 74,23 % kata dia, total penjualan Toyota secara nasional diprediksi mencapai 367.776 unit, naik 18,4 % dibanding realisasi 2011 lalu yang mencapai 310.674 unit. "Kalau target Toyota bisa tercapai, pangsa pasar secara nasional tumbuh menjadi 38 %, maka proyeksi penjualan mobil secara nasional pada 2012 ini bisa memenuhi target sekitar 967.832 unit," tambah Djodjana.

Dikatakan dia, target Gaikindo pada 2012 ini bisa di bawah ekspektasi pasar mobil Toyota yang ditargetkan tumbuh 8,24 % lebih besar ketimbang target konservatif Gaikindo pada penjualan mobil secara nasional yang hanya 5 % hingga 6 %. Dia menambahkan selain sejumlah regulasi yang bersifat negatif terhadap pasar, terdapat kondisi berbeda yang akan berdampak pada penurunan penjualan mobil, yakni kapasitas terpasang mobil pada 2012 ini yang masih terbatas hanya 900 ribu unit per tahun.

"Toyota Avanza, untuk Maret 2012 lalu, diproduksi hanya 17 ribu unit, sedangkan Auto2000 hanya kebagian 13 ribu unit, padahal permintaan konsumen mencapai hingga 20 ribu unit sehingga terjadi defisit 35 %," jelas Djodjana.

Diakuinya, dengan kapasitas produksi yang terbatas, ditambah kebijakan yang dinilai akan berdampak negatif pada minat beli konsumen, kata dia, penurunan penjualan mobil tidak terelakkan.

"Apalagi sekarang, ditambah model-model baru, pesanan tentunya bakal melonjak. Tetapi karena kapasitas terbatas, juga pemberlakuan aturan DP, bisa jadi pesanan malah menurun," ungkap Djodjana.

Related posts