IHSG Belum Beranjak Keluar Dari Tekanan

Neraca

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham bursa efek Indonesia (BEI) Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI ditutup turun tipis 6,710 poin (0,17%) ke level 4.163,643. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 1,966 poin (0,28%) ke level 708,003. Sikap wait and see pelakupasa rmenunggu pertemuan The Fed memicu tekanan terhadap indeks disamping aksi ambil untung investor.

Indeks masih diliputi kabar negatif dari bursa regional dan karena itu, berikutnya indeks Kamis masih akan bergerak di zona yang sama dengan kecenderungan melemah. IHSG diproyeksikan akan bergerak di level 4.130-4.150.

Perdagangan kemarin, penurunan indeks dipicu aksi tunggu dilakukan investor sambil melepas beberapa saham, terutama saham-saham unggulan berbasis komoditas. Meski demikian aksi beli selektif juga masih terjadi di saham-saham berbasis properti.

Dana asing kembali mengalir keluar lantai bursa sebanyak Rp 363,707 miliar berhasil ditarik keluar setelah investor asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) di seluruh pasar. Sementara perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 149.015 kali pada volume 10,42 juta lot saham senilai Rp 4,986 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 124 saham turun, dan 108 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 40.000 ke Rp 490.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 155.000, Indomobil (IMAS) naik Rp 800 ke Rp 17.650, dan Hexindo (HEXA) naik Rp 450 ke Rp 10.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Myoh (MYOH) turun Rp 925 ke Rp 3.275, Adira Finance (ADMF) turun Rp 550 ke Rp 12.950, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 ke Rp 70.900, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 30.450.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menipis 5,819 poin (0,14%) ke level 4.164,534. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 2,528 poin (0,35%) ke level 707,441. Saham-saham properti masih diburu investor, sektornya menguat hampir satu persen, dibantu oleh sektor konsumer dan perdagangan. Namun sayang, masih terlalu banyak aksi jual di saham-saham agrikultur.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 75.184 kali pada volume 6,048 juta lot saham senilai Rp 2,589 triliun. Sebanyak 126 saham naik, sisanya 111 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 40.000 ke Rp 490.000, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 3.000 ke Rp 155.000, Hexindo (HEXA) naik Rp 400 ke Rp 10.300, United Tractor (UNTR) naik Rp 350 ke Rp 31.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 21.500, Adira Finance (ADMF) turun Rp 550 ke Rp 12.950, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 ke Rp 70.900, dan Myoh (MYOH) turun Rp 400 ke Rp 3.800.

Sementara diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 3,15 poin atau 0,13% ke posisi 4.165,05. Indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,55 poin (0,01 persen) ke level 708,76. Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Satono, indeks BEI masih dibayangi oleh kekhawatiran krisis hutang Eropa serta dampak dari melambatnya ekonomi China. "Investor saat ini juga tengah mencermati pengumuman data makro ekonomi AS seperti penjualan rumah baru dan angka pengangguran,”ujarnya.

Dia sempat memproyeksikan, indeks BEI masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas di kisaran support-resistance 4.150-4.190 poin. Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas ,Jeff Tan menambahkan, secara teknikal, indeks BEI sudah diperkirakan bergerak "mixed" dengan kecenderungan menguat, pada kisaran 4.159-4.199 poin. "Data ekonomi AS seperti data penjualan rumah baru dan tingkat kepercayaan konsumen, serta perkembangan politik di Eropa yang dapat mempengaruhi kebijakan penanganan krisis hutang, dapat memberikan sentimen terhadap indeks BEI," kata Jeff Tan.

Selain itu, lanjut dia, mulai dirilisnya laporan keuangan kuartal pertama 2012 perusahaan domestik, dapat memberikan sentimen tambahan.

Dia sempat merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan hari ini, Charoen Pokphand (CPIN), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Kalbe Farma (KLBF), Sentul City (BKSL).

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 4,07 poin (0,02%) ke level 20.681,23, indeks Nikkei-225 naik 89,10 poin (0,94%) ke level 9.557,14 dan Straits Times melemah 1,44 poin (0,05%) ke level 2.972,93. (bani)

Related posts